SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Dropship Beranak Pinak


Feby ummu maryam
Feby ummu maryam
6 years ago

Bismillah

Assalaamu'alaykum wa rohmatullahi wa barokaatuh

Barokallaahu Fiikum

Ustadz,ana dititipi pertanyaan sbb:

Sy memiliki barang dagangan berupa sprei yg dijual secara online.

Sy memiliki reseller-reseller dg sistem dropship.
Reseller- reseller sy ini memiliki reseller-reseller dropship lg dibawahnya (tdk hanya menjual langsung ke konsumen).

Kalau dibuat skema spt ini :
saya > reseller dropship 1 > reseller dropsip 2 > konsumen.

Apakah boleh menurut syariat sistem dropshipping beranak pinak spt ini?

Sy hanya berhubungan dg reseller 1 dan memberikan diskon sbesar 20% dari HET sprei.
Pengiriman barang dari saya langsung ke konsumen dg menuliskan nama+no tlp reseller dropship sbg pengirim di paket

Mohon pencerahannya
Jazaakallaahu Khoyron


Jawaban:
Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.

Allahu a'lam tidak ada masalah dalam transaksi seperti itu, jika memang Bapak memberikan izin kepada reseller-reseller tersebut untuk menjual secara langsung dan memberikan izin untuk menentukan besaran harganya.


Said Yai Ardiansyah
Alumni Kuliah Hadits, Islamic University of Madinah, KSA. 1430 H/2009 (S1)
Alumni Kuliah Fiqhussunnah, Mediu, 1433 H/2012 (S2)
@ Islamic Center Al-Istiqomah Prabumulih, Sum-sel.

Milis PM FATWA

Feby ummu maryam
Feby ummu maryam
6 years ago

Bismillah

Assalamu'alaykum,

Ustadz, saya sekalian tanya juga, apakah transaksi seperti ini tidak melanggar hadits tentang larangan menjual barang yang belum dimiliki?

Dan jika konsumen mentransfer uang nya ke reseller dropship 2, baru kemudian reseller dropship 2 mentransfer uang dari konsumen tersebut ke reseller dropship 1 dan terakhir reseller dropship 1 baru melakukan transfer uangnya ke pemilik barang. apakah skema ini diperbolehkan juga?

Tentang permasalah dropshipping ini memang sudah pernah dibahas di http://www.konsultasisyariah.com/hukum-jualan-sistem-dropshipping/ dan sudah dimuat di majalah pengusaha muslim, namun saya masih belum jelas jika skema transaksi nya seperti yang saya sebutkan di atas apakah diperbolehkan?

Mohon pencerahannya.
Salam,
Ibnu Hazim


Jawaban
Barakallah fikum.
Alhamdulillah ana jadi bisa membaca tulisan Ust. Arifin tentang ini.

Ustadz Arifin memberikan solusi sbb: Solusi

Agar terhindar dari berbagai pelanggaran-pelanggaran terebut, Anda dapat melakukan salah dari beberapa alternatif berikut ini.

Alternatif Pertama: Sebelum menjalankan sistem dropshipping, terlebih dahulu Anda menjalin kesepakatan kerjasama dengan supplier. Atas kerjasama ini Anda mendapatkan wewenang untuk turut memasarkan barang dagangannya. Atas partisipasi Anda, Anda berhak mendapatkan fee alias upah yang nominalnya telah disepakati bersama. Penentuan fee bisa saja dihitung berdasarkan waktu kerjasama. Atau berdasarkan jumlah barang yang telah Anda jual. Bila alternatif ini yang Anda pilih, berarti Anda bersama supplier menjalin akad ju’alah (jual jasa). Ini salah satu model akad jual-beli jasa yang upahnya ditentukan sesuai hasil kerja, bukan waktu kerja.))

Ya memang seperti itu. Dan solusi yang pertama inilah yang bisa diterapkan di pasaran. Pada email yang lalu ana katakan:
"Allahu a'lam tidak ada masalah dalam transaksi seperti itu, jika memang Bapak memberikan izin kepada reseller-reseller tersebut untuk menjual secara langsung dan memberikan izin untuk menentukan besaran harganya." Otomatis pihak yang ingin menjual barang harus membuat kesepakatan terlebih dahulu dengan pemilik barang, berapa harga yang diberikan untuknya dan berapa besaran keuntungan yang bisa diambil dari penjualan tersebut. Jika tidak maka dia termasuk orang yang menjual barang yang bukan miliknya dan ini haram.

Untuk reseller kedua juga demikian dia harus mendapatkan izin dari pemilik barang, layaknya reseller pertama.
Kecuali pemilik barang mengizinkan penuh reseller pertama untuk membuat akad perjanjian dengan reseller kedua. Maka sistem ini seperti wakalah (perwakilan), pemiliki barang mewakilkan ke reseller pertama. Allahu a'lam.


Said Yai Ardiansyah
Alumni Kuliah Hadits, Islamic University of Madinah, KSA. 1430 H/2009 (S1)
Alumni Kuliah Fiqhussunnah, Mediu, 1433 H/2012 (S2)
@ Islamic Center Al-Istiqomah Prabumulih, Sum-sel.

Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com