SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

HUKUM CERAMAH PADA SHALAT TARAWIH (FATWA ULAMA)


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
6 years ago

Pertanyaan:

Apa hukum memberikan nasehat disela shalat tarawih, atau kadang dilakukan di tengah-tengah pelaksanaan shalat tarawih secara rutin?

Jawaban :
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin:

Tidak terlarang, jika setelah salam lalu imam berdiri untuk shalat berikutnya, kemudian ia melihat shaff agak kurang lurus, atau ma’mum terpisah-pisah hingga terdapat rongga, maka hendaknya imam memberi nasihat: “Luruskan dan rapatkan!”. Hal ini tidak terlarang.

Sedangkan nasihat yg berbentuk ceramah, sebaiknya tidak dilakukan. Jika ada sesuatu yg perlu disampaikan atau suatu keperluan, sebaiknya setelah tarawih selesai. Jika melaksanakan ceramah tarawih tersebut dimaksudkan sebagai ibadah, maka ini bid’ah. Dan salah satu pertanda, ceramah tersebut dimaksudkan sebagai ibadah adalah dengan melaksanakannya secara rutin setiap malam, rutin dari tahun ke tahun, dan hampir merata disemua tempat.

Namun aku ingin bertanya: Saudaraku, mengapa engkau mengadakan ceramah disela tarawih? Bukankah sebagian orang memiliki kesibukan sehingga ia ingin segera menyelesaikan shalat tarawih karena mengaharapkan pahala yang dikabarkan oleh Sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam:

من قام مع الإمام حتى ينصرف كتب له قيام ليلة

“Orang yg shalat qiyamullail/tarawih bersama imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam penuh.” (Shahih. HR, Ahmad, Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, An Nasa-i)

Apabila anda senang mendengarkan atau memberikan ceramah, atau juga misalnya setengah dari jama'ah pun suka mendengarkan ceramah, atau bahkan tiga per empat jama'ah menyukainya, maka janganlah membuat jama'ah yang seperempat lagi merasa ‘terpenjara di masjid’, karena mengedepankan kesenangan dari tiga perempat jamaah lainnya. Bukankah Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, yang kurang lebih lafazhnya:

إذا أمّ أحدكم الناس فليخفف فإن من ورائه ضعيف والمريض وذي الحاجة

“Jika seseorang menjadi imam, hendaknya ia ringankan shalatnya. Karena di barisan ma’mum terdapat orang lemah, orang sakit dan orang yang memiliki keperluan.”

Maksudnya, janganlah samakan keadaan orang lain dengan keadaanmu atau keadaan orang yg lainnya yg senang mendengarkan ceramah. Hendaknya terapkan standar yang membuat semuanya merasa lega. Maka imamilah tarawih sampai selesai, jika anda selesai dan ma’mum pun sudah selesai, silakan sampaikan apa yg hendak anda sampaikan.

Kita memohon kepada Allah agar Ia menganugerahkan kepada kita ilmu yg bermanfaat serta amal shalih. Ajaklah mereka dengan bahasa yg menyenangkan utk menghadiri majelis ilmu

من سلك طريقاً يلتمس فيه علماً سهل الله له به طريقاً إلى الجنة

“Orang yg menempuh jalan utk mendapatkan ilmu, maka Allah akan permudah jalannya menuju surga.”

والحمد لله رب العالمين، وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

[Sumber : Kaset Liqaa Bab Al-Maftuh No.118]
DiBroadcast di Blackberry Oleh Abu Ayaz

Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com