SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

APAKAH MENSHARE ILMU DI FACEBOOK, TWITTER, BBM, DAN SEMISALNYA TERMASUK DAKWAH YANG BERPAHALA?


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
7 years ago

Pertanyaan :



السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz mau tanya kalau saya copas tausiyah ustadz ke fb tapi tetap mencantum nama ustadz apa itu termasuk dakwah?

Dengan maksud berbagi ilmu dan apakah mendapatkan pahalanya?



Jawaban Oleh Ustadz Muhammad Wasitho, LC, MA :

(Disusun Di BBG Majlis Hadits: Tanya Jawab Masalah 337)



وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillah. Iya benar. Hal itu termasuk dakwah kpd agama Allah yg akan mengalirkan pahala kpd pelakunya, إِنْ شَاءَ اللّهُ . Apalagi jika materi kajian yg dishare di berbagai media spt Fb, twitter, website/blog, majalah, bulletin, bbm, sms, dan selainnya menjadi sebab datangnya hidayah bagi setiap orang yg membacanya, maka semakin banyak pahala yg mengalir kpdnya sebanyak orang yg mengikuti dan mengamalkan ilmu yg disebarkannya sampai hari kiamat.

Di dlm hadits yg shohih, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:



(Ad-Daallu 'alal Khoiri ka Faa'ilihi)



Artinya: "Orang yg menunjukki orang lain kepada kebaikan (pahalanya) spt orang yg mengamalkannya."



Dan beliau juga bersabda:



(La-an Yahdiyallahu bika Rojulan waahidan khoirun laka min Humurin-Na'am)



Artinya: "Sungguh Allah memberikan hidayah kpd seseorang melalui tanganmu (yakni dakwahmu) itu lebih baik daripada onta merah (yakni kendaraan yg paling mewah dan mahal di zaman itu, pent).



» Oleh karenanya, hendaknya kita bersemangat dlm menuntut ilmu syar'i yg bersumber dari Al-Quran Al-Karim dan Al-Hadits yg Shohih dengan metode dan pemahaman yg benar. Lalu kita mengamalkannya dan mengajarkannya kpd keluarga, kerabat, teman2, dan masyarakat secara umum.



» Dan hendaknya kita tidak menshare ilmu kpd orang lain kecuali apa yg sudah kita yakini akan kebenarannya.



» Dan agar ilmu kita diberkahi Allah, maka hendaknya kita sebagai juru dakwah/narasumber/penuntut ilmu menisbatkan artikel atau nasehat ilmiyah kpd orang yg menulis dan mengatakannya, minimal dengan mencantumkan namanya atau sumbernya.



Dengan demikian kita telah menjalankan amanah ilmiyah dan bersikap tawadhu'.



Demikian jawaban yg dapat kami sampaikan. Smg mudah dipahami dan menjadi ilmu yg bermanfaat.

Wallahu a'lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq.



(*) Blog Dakwah Kami: http://abufawaz.wordpress.com
Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com