SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

HUKUM BERSALAMAN (JABAT TANGAN) ANTARA ANAK DENGAN ORANGTUA DAN ISTERI DENGAN SUAMI ATAU DIANTARA SESAMA MUSLIM SETIAP KALI SELESAI SHOLAT LIMA WAKTU


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
7 years ago

Pertanyaan :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ustadz, ...عَفْوًا mau tanya... Kalo sehabis sholat, kemudian bersalaman antara anak dg orangtuanya atau isteri dg suaminya bgmn hukumnya? Apakah itu sama hukumnya dg jika bersalaman dg orang lain sehabis sholat? جَزَاك اللهُ خَيْرً

Jawaban Oleh Ustadz Muhammad Wasitho, LC, MA :
(Disusun Di BBG AI Ilmu dan BBG Majlis Hadits: Tanya Jawab Masalah 277)

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. Berjabat tangan atau bersalaman merupakan salah satu amalan yg dianjurkan dan disunnahkan dalam agama Islam, baik ketika berjumpa maupun berpisah. Hal ini berdasarkan hadits berikut ini:

Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

قال رجلٌ: يا رسولَ الله! الرَّجلُ منَّا يلقى أخَاه أوْ صَدِيْقََهُ، أَيَنْحَنِي لَهُ؟ قَالَ: «لاَ». قَالَ: أَفَيَلْتَزِمَهُ وَيُقبِّلَهُ؟ قَالَ: «لاَ». قَالَ : أَفَيَأْخُذُ بِيَدِِهِ وِيُصَافِحَهُ؟ قاَلَ: «نَعَمْ»

“Ada seseorang bertanya: wahai Rasulullah, sesorang dari kami bertemu saudaranya atau temannya, apakah ia membungkuk kepadanya? Beliau menjawab: "Tidak.” Ia bertanya lagi: "Lalu apakah ia memeluknya dan menciumnya?" Beliau menjawab: “Tidak.” Lalu ia bertanya lagi: "apakah ia mengambil tangannya dan menjabatnya?" Beliau menjawab: ‘Ya’.”. (HR. At-Tirmidzi no.4680, dan dinyatakan "HASAN" oleh syaikh Al-Albani di dalam Silsilah al-Ahadits Ash-Shahihah).

Berjabat tangan juga memiliki keutamaan yg besar sebagaimana disebutkan di dalam hadits shohih berikut ini:

Dari al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

“Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, melainkan akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.“  (HR. Abu Dawud no. 5212, at-Tirmidzi no. 2727, Ibnu Majah no. 3703 dan Ahmad IV/289, dan dinyatakan SHOHIH oleh syaikh al-Albani dengan berbagai jalan periwayatan dan pendukungnya dalam kitab Silasilatu al-Ahaadits Ash-Shahiihah no. 525).

Adapun berjabat tangan atau bersalaman sesudah sholat 5 waktu secara rutin antara anak dengan ortu atau antara isteri dengan suami, atau antara sesama jama'ah sholat, maka TIDAK ADA TUNTUNANNYA dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. Bahkan sebagian ulama sunnah memandangnya sebagai amalan baru yang diada-adakan dalam agama Islam yg telah sempurna syariatnya.

Diantara para ulama yg berpendapat tidak bolehnya bersalaman setelah sholat lima waktu ialah al-Fadhil ar-Ruumi, al-Laknawi, al-’Izz bin Abdussalam, Ibnu Hajar al-Haitami asy-Syafi’i, Quthbuddin bin ‘Ala-uddin al-Makki al-Hanafi dan syaikh al-Albani rahimahumullah.

Syaikh al-Albani berkata: “berjabat tangan (bersalaman) disyari’atkan ketika perpisahan. Adapun Jabat tangan setelah shalat berjama’ah adalah amalan bid’ah (yg tidak ada tuntunannya dlm agama Islam, pent), kecuali antara dua orang yang sebelum shalat mereka berdua belum bertemu, maka hukumnya sunnah.” (Lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah nomor: 14, 16, dan Musnad imam Ahmad nomor: 4947).

Demikian jawaban yg dapat kami sampaikan. Smg dapat dipahami n menjadi ilmu yg bermanfaat bagi kita semua.
Wallahu a'lam bish-showab. Wabillahi at-taufiq.

Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com