SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Syarat Badal Haji


Feby ummu maryam
Feby ummu maryam
8 years ago

Pertanyaan:
Assalamualaikum wr wbUstadz, mohon tanya, apa memang dibenarkan dan sah apabila ba'dal haji untuk almarhum orang tua kita dilakukan oleh orang lain dengan kita membayar segala biayanya? Sementara anak kandung belum atau baru akan haji.Atas jawaban ustadz diucapkan banyak terima kasih.

Jawaban:
Waalaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

Para ulama menjelaskan bahwa ada tiga syarat boleh membadalkan haji:

1. Orang yang membadalkan adalah orang yang telah berhaji sebelumnya
2. Orang yang dibadalkan telah meninggal dunia atau masih hidup namun tidak mampu berhaji karena sakit atau telah berusia senja
3. Orang yang dibadalkan hajinya mati dalam keadaan Islam. Jika orang yang dibadalkan adalah orang yang tidak pernah menunaikan shalat seumur hidupnya, ia bukanlah muslim sebagaimana lafazh tegas dalam hadits Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam, alias dia sudah kafir. Sehingga tidak sah untuk dibadalkan hajinya.
(Lihat bahasan di: http://www.saaid.net/Doat/assuhaim/fatwa/69.htm)

Yang perlu diperhatikan:
1. Tidak boleh banyak orang (dua orang atau lebih) sekaligus dibadalkan hajinya sebagaimana yang terjadi saat ini dalam hal kasus badal haji. Orang yang dititipi badal, malah menghajikan lima sampai sepuluh orang karena keinginannya hanya ingin dapat penghasilan yang besar. Jadi yang boleh adalah badal haji dilakukan setiap tahun hanya untuk satu orang yang dibadalkan. (Lihat bahasan di:http://www.saaid.net/Doat/assuhaim/fatwa/69.htm)

2. Membadalkan haji orang lain dengan upah dilarang oleh para ulama kecuali jika yang menghajikan tidak punya harta dari dirinya sendiri sehingga butuh biaya untuk membadalkan haji. Perlu diketahui bahwa haji itu adalah amalan sholeh yang sangat mulia. Amalan sholeh tentu saja bukan untuk diperjualbelikan dan tidak boleh mencari untung duniawiyah dari amalan seperti itu. Maka sudah sepantasnya tidak mengambil upah dari amalan sholeh dalam haji seperti thowaf, sa’i, ihrom, shalat dan lempar jamarot. Sebagaimana seseorang tidak boleh mengambil upah untuk mengganti shalat orang lain. Sehingga yang jadi masalah adalah menjadikan badal haji sebagai profesi. Ketika diberi 1000 atau 2000 riyal, ia menyatakan kurang. Karena badal haji hanyalah jadi bisnisnya. Amalan badal haji yang ingin cari dunia adalah suatu kesyirikan. Jika itu syirik, lantas bagaimana bisa dijadikan pahala untuk orang yang telah mati?

Renungkanlah!! Sungguh ikhlas itu benar-benar dibutuhkan dalam haji, begitu pula ketika membadalkan (menggantikan haji orang lain). (Lihat bahasan dihttp://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=226898)

Baca selengkapnya di sini:
http://rumaysho.com/hukum-islam/haji-umrah/3896-hukum-badal-haji.html

Muhammad Abduh Tuasikal
PM Fatwa

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com