SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hukum Mencukur Jenggot


Feby ummu maryam
Feby ummu maryam
8 years ago

Pertanyaan:
Ustadz saya mau bertanya hukum memelihara janggut itu apa? Apakah boleh kita rapikan? Dipotong habis/klimis? Di pendekkan? Mohon ada penjelasan dan jawabannya, karena selama ini saya memelihara janggut dan agak panjang, dan karena di kantor ada imbauan terbaru untuk mencukur habis/klimis djanggut. Apakah boleh saya memotong habis djanggut saya?

بَارَكَ اللّهُ فِيْكُمْ

جَزَاكُمُ اللّهُ خَيْرًمِ

Wassalamm,
Mufiesf

Jawaban:
HUKUM MEMELIHARA JENGGOT
Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya :
Apakah memelihara jenggot wajib hukumnya
atau hanya boleh? Apakah mencukurnya berdosa
atau hanya merusak Dien? Apakah mencukurnya
hanya boleh bila dsiertai dengan memelihara
kumis?
Jawaban
Mengenai pertanyaan-pertanyaan di atas, kami
katakan, terdapat hadits yang shahih dari Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dikeluarkan oleh
Imam Al-Bukhari dan Muslim di dalam kitab
Shahih keduanya dari hadits Ibnu Umar
Radhiyallahu ‘anhuma dia berkata. Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
ﺧﺎﻟﻔﻮﺍﺍﻟﻤﺸﺮﻛﻴﻦ ﺃﺣﻔﻮﺍﺍﻟﺸﻮﺍﺭﺏ ﻭﺃﻭﻓﻮﺍﺍﻟﻠﺤﻰ
“Artinya : Selisihilah orang-orang musyrik,
potonglah kumis (hingga habis) dan
sempurnakan jenggot (biarkan tumbuh lebat,-
peny)’ [1]

Di dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah
Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “(artinya) :
Potonglah kumis dan biarkanlah jenggot
memanjang, selisihilah orang-orang Majusi” [2]
Imam An-Nasai di dalam sunannya mengeluarkan hadits dengan sanad yang shahih dari Zaid bin Arqam Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺄ ﺧﺬ ﻣﻦ ﻳﺄﺧﺬ ﻣﻦ ﺷﺎﺭﺑﻪ ﻓﻠﻴﺲ ﻣﻨﺎ
“Artinya : Barangsiapa yang tidak pernah
mengambil dari kumisnya (memotongnya), maka
dia bukan termasuk dari golongan kami” [3]
Al-Allamah besar dan Al-Hafizh terkenal, Abu
Muhammad bin Hazm berkata, “Para ulama telah besepakat bahwa memotong kumis dan
membiarkan jenggot tumbuh adalah fardlu
(wajib)”

Hadits-hadits tentang hal ini dan ucapan para
ulama perihal memotong habis kumis dan
memperbanyak jenggot, memuliakan dan
membiarkannya memanjang banyak sekali, sulit
untuk mengkalkulasi kuantitasnya dalam risalah
singkat ini.

Dari hadits-hadits di muka dan nukilan ijma oleh
Ibnu Hazm diketahui jawaban terhadap ketiga
pertanyaan diatas, ulasan ringkasnya ; bahwa
memelihara, memperbanyak dan membiarkan
jenggot memanjang adalah fardhu, tidak boleh
ditinggalkan sebab Rasulullah memerintahkan
demikian sementara perintahnya mengandung
makna wajib sebagaimana firman Allah Ta’ala.
ﻭﻣﺎ ﻧﻬﺎﻛﻢ ﻋﻨﻪ ﻓﺎﻧﺘﻬﻮﺍ
“Artinya : Dan apa yang dilarangnya bagimu
maka tinggalkanlah” [Al-Hasyr : 7]

Demikian pula, menggunting (memotong) kumis wajib hukumnya akan tetapi memotong habis adalah lebih afdhal (utama), sedangkan
memperbanyak atau membiarkannya begitu saja, maka tidak boleh hukumnya karena
bertentangan dengan sabda Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam : ﻗﺼﻮﺍ ﺍﻟﺸﻮﺍﺭﺏ “Potonglsh
kumis”, ﺃﺣﻔﻮﺍ ﺍﻟﺸﻮﺍﺭﺏ“ Potonglah kumis sampai
habis”, ﺟﺰﻭﺍ ﺍﻟﺸﻮﺍﺭﺏ "Potonglah kumis", ﻣﻦ ﻟﻢ
ﻳﺄﺧﺬ ﻣﻦ ﺷﺎﺭﺑﻪ ﻓﻠﻴﺲ ﻣﻨﺎ “Barangsiapa yang tidak
mengambil dari kumisnya (memotongnya) maka
dia bukan termasuk dari golongan kami”
Keempat lafazh hadits tersebut, semuanya
terdapat di dalam riwayat-riwayat hadits yang
shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
sedangkan pada lafazh yang terakhir tersebut
terdapat ancaman yang serius dan peringatan
yang tegas sekali. Hal ini kemudian mengandung
konsekuensi wajibnya seorang muslim berhati-
hati terhadap larangan Allah dan RasulNya dan
bersegera menjalankan perintah Allah dan
RasulNya.

Dari hal itu juga diketahui bahwa memperbanyak kumis dan membiarkannya merupakan suatu
perbuatan dosa dan maksiat. Demikian pula,
mencukur jenggot dan memotongnya termasuk
perbuatan dosa dan maksiat yang dapat
mengurangi iman dan memperlemahnya serta
dikhawatirkan pula ditimpakannya kemurkaan
Allah dan azab-Nya.

Di dalam hadits-hadits yang telah disebutkan di
atas terdapat petunjuk bahwa memanjangkan
kumis dan mencukur jenggot serta
memotongnya termasuk perbuatan menyerupai
orang-orang majusi dan orang-orang musyrik
padahal sudah diketahui bahwa menyerupai
mereka adalah perbuatan yang munkar, tidak
boleh dilakukan berdasarkan sabda Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
ﻣﻦ ﺗﺸﺒﻪ ﺑﻘﻮﻡ ﻓﻬﻮ ﻣﻨﻬﻢ
“Artinya : Barangsiapa yang menyerupai suatu
kaum, maka dia termasuk dari golongan
mereka” [4]

Saya berharap jawaban ini cukup dan
memuaskan.

Wallahu waliyyut taufiq Washallahu wa sallam ‘ala Nabiyyina Muhamad wa alihi wa shahbih.

Sumber:
almanhaj.or.id/content/984/slash/0/hukum-
memelihara-jenggot/

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com