SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apa Hukum Sutrah Dalam Sholat?


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
2 weeks ago

Oleh Ustadz Abu Al Jauzaa' حفظه الله

APA HUKUM SUTRAH DALAM SHALAT ?


Selengkapnya dibaca di sini:
http://abul-jauzaa.blogspot.com/2010/10/apa-hukum-sutrah-dalam-shalat.html?m=1

Dengan demikian, dapat kita ketahui bahwa nash-nash yang diangap sebagai pemalingan wajibnya sutrah kepada sunnah/penganjuran (saja) adalah lemah. *Pendek kata, yang rajih, hukum memakai sutrah ketika shalat adalah wajib.*

***

*Beberapa Poin Penting Pada Kolom Komen Dari Artikel Di Atas:*


Tambahan dari Ustadz Abu Al-Jauzaa' :
Jika ada sesuatu/seseorang yang dekat dengannya yang bisa ia gunakan sebagai sutrah, maka ia dapat bergeser menuju sutrah tersebut.

Jika tidak, maka ia tetap berdiri di tempat tersebut melanjutkan shalat dengan menahan orang yang akan lewat di depannya semampunya.
Wallaahu a'lam.


Tanya :
Jika ada sesuatu/seseorang yang dekat dengannya yang bisa ia gunakan sebagai sutrah, maka ia dapat bergeser menuju sutrah tersebut

apa batasan 'dekat dengan sutrah', yg sy maksudkan adalah jarak ny?

Jawaban Ustadz Abu Al-Jauzaa' :
Sependek pengetahuan saya, tidak ada batasan penjelasan spesifik terkait pengkuantitatifan jarak. Bergeser di sini yang menyebabkan ia tidak banyak bergerak selain gerakan shalat.
Wallaahu a'lam bis-shawwaab.


Tanya:
Sifat Sutrah sendiri bagaimana ustadz, yang shahih menurut dalil? Apakah cukup tanda berupa garis di lantai / ujung kain sajadah atau harus memiliki dimensi tinggi & lebar tertentu?
Balas

Jawaban Ustadz Abu Al-Jauzaa' :
Sutrah dengan garis, dalilnya lemah.

Kalau yang antum maksud dengan sifat sutrah dalam hal ukuran, maka ukuran sutrah (tingginya) adalah satu hasta. Beberapa ulama mengatakan ini adalah tinggi minimal. Tentang lebar (minimal)-nya, saya belum mengetahui dalilnya, karena Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam sendiri pernah bersutrah dengan 'anazah (tombak kecil). Tentu saja lebarnya itu hanya beberapa cm saja.

Namun jika yang antum maksud sifat secara umum, maka sutrah itu bisa dinding, tonggak kayu, atau yang semisalnya yang bisa kita jadikan pembatas dalam shalat.

wallaahu a'lam.


Tanya:
Maaf ustadz, apakah berarti boleh melintas di depan orang solat tanpa sutroh pada jarak lintasan dengan orang tersebut 5 meter misalnya?

Jawaban Ustadz Abu Al-Jauzaa' :
Boleh


Tanya:
Ustadz, nyambung pertanyaan di atas,
Dari jawaban ustadz sebelumnya bahwa batasan boleh melintas di depan orang solat tanpa sutroh adalah 3 hasta. Jadi asalkan lebih dari 3 hasta boleh melintas di depannya. Lalu apa faedahnya dengan memasang sutroh yang jaraknya juga 3 hasta?
Pemahaman saya, kalau orang solat tidak pakai sutroh, maka ruang kosong (garis lurus imaginer) di depan orang tersebut tidak boleh dilewati (memang jadi kabur, berapa batasannya).
Apakah pemahaman saya ini salah, mohon diluruskan.
Terimakasih sebelumnya.

Jawaban Ustadz Abu Al-Jauzaa' :
Ketika nash mengatakan bahwa orang yang shalat wajib memasang sutrah di depannya, maka tinggal dilakukan.

Adapun ukuran 3 hasta itu juga didasarkan contoh dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, sebagaimana yang dikatakan Bilaal radliyallaahu 'anhu :

كَانَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجِدَارِ ثَلَاثَةُ أَذْرُعٍ

"Jarak antara beliau dan tembol (ketika shalat) adalah 3 hasta" [shahih].

Faedah pertama dan utama memasang sutrah dengan jarak tiga hasta adalah mencontoh Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Faedah lainnya adalah bahwa jarak 3 hasta tersebut merupakan ukuran sujud kita yang orang tidak boleh melewatinya. Dalam rentang ukuran tersebut, seseorang sanggup untuk menolak orang lain yang hendak lewat di depannya ketika shalat, sebagaimana perintah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam :

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ إِلَى شَيْءٍ يَسْتُرُهُ مِنَ النَّاسِ، فَأَرَادَ أَحَدٌ أَنْ يَجْتَازَ بَيْنَ يَدَيْهِ، فَلْيَدْفَعْ فِي نَحْرِهِ، فَإِنْ أَبَى فَلْيُقَاتِلْهُ، فَإِنّمّا هُوَ شَيْطَانٌ

“Apabila salah seorang dari kalian shalat menghadap sesuatu yang menutupinya dari manusia (menghadap sutrah), lalu ada seseorang ingin melintas di hadapannya, hendaklah ia menolaknya pada lehernya. Kalau orang itu enggan untuk minggir (tetap memaksa lewat) perangilah (tahanlah dengan kuat) karena ia hanyalah setan" [Muttafaq 'alaih].

*ORANG YANG TIDAK MEMASANG SUTRAH, MESKIPUN SHALATNYA SAH, NAMUN IA TELAH MENYELISIHI PERINTAH RASULULLAH* shallallaahu 'alaihi wa sallam.

wallaahu a'lam bish-shawwaab.

_____
Artikel pada link di atas sudah dibaca dan dibahas oleh Ustadz Firanda Andirja حفظه الله dalam artikel sbb:

https://firanda.com/100-benarkah-hukum-sutroh-adalah-sunnah-menurut-ijmak-ulama.html

_____________________________________
http://www.salamdakwah.com/forum/16251-apa-hukum-sutrah-dalam-sholat

Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com