SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

DERAJAT HADITS TENTANG DOA ALLOHUMMA LAKA SHUMTU WA BIKA AMANTU, dst, DAN BOLEHNYA MEMBACA DOA TERSEBUT KETIKA BUKA PUASA


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
7 years ago

Pertanyaan :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ustadz ada member bertanya ttg do'a berbuka puasa “Allahumma laka shumtu (wa bika aamantu) wa ‘ala rizqika afthortu” ..
Afwan bukannya ini haditsnya hasan ya? Yg dihasankan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/232 ?

Jawaban Oleh Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc,MA :
(Disusun Di BBG Majlis Hadits: Tanya Jawab Masalah 212)

Bismillah. Hadits tentang doa buka puasa tsb datang dari tiga jalan periwayatan, yaitu:

1) Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu,

2) Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma,

3) Dan dari Mu'adz bin Zuhroh (tabi'in).

Akan tetapi semua riwayat tsb derajatnya DHO'IF (Lemah) karena di dlm sanadnya ada beberapa perawi yg bermasalah dan diperbincangkan oleh para ulama hadits.

(*) Hadits Anas bin Malik diriwayatkan oleh Ath-Thobroni di dlm Al-Mu'jam Al-Ausath no.7549, dan Al-Mu'jam Ash-Shoghir no.912. Namun di dlm sanadnya ada seorang perawi yg bernama Daud bin Az-Zabarqon, dia seorang perawi hadits yg matruk (ditinggalkan hadits yg diriwayatkannya).

(*) Sedang hadits Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma diriwayatkan oleh Ath-Thobroni di dlm Al-Mu'jam Al-Kabir no.12720, ibnu As-Sunni di dlm Amal al-Yaum wa al-Lailah no.480, Ad-Daruquthni di dlm As-Sunan II/185. Akan tetapi sanadnya BATIL karena di dlm sanadnya ada seorang yg bernama Abdul Malik bin Harun bin Antaroh, dia seorang perawi yg Talif (binasa, krn riwayat haditsnya tidak dpt dijadikan hujjah/landasan hukum dan amal).

(*) Sedangkan hadits Mu'adz bin Zahrah diriwayatkan oleh Abu Daud di dlm Sunannya no.2358, Al-Baihaqi di dlm As-Sunan Al-Kubro IV/239, ibnu Al-Mubarok di dlm Az-Zuhd no.1410, dan Al-Bukhari di dlm At-Tarikh Al-Kabir I/227. Akan tetapi derajat hadits ini DHO'IF karena sanadnya Mursal (ada perawi dari kalangan sahabat yg gugur dari sanad hadits). Sedangkan di dlm riwayat imam Bukhari disebutkan seorang perawi bernama Muhammad bin Mu'adz, ia seorang perawi yg majhul (tidak dikenal jatidiri dan kredibilitasnya).

(*)(*) Jadi Kesimpulannya: semua hadits ttg doa buka puasa dengan lafazh spt ini (Allahumma Laka Shumtu...dst) derajatnya DHO'IF (Lemah).

Syaikh Al-Albani rahimahullah telah menyatakan bahwa hadits riwayat Ibnu Abbas berkenaan dengan doa buka puasa ini derajatnya DHO'IF di dlm kitab Dho'if Al-Jami' Ash-Shoghir nomor. 4350.

Akan tetapi, meskipun secara sanad derajat hadits-hadits tsb DHO'IF, hanya saja maknanya SHOHIH (benar). Sehingga BOLEH bagi kita membaca doa ini ketika Buka Puasa sebagai bagian dari keumuman doa, namun tanpa meyakini bahwa doa dengan lafazh ini datangnya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Oleh karena itu syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya tentang derajat hadits buka puasa dengan lafazh ini (Allahumma Laka Shumtu...dst) ketika beliau mensyarah bab Ash-Shiyam dari kitab Bulughul Maram, beliau menjawab: "Hadits ini DHO'IF, akan tetapi maknanya SHOHIH. Sehingga tidak apa2 (boleh bagi kita) membacanya ketika buka puasa sebagai bagian dari doa saja."

Demikian jawaban yg dapat kami sampaikan. Smg dapat dipahami dan menjadi tambahan ilmu yg bermanfaat.
Wallahu a'lam bish-showab. Wabillahi at-taufiq.

Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com