SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

APAKAH ANGIN YANG KELUAR DARI KEMALUAN VAGINA ,FARJI, WANITA DAPAT MEMBATALKAN WUDHU?


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
7 years ago

Pertanyaan :

Afwan أُسْتَاذُ ..kalau keluar angin dari kemaluan seorg wanita...apakah hrs berwudhu lagi? Krn banyak 'ikhtilaf dlm hal ini. Mohon kesediaan أُسْتَاذُ untuk menjwbnya. جَزَاك اللّهُ خَيْرًا

Jawaban Oleh Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc,MA :
(Disusun Di BBG Majlis Hadits: Tanya Jawab Masalah 208)

Bismillah. Dalam masalah ini ada dua pendapat diantara para ulama fiqih.

Pendapat Pertama:
Mayoritas ulama berpendapat bahwa angin yg keluar dari kemaluan (vagina) wanita MEMBATALKAN WUDHU.
Mereka melandasi pendapatnya dengan hal-hal berikut ini:

1) Keumuman sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:
 
لا وضوء إلا من صوت أو ريح.

(La Wudhu-a illa min Shoutin au Riihin)
Artinya: "Tidaklah membatalkan wudhu kecuali dikarenakan (terdengarnya) suara atau (terciumnya) bau (kentut)."
(HR. Muslim dari jalan Abu Hurairah radhiyallahu anhu).

2) Qiyas (menganalogikan) angin yg keluar dari lubang vagina dengan apa yg keluar dari dubur dan kemaluan (tinja dan kencing).

Pendapat Kedua:
Abu Hanifah, imam Malik, Ibnu Hazm dan selainnya berpendapat bahwa hal itu TIDAK MEMBATALKAN WUDHU.

Mereka beralasan bahwa Dhuroth (kentut dengan suara) dan Fusa' (kentut tanpa suara / diam-diam) adalah suatu nama utk angin yg keluar dari dubur.

Pendapat yang nampak ROJIH (kuat dan benar) dan lebih hati-hati adalah pendapat mayoritas ulama yg menyatakan bahwa keluarnya angin dari kemaluan (vagina) seorang wanita dapat MEMBATALKAN WUDHU dan SHOLAT.

Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

عَنْ أبي هريرة رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسولُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " لا يَقْبَلُ الله صَلاةَ أحَدكُمْ إذَا أحْدَثَ حَتَى يَتَوضًأ " متفق عليه، واللفظ لمسلم

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Allah tidaklah menerima sholat salah seorang diantara kalian apabila ia ber-hadats sehingga ia berwudhu."
(HR. Imam Bukhari dan Muslim. Dan ini lafazh yg diriwayatkan oleh imam Muslim)
Dan di dalam riwayat imam Bukhari disebutkan:

 قال رجل من حضرموت : ما الحدث يا أبا هريرة ؟ قال : فساء أو ضراط .

"Ada seorang lelaki dari Hadramaut bertanya, "Wahai Abu Hurairah, apa itu hadats?" Beliau jawab: "Fusa' (kentut diam-diam tanpa suara) atau Dhuroth (kentut pake suara)."

Akan tetapi, hendaknya seorang wanita muslimah tidaklah merasa telah batal wudhunya kecuali jika telah merasa yakin bahwa angin benar-benar telah keluar dari lubang vaginanya. Adapun perasaan ragu-ragu dlm hal ini, maka hendaknya ia memegang sesuatu yg yakin, yaitu ia tetap dalam keadaan bersuci dan tidak membatalkan sholatnya jika ia dlm keadaan sholat.

Hal ini berdasarkan hadits yg shohih, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah memberi fatwa kepada seorang Sahabat yang ragu-ragu, apakah dia kentut dalam shalat ataukah tidak, “Jangan dia memutuskan shalatnya sampai dia mendengar suara atau mencium bau.” 
(HR. Imam Bukhari dan Muslim dari jalan Abdullah bin Zaid radhiyallahu anhu).

Demikian jawaban yg dapat kami sampaikan. Smg mudah dipahami dan menjadi tambahan ilmu yg bermanfaat.
Wallahu a'lam bish-showab.
Wahuwa waliyyu at-taufiq.

Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com