SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

HUKUM SHOLAT BERJAMAAH DI BELAKANG IMAM AHLI BIDAH


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
8 years ago

Pertanyaan :



Assalamu'alaikum.

Ustadz maaf mau nanya, bolehkah kita sholat berjamaah di belakang imam yg suka melakukan amalan-amalan bid'ah spt ziarah kubur ke makam-makam para wali utk cari berkah, tahlilan, yasinan, maulid nabi, dll. Mohon jawaban yg bisa menenangkan hati dan pikiran kami ketika sholat, karena di kampung kami tidak ada masjid yg imamnya berpaham sunnah.

Kami tunggu jawabannya ustadz.

Syukron wa jazakumullah khoiron.



Jawaban Oleh Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc,MA :

(Disusun Di BBG Majlis Hadits: Tanya Jawab Masalah 200)



وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillah. Bapak A.. A... yg smg dirahmati Allah, sebelum menjwb hukum sholat berjama'ah di belakang imam ahli bid'ah, boleh dan sah atau tidak, maka terlebih dahulu kita terangkan bahwa siapakan yg pantas dan berhak dijuluki sebagai ahli bid'ah? Sebab tidak setiap muslim yg berbuat amalan bid'ah baik yg berkaitan dengan masalah akidah, ibadah maupun muamalah langsung dpt dihukumi sbg ahli bid'ah. Sebab bisa jadi dia belum paham ttg sunnah, atau belum sampai padanya ilmu dan nasehat yg menjelaskan bahwa apa yg dia lakukan selama ini adalah amalan yg bertentangan dengan ajaran Al-Quran dan As-Sunnah. Atau bisa jadi dia mengamalkan bid'ah-bid'ah berdasarkan hadits-hadits lemah dan palsu namun ia mengira bhw hadits-hadits tsb shohih dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Orang muslim yg keadaannya spt ini TIDAK BOLEH dan TIDAK BERHAK divonis sbg Ahli Bid'ah.



Kemudian hal lain yg sepatutnya kita ketahui pula, bahwa yg berhak menvonis seorang muslim sebagai Ahli Bid'ah, Musyrik, Kafir dan Murtad adalah para ulama yg mapan ilmunya, bertakwa kpd Allah dan mempunyai sifat kehati-hatian dlm hal ini. Jadi tdk setiap individu muslim berhak bicara soal pembid'ahan dan pengkafiran, karena bahayanya sangat besar.



Adapun hukum sholat berjama'ah di belakang imam yg telah divonis oleh para ulama sbg Ahli Bid'ah, maka ada 2 keadaan:



Pertama: jika bid'ah yg dilakukannya adalah bid'ah yg menyebabkan pelakunya kafir dan murtad dari agama Islam, spt berdoa (mengajukan permohonan) kpd orang mati, atau mencari berkah di kuburan nabi, wali dan orang sholih, mengingkari nama-nama dan sifat-sifat Allah, mempersembahkan sembelihan atau sesajian kpd selain Allah spt dewa dan jin, mempraktekkan perdukunan, meyakini bahwa para wali dan sebagian orang sholih dpt mengetahui perkara ghoib, maka hukum sholat di belakang imam tsb TIDAK BOLEH dan TIDAK SAH karena ia telah menjadi orang musyrik dan murtad dari agama Islam.



Kedua: jika bid'ah-bid'ah yg dilakukannya tidak menyebabkan pelakunya kafir atau murtad, spt melakukan bid'ah sholawatan, yasinan, tahlilan, dzikir berjama'ah dengan suara keras dan dipandu oleh seorang imam, melakukan puasa dan sholat yg tidak ada dalilnya yg shohih, maka hukum sholat di belakang imam tsb BOLEH dan SAH karena ia masih menjadi seorang muslim yg fasiq atau mukmin yg lemah imannya. Dan inilah aqidah (keyakinan) dan manahaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah dlm masalah ini. Yakni boleh dan sah sholat di belakang imam pelaku bid'ah yg tidak menyebabkannya kafir atau murtad.



Para ulama Ahlus Sunnah sangat berhati2 dlm menvonis kafir atau ahli bid'ah kpd sesama muslim. Dakwah mereka benar2 dibangun berdasarkan ilmu syar'i yg bersumber dari kitab Allah (Al-Quran) dan As-Sunnah (hadits Nabi yg shohih), dan dihiasi dengan sifat hikmah, lemah lembut dan kasih sayang serta kesabaran sbgmana imam dan teladan terbaik mereka dlm berdakwah, yakni Rasulullah shallallahu 'alaihi wasaallam.



Oleh karena itu, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: Ahlus Sunnah a'lamun naasi bil haqqi wa arhamuhum lil kholqi. Artinya: para ulama ahlus sunnah adalah orang-orang yg paling mengerti ttg kebenaran dan paling kasih sayang terhdp sesama makhluk.



Demikian jawaban yg dpt kami sampaikan dlm masalah ini. Smg jelas, mudah dipahami dan menjadi tambahan ilmu yg bermanfaat. Wabillahi at-taufiq.

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com