SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

BAGAIMANAKAH MELUNASI HUTANG PUASA RAMADHAN KETIKA LUPA JUMLAH HARINYA? DAN APA KONSEKUENSI MENUNDA QODHO PUASA HINGGA TIBA RAMADHAN BERIKUTNYA?


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
8 years ago

Pertanyaan :

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Apa kabar ustadz?
Ada titipan pertanyaan ini ustadz dari teman
* Kita punya utang puasa ramadhan tahun-tahun seblmnya ‎​tapi lupa jumlahnya brp, nah apa yg hrs kita lakukan? ‎​Terus apa benar utang puasa itu harus dilunasi dalam 1 tahun? Terus kalau tahun selanjutnya sahurnya di-double?

Jawaban Oleh Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc,MA :
(Disusun Di BBG Majlis Hadits: Tanya Jawab Masalah 195)

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Kabar saya baik, اَلْحَمْدُ لِلّهِ . Smg ibu Nu... sekeluarga juga selalu baik dan dirahmati Allah.

Bismillah. Jika seseorang punya hutang puasa Ramadhan dan ia lupa berapa hari ia tidak berpuasa, maka hendaknya ia memperkirakannya dengan sungguh-sungguh dan penuh kehati-hatian. Maksudnya, jika ia merasa ragu-ragu apakah 10 hari ataukah 11 hari ia tidak berpuasa, maka yg lebih hati-hati adalah mengQodho (mengganti) puasa sebanyak 11 hari. Dan batas akhir mengQodho puasa adalah bulan Sya'ban sebelum tiba bulan Ramadhan berikutnya. Dengan kata lain waktu utk mengQodho puasa Ramadhan adalah selama 1 (satu) tahun, sebagaimana hadits yg diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha, bahwa ia berkata (yg artinya):
"aku mempunyai hutang puasa Ramadhan, dan aku tidaklah mengQodhonya kecuali pd bulan Sya'ban (seblm tiba Ramadhan berikutnya, -pent)."

Adapun jika seseorang belum sempat mengQodho puasa Ramadhan hingga tiba Ramadhan berikutnya dikarenakan udzur (alasan) syar'i spt sakit yg berkepanjangan, atau hamil dan menyusui, maka ia tidak berdosa, dan kewajibannya adalah membayar Fidyah saja sbgmana pendapat syaikh Al-Albani rahimahullah, atau mengQodho puasa kapan saja ia longgar dan mampu melakukannya sbgmana pendpt sebagian ulama yg lain.
Akan tetapi jika ia menunda-nunda pembayaran hutang puasa Ramadhan karena malas dan meremehkannya hingga tiba bulan Ramadhan berikutnya maka ia berdosa karena kelalaiannya tsb, dan kewajibannya adalah memperbanyak istighfar (minta ampun) kpd Allah, dan mengQodho puasa sejumlah hari yg ia tinggalkan.

Sedangkan sebagian ulama lain berpendapat bahwa disamping mengQodho puasa, ia juga berkewajiban membayar Fidyah sebanyak hari yg ia tinggalkan. Hal ini sebagai sanksi / hukuman atas kemalasan dan kelalaiannya itu.

Namun pendapat yg nampak rojih adalah pendapat pertama, yakni ia berkewajiban mengQodho puasa saja sebanyak hari yg ia tinggalkan dan memperbanyak istighfar dan amal sholih, karena tidak ada dalil yg menunjukkan wajibnya mengQodho puasa dan membayar fidyah secara bersamaan dikarenakan suatu kelalaian atau malas.

Demikian jawaban yg dapat kami sampaikan. Semoga dpt dipahami dan menjadi tambahan ilmu yg bermanfaat.
Wallahu a'lam bish-showab.

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com