SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Mana yang Lebih Utama Bagi Seorang Mahasiswi, Sholat di Masjid Kampus atau Sholat di Masjidil Haram?


Feby ummu maryam
Feby ummu maryam
8 years ago

Tanya:
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ustadz, sy punya saudari yg sdg tholabul ilmi di tanah suci. Yang ingn saya tanyakan manakah yg lebih afdhol baginya sholat di asramanya ataukah di masjidil haram?
​جَزَاك اللّهُ خَيْرًا

Jawab:
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. Yg lebih utama bagi wanita muslimah baik ketika ia berada di kampung halamannya, atau di kota mekkah atau madinah adalah sholat di dalam rumahnya atau asramanya atau tempat penginapannya. Bahkan sekalipun dibandingkan dengan sholatnya wanita di dalam masjidil Haram di Mekkah atau masjid Nabawi di Madinah. Sebab ketika wanita sholat di dalam rumahnya atau asrama penginapannya, ia akan lebih aman n jauh dari fitnah bagi laki2 yg bukan mahromnya dan lbh terjaga auratnya.

Diantara dalil yg menunjukkan bahwa sholatnya wanita di dlm rumahnya atau asramanya itu lbh baik n lbh utama drpd sholatnya di dlm masjid adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:

لا تمنعوا إماء الله مساجد الله وبيوتهنّ خير لهنّ

“Janganlah kalian melarang kaum wanita untuk mendatangi masjid-masjid Allah, meskipun sesungguhnya rumah-rumah mereka itu lebih baik bagi mereka.”

Hadits ttg wanita sholat di dlm rumahnya lebih utama n lebih baik drpd sholatnya di masjid ini berlaku secara umum, termasuk jika dibandingkan dengan sholatnya wanita di masjidil Haram dan masjid Nabawi ketika ia umroh atau haji, karena ketika Beliau mengucapkan sabda ini beliau berada di kota Madinah, sedangkan saat itu beliau telah menyatakan bahwa shalat di Masjid Nabawi (Masjid di Madinah) lebih utama dibanding seribu kali sholat di masjid-masjid selainnya.

Akan tetapi, jika wanita muslimah ingin melaksanakan sholat fardhu atau sunnah di masjid kampungnya atau masjidil haram dan masjid nabawi ketika ia menunaikan ibadah umroh dan haji maka hukumnya boleh, dan ia mendapatkan pahala besar sbgmn yg tlh dikabarkan Nabi shallallahu alaihi wasallam di dlm hadits-hadits beliau yg shohih. Demikian jawaban yg dapat kami sampaikan. Smg bermanfaat. Wabillahi at-taufiq.

Sumber: Ustadz Washito

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com