SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Papaverine, Si Pelebar Pembuluh Darah dan Penghilang Kram Otot


SehatQ
SehatQ
2 months ago

Pernah tidak mengalami yang namanya kram perut? Terus pas datang ke dokter, kamu diberi obat yang namanya spasminal atau spasmal. Pas dibaca di bungkusnya, salah satu isi obatnya adalah papaverine HCl. Nah, kira-kira apa ya, papaverine HCl itu?

Papaverine ditemukan pada tahun 1848 oleh ilmuwan dari Jerman. Bisa dibilang, papaverine ini obat yang cukup lama ya. Papaverine ini sering digunakan untuk mengatasi spasme atau kram pada otot-otot polos di saluran pencernaan, saluran empedu, dan saluran kemih.

Papaverine merupakan obat golongan vasodilator. Oleh karena itu, kadang papaverine juga digunakan sebagai obat-obatan untuk membantu melebarkan pembuluh darah pada otak dan pembuluh darah coroner, pada saat bedah atau operasi. Karena bekerja sebagai vasodilator, papaverine juga dapat digunakan untuk mengatasi disfungsi ereksi pada pria.

Bagaimana cara menggunakan papaverin?

Resep dari dokter dibutuhkan untuk mendapatkan obat-obatan yang mengandung papaverin. Nah, sebelum memakai papaverin atau setelah mendapatkan resep obat yang mengandung papaverin, selalu perhatikan apakah kamu pernah memiliki riwayat alergi terhadap obat jenis ini.

Atau, apakah kamu memiliki gangguan yang mengakibatkan kontraindikasi terhadap obat-obatan papaverin, seperti gangguan pada jantung atau memiliki riwayat glaukoma. Papaverin merupakan obat yang termasuk dalam kategori C untuk kehamilan dan menyusui. Oleh karena itu, efektivitas obat harus melebihi risiko penggunaannya, pada ibu hamil dan menyusui.

Papaverin dikemas dalam bentuk tablet tunggal, tablet campuran dengan obat-obatan lainnya, dan dalam bentuk injeksi atau suntikan. Dosis pemberian tablet tunggal papaverie untuk orang dewasa adalah 100-300 mg, sebanyak 3-5 kali sehari.

Sementara itu dalam bentuk injeksi, dosis papaverin dimulai dari yang paling rendah, dan dapat ditingkatkan, sesuai respons tubuh dan efek samping obat.

Perlu diingat, bahwa papaverin injeksi di otot dan pembuluh darah, hanya boleh diberikan dalam pengawasan dokter ahli.

Efek samping papaverin

Beberapa efek samping dapat terjadi dalam penggunaan obat-obatan yang mengandung papaverin, seperti ereksi yang berkepanjangan meski tanpa ada rangsangan, gangguan irama jantung, pusing, pingsan, alergi atau ruam pada kulit, diare, jantung berdebar, dan gangguan pernafasan. Segera datang ke pelayanan medis terdekat untuk mendapatkan bantuan, jika mengalami efek samping dari papaverin.

Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com