SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Safar Pada Bulan Ramadhan, Berbuka atau Tetap Puasa?


Feby ummu maryam
Feby ummu maryam
8 years ago

Pertanyaan:
Manakah yang Lebih Afdhal Bagi Wanita yang Melakukan Safar Pada Bulan Ramadhan, Berbuka atau Tetap Puasa

Jawaban
Seorang wanita yang sedang melakukan safar (perjalanan) dibolehkan untuk berbuka, berdasarkan keumuman firman Allah ta’ala yang artinya,

وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“Dan barang siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain.” (Qs. Al-Baqarah: 185)

Namun, untuk menimbang mana yang lebih afdhal, apakah berbuka atau tetap berpuasa, maka dapat dilihat kepada tiga keadaan, yaitu: [Lihat Ensiklopedi Fiqh Wanita (I/457-458)]

Pertama: Perjalanan tersebut membuatnya berat (lemah) dalam menjalankan puasa dan menghalangi dirinya untuk berbuat kebaikan, maka ketika itu berbuka lebih baik baginya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat sekelompok orang yang sedang melakukan perjalanan, berdesakan dan seseorang sedang diteduhi karena dia sedang berpuasa,

لَيْسَ مِنْ الْبِرِّ الصَّوْمُ فِي السَّفَرِ

“Bukan termasuk kebaikan (baginya), berpuasa dalam perjalanan.” [Hadits shahih. Riwayat Bukhari dalam Shahih-nya (no. 1946) dan Muslim dalam Shahih-nya (no. 1115), dari Jabir radhiyallahu 'anhu]

Kedua: Perjalanan tersebut tidak membuatnya merasa berat (lemah) dalam menjalankan puasa dan tidak menghalanginya dalam melakukan kebaikan, maka berpuasa lebih baik baginya daripada berbuka. Hal ini berdasarkan keumuman firman Allah ta’ala yang artinya,

وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah: 184)

Ketiga: Perjalanan yang dilakukannya itu dirasa sangat berat olehnya dalam keadaan berpuasa dan dapat menyebabkan kematian apabila ia tetap berpuasa. Maka ketika itu, dia wajib untuk berbuka dan haram hukumnya berpuasa. Hal ini berdasarkan keumuman firman Allah ta’ala,

وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“… dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (Qs. An-Nisaa’: 29)

Sumber: muslimah.or.id

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com