SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Pencegahan dan Pemeriksaan Kanker (Bagian II): Bagaimana Pemeriksaan Kanker Yang Efektif?


moden
moden
6 months ago

预防癌症1.jpg

        Menurut WHO, deteksi dini kanker dapat sangat meningkatkan peluang penyembuhan kanker. Pemeriksaan kanker adalah cara yang paling penting dan paling efektif untuk mendeteksi kanker secara dini, juga merupakan cara penting untuk mencegah dan mengobati kanker. Namun, kanker memiliki berbagai jenis, dan berbagai jenis kanker di bagian tubuh yang berbeda memiliki karakteristik yang berbeda pula, sehingga metode pemeriksaannya juga berbeda. Pasti tidak akan ada orang yang akan melakukan semua jenis metode pemeriksaan kanker, ini tidak realistis juga tidak diperlukan. Jadi, bagaimana Anda melakukan pemeriksaan paling minim untuk mencegah kanker secara maksimal, berdasarkan kondisi Anda sendiri?

 

Pertama-tama, tidak ada satu pun jenis pemeriksaan dengan cakupan penuh. Setiap pemeriksaan hanya bisa memecahkan beberapa masalah. Jika hasil pemeriksaan kesehatan normal, tidak dapat disimpulkan bahwa tidak ada kanker. Skrining anti kanker adalah semacam metode pemeriksaan yang lebih profesional dan bertarget. Tujuannya adalah untuk mendeteksi tumor secara dini atau mengidentifikasi faktor risiko tinggi dan melaksanakan skrining bertarget bagi kelompok berisiko tinggi. 

Kedua, untuk mencegah kanker, meskipun tanpa gejala tetap harus melakukan pemeriksaan. Sejauh ini, sebagian besar kanker baru terdeteksi karena kondisi berikut:

1. Merasakan gejala, tidak nyaman, pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan kemudian terdeteksi;

 

2. Periksa ke rumah sakit karena penyakit lain, hasilnya secara kebetulan ditemukan jenis kanker tertentu;

 

3. Hasil dari pemeriksaan medis rutin ada kejanggalan, dilakukan pemeriksaan lanjutan dan ditemukan kanker;

4. Skring kanker bertarget, sama seperti pemeriksaan medis yang dilakukan secara rutin, hasilnya ada kejanggalan. 

        Jika kanker terdeteksi dini, angka kesembuhannya akan meningkat. Karena itu, saat belum mengalami gejala apa pun, sangat penting berinisiatif untuk memahami kondisi kesehatan Anda sendiri.

 

Jadi bagaimana Anda memeriksa kanker dengan benar?

Lingkungan hidup dan gaya hidup sehat, dan pemeriksaan medis rutin merupakan cara paling efektif untuk mencegah kanker dan menjaga kesehatan. Tapi dengan begitu banyak metode pemeriksaan, ingin melakukan semua jenis pemeriksaan sekaligus tidaklah realistis. Skrining kanker dapat dibagi menjadi dua tingkatan pemeriksaan. Skrining tingkat pertama adalah pemeriksaan umum, dan skrining tingkat kedua adalah pemeriksaan profesional bertarget. Biasanya orang yang sudah melakukan pemeriksaan umum tingkat pertama dan ditemukan kejanggalan atau berisiko tinggi akan disarankan untuk menjalani pemeriksaan professional bertarget tingkat kedua. 

 

Skrining tingkat pertama biasanya adalah pemeriksaan awal, biasanya memilih metode pemeriksaan simple yang konvensional dan minim luka.

 

Misalnya pemeriksaan darah lengkap, urine lengkap, tinja, USG abdomen, tiroid, palpasi payudara dan USG, pemeriksaan abdomen, pemeriksaan colok dubur, dan lain-lain. Metode-metode pemeriksaan ini bersifat primer, simpel dan penyaringan.

Setelah penyaringan, bagi yang memiliki risiko tinggi ataupun dicurigai kanker akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut (pemeriksaan profesional bertarget tingkat kedua)

Misalnya enhanced CT Scan ataupun langsung melakukan biopsy patologi, seperti melakukan kolonoskopi, endoskopi untuk mengampil sampel biopsi (pemeriksaan patologi adalah dasar diagnosis).

Melalui pemeriksaan bertarget, meskipun tidak dapat mendeteksi semua kanker stadium awal namun bisa mendeteksi tidak sedikit kanker stadium awal. Yang perlu dilakukan selanjutnya adalah bagaimana skrining dengan lebih efektif.  

Di bawah ini adalah pemeriksaan bertarget untuk beberapa tumor ganas umum:

Kanker Esofagus

Kelompok berisiko tinggi

Kebiasaan makan dan minum terlalu cepat dan panas, merokok, minum alkohol, penyakit barret esofagus, kelompok orang di daerah insiden tinggi kanker esofagus, dan lain-lain.

Saran pemeriksaan bertarget

Endoskopi, angiografi gastrointestinal bagian atas, enhanced CT Scan thoraks, dan lain-lain. Untuk usia di atas 50 tahun dapat melakukan endoskopi ataupun angiografi gastrointestinal bagian atas sekali dalam 5-10 tahun. 

Kanker Lambung

Kelompok berisiko tinggi

Riwayat keluarga: kerabat tingkat pertama, infeksi Helicobacter pylori dengan gastritis atrofi, "penyakit lambung lama" seperti tukak lambung yang tidak kunjung sembuh, polip lambung, lambung sisa pascaoperasi, dan lain-lain.

Kelompok orang berusia 50 tahun ke atas di daerah insiden tinggi kanker lambung, terutama yang memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan berkadar garam tinggi, makanan yang diasinkan, merokok, minum alkohol dengan jumlah banyak dalam jangka panjang.

Saran pemeriksaan bertarget

Gastroskopi, disarankan bagi orang-orang berusia 40 tahun ke atas yang berisiko tinggi untuk melakukan pemeriksaan ini sekali dalam 3-5 tahun, sedangkan untuk orang umum berusia 50 tahun ke atas melakukan pemeriksaan ini sekali dalam 5-10 tahun.

Kanker Hati

Kelompok berisiko tinggi

Hepatitis kronis (hepatitis B, hepatitis C), sirosis hati, konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang, orang-orang usia 50 tahun ke atas di daerah insiden tinggi kanker hati, riwayat keluarga, dan lain-lain.

Saran pemeriksaan bertarget

USG abdomen, AFP (sensitivitas AFP tinggi), CT.

Kanker Usus Besar

Kelompok berisiko tinggi

Riwayat keluarga, konsumsi produk daging olahan dengan lemak tinggi dan selulosa rendah dalam jangka panjang, riwayat polip usus, obesitas dan diabetes, kolitis ulserativa kronis, dan lain-lain.

Saran pemeriksaan bertarget

Kolonoskopi. Disarankan bagi yang berusia 50 tahun ke atas untuk melakukan tes FOBT (tes samar darah) sekali setiap tahun, dan melakukan endoskopi kolorektal serat optik atau barium enema angiografi sekali setiap 5-10 tahun. Jarak waktu kolonoskopi bisa dipersingkat bagi orang yang beresiko tinggi.

Kanker Paru

Kelompok berisiko tinggi

Usia 50-70 tahun, riwayat merokok lebih dari 30 bungkus tahun (bungkus tahun= jumlah bungkus rokok yang dihisap setiap hari X jumlah tahun merokok), perokok atau yang sudah berhenti merokok dalam 15 tahun terakhir, riwayat keluarga dengan kanker paru.

Saran pemeriksaan bertarget

CT dada resolusi tinggi dosis rendah; orang-orang berisiko tinggi dapat melakukan pemeriksaan ulang 1x dalam 3-5 tahun sesuai kondisinya, bahkan ada yang beranggapan bahwa orang-orang berisiko tinggi seperti perokok berat harus melakukan CT setahun sekali.

Saran lainnya, orang-orang sehat yang tidak merokok seharusnya melakukan sekali pemeriksaan saat berusia 50 tahun

Metode non-invasif lainnya adalah: pemeriksaan sitologi eksfoliatif pada sputum.

Kanker Payudara

Kelompok berisiko tinggi

Saran pemeriksaan bertarget

Riwayat keluarga dengan kanker payudara, mutasi gen BRCA1, menstruasi dini, kehamilan pertama di usia tua, obesitas, penggunaan estrogen yang tidak sesuai standar, dari pemeriksaan patologis pernah didiagnosis karsinoma lobular in situ atau displasia payudara, dan lain-lain.

Palpasi, mamografi

Wanita usia 30-40 tahun melakukan palpasi payudara setiap 1-3 tahun sekali (periksa sendiri atau ke dokter). Untuk wanita berisiko tinggi usia 40 tahun ke atas , lakukan juga mamografi.

Kanker Serviks

Kelompok berisiko tinggi

HPV yang terus menerus positif, riwayat keluarga

Saran pemeriksaan bertarget

Pap smear. Vaksin HPV dapat mencegah kanker serviks.

Orang-orang harus memilih jenis skrining pencegahan kanker yang sesuai dengan apakah ada faktor risiko seperti kebiasaan hidup, riwayat keluarga, dan lain-lain. Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari, mengubah beberapa kebiasaan buruk (seperti merokok dan minum alkohol berlebihan), dapat meningkatkan peluang Anda untuk mencegah kanker.

 

 

 

 

 

 

 

 



Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com