SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Pencegahan dan Pemeriksaan Kanker (Bagian I): Mengapa Hasil Pemeriksaan Tiap Tahun Normal Tetapi Malah Terdiagnosa Kanker Stadium Akhir?


moden
moden
6 months ago

 

        Seiring meningkatnya standar hidup, orang semakin memperhatikan kesehatan. Tidak sedikit orang yang melakukan pemeriksaan medis rutin setiap tahunnya untuk memastikan bahwa tidak ada masalah besar dalam tubuhnya. Akan tetapi, ada beberapa orang yang memiliki hasil pemeriksaan normal di tahun sebelumnya malah terdiagnosa kanker stadium akhir di tahun berikutnya, mengapa demikian?

        Pertama, pemeriksaan medis ≠ pemeriksaan kanker. Tujuan pemeriksaan medis setiap tahun adalah untuk mengukur tingkat kesehatan keseluruhan seseorang. Oleh karena itu, pemeriksaan medis rutin biasanya meliputi: tinggi badan, berat badan, pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan fungsi hati, ginjal, dan lain-lain. Pemeriksaan ini mencakup kondisi fisik dan organ vital kita dan biasanya dapat mendiagnosis penyakit kronis umum seperti hipertensi, lemak darah tinggi atau diabetes. Namun, ketika tubuh kita menderita kanker, sel-sel kanker itu biasanya diam-diam bersembunyi di dalam tubuh lalu perlahan tumbuh dan membesar menjadi tumor. Kebanyakan saat kanker masih pada stadium awal, tidak akan mempengaruhi indikator pada pemeriksaan medis. Dengan kata lain, pemeriksaan kesehatan biasa tidak dapat membantu kita mendeteksi kanker pada waktunya. 

        Kedua, tahap prakanker kanker lebih lama, kanker sulit terdeteksi saat stadium awal. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa biasanya sel kanker membutuhkan waktu lama untuk berkembang menjadi kanker, yaitu sekitar 15-20 tahun, ada yang bahkan hingga beberapa dekade. Sebagai contoh, sel epitel skuamosa esofagus normal berubah menjadi sel kanker mengalami dua tahap: displasia ringan dan displasia sedang. Displasia ringan dan sedang biasanya kembali normal setelah penyebabnya dihilangkan, sedangkan displasia berat dianggap lesi prakanker kanker esofagus, artinya ada kemungkinan untuk menjadi kanker. Dan sebuah sel kanker berkembang biak 20 kali selama 1-5 tahun untuk membentuk 10.000 massa sel abnormal, tetapi di saat ini tumornya hanya sebesar ujung jarum, sulit terdeteksi dari pemeriksaan biasa seperti rontgen dada.

        Ketiga, tahap pertumbuhan sel kanker relatif lebih pendek. Banyak kanker memiliki gejala yang jelas ketika sudah stadium lanjut. Bentuk perkembangbiakan sel kanker sama seperti sel normal, yaitu satu menjadi dua, dua menjadi empat, dan empat menjadi delapan. Pembelahan dan proliferasi sel seperti itu menyebabkan sel kanker membelah dari generasi ke generasi. Tetapi yang berbeda dengan sel normal adalah, karena sel kanker tidak mati dan hanya terakumulasi, sehingga populasi sel ini semakin lama akan semakin besar seperti bola salju. Oleh karena itu, setelah sel-sel kanker terakumulasi menjadi kanker stadium awal dan jumlahnya mencapai tingkat tertentu, jumlahnya akan meningkat dengan cepat hingga mencapai titik kritis di mana berbagai gejala muncul dan kemudian baru ditemukan dan diperhatikan. Sebagai contoh, satu sel kanker hanya seberat 1 ng (satu per satu milyar gram), dan kanker yang ditemukan di stadium awal biasanya seberat 1 gram. Pada 1 gram tumor terdapat sekitar 1 miliar sel kanker dan di antaranya sudah mengalami pembelahan sel sebanyak 30 kali. Dengan kata lain, kanker stadium awal yang ditemukan itu sebenarnya adalah keluarga besar dari 30 generasi sel kanker. Jadi seberapa besar keluarga sel kanker pada kanker stadium lanjut? Pada saat ini, berat tumor sekitar 0,1 kilogram, artinya total ada 100 miliar sel kanker dan 100 miliar sel kanker adalah keluarga besar dari 40 generasi sel kanker. Dari kelahiran sel kanker pertama hingga menjadi kanker stadium awal, sel kanker harus berkembangbiak sebanyak 30 generasi, lalu dari stadium awal menjadi stadium lanjut cukup berkembangbiak sebanyak 10 generasi lagi. Ini juga menunjukkan bahwa proses perkembangan kanker adalah percepatan, semakin lanjut stadiumnya, semakin cepat pula perkembangannya.

        Karena sel-sel kanker lebih tersembunyi pada tahap awal pertumbuhan, maka gejalanya pun tidak jelas. Oleh karena itu, banyak pasien yang pergi ke rumah sakit setelah mengalami gejala-gejala, sudah stadium lanjut. Meskipun pemeriksaan medis rutin tidak terlalu efektif dalam mendeteksi perkembangan awal kanker, tapi pemeriksaan ini akan sangat membantu dalam diagnosis penyakit kronis umum seperti hipertensi, lemak darah tinggi atau diabetes. Banyak kasus di mana kanker ditemukan setelah melakukan pemeriksaan lanjutan karena awalnya menemukan kondisi yang tidak normal saat pemeriksaan medis rutin, jadi peran pemeriksaan kesehatan juga tidak dapat dipungkiri. Oleh karena itu, pencegahan kanker yang efektif harus didasarkan pada pemeriksaan medis, melakukan beberapa pemeriksaan pencegahan kanker sesuai keadaan sebenarnya.

Sumber artikel:http://www.cancercenter.co.id/berita-kanker/5147.html

Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com