SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hukum Menunda Qodho Puasa Karena Hamil dan Menyusui


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
6 months ago

Pertanyaan

*#tanya ustad*...
Alhamdulillah saya waktu hari ke-8 ramadhan tahun lalu melahirkan anak pertama saya, jadi hutang puasa saya 22 hari. Saya pernah nyoba membayar hutang 1x tp produksi ASI saya menurun, apalagi saya kerja dan harus di pompa ASI nya, sehingga saya tdk puasa lgi karna takut ASInya kurang. Jadi hutang saya masih 21 hari. Bagaimana ustad, ini sudah mau ramadhan, apakah boleh saya bayar hutangnya nanti kalau anak saya sekiranya sudah di sapih?
Saat ini usia anak saya mau 11 bulan tapi minum ASI nya kuat sekali, bahkan dimalam hari sering minum ASI juga.
Mohon solusinya ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


โž–Jawaban Ustadz Mukhsin Suaidi, Lc, M.E.I ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ | Pembina Grup (Dewan Redaksi Salamdakwah.com)

Terkait hukum kerja di luar kalau kerja di tempat yang tidak ada pelanggaran syariat dan ada izin suami maka silahkan lanjutkan dengan tetap memperhatikan tugas ibu dan istri dalam keluarga.
Kalau kerjanya ada pelanggaran syariat seperti khalwat dengan non mahram, ikhtilaf yang mengantarkan kepada perzinaan atau menjadikan istri tidak melaksanakan tugas sebagai istri dan ibu maka cobalah mencari pekerjaan lain atau membuat pekerjaan di rumah.

Terkait menyusui yang menghalangi puasa maka menundanya boleh saat disapih maka Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya,

"Istri saya mempunyai kewajiban meng-qadha puasa Ramadhan selama tiga atau empat tahun. Dia tidak dapat berpuasa pada Ramadhan-Ramadahn tersebut karena hamil atau menyusui. Dan Ramadhan tahun ini dia sedang menyusui. Dia bertanya kepada Anda sekalin, apakah ada keringanan dengan memberi makanan fakir miskin? Sebab, dia merasa keberatan meng-qadha tiga atau empat kali Ramadhan.

Mereka menjawab,

"Dia boleh menunda qadha puasa jika sebabnya adalah hamil dan menyusui. Kapan saja ketika dia merasa mampu meng-qadha-nya maka dia wajib segera melakukannya, karena dia dihukumi seperti orang sakit.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (al-Baqarah: 185),

{ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุฑููŠุถู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽููŽุฑู ููŽุนูุฏูŽู‘ุฉูŒ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ุฃูุฎูŽุฑูŽ}

Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari- hari yang lain.
Dia tidak berkewajiban menggantinya dengan memberi makan fakir miskin.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Qu'ud selaku Anggota
Abdurrazzaq `Afifi selaku Wakil Ketua Komite
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 10/221-222 pertanyaan pertama dari fatwa no.6608

@WAG Salamdakwah
Ahad 11 Sya'ban 1441 / 5 April 2020

http://www.salamdakwah.com/forum/13133-hukum-menunda-qodho-puasa-karena-hamil-dan-menyusui

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com