SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apabila Sudah Diniatkan Pemiliknya Untuk Dijual Maka Sejak Itulah Mulai Berjalan Hitungan Haul Barang Dagangan


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
6 months ago

APABILA SUDAH DINIATKAN PEMILIKNYA UNTUK DIJUAL MAKA SEJAK ITULAH MULAI BERJALAN HITUNGAN HAUL BARANG DAGANGAN


Bismillah.
Afwan, mau nanya
Orangtua mau menjual sebidang tanah atau kebun. Apakah wajib mengeluarkan zakat nya 2.5% ?
Jika ya harus salurkan kemana ?


➖Dijawab Oleh Ustadz Mukhsin Suaidi, Lc, M.E.I | Pembina Grup WA Salamdakwah (Dewan Redaksi salamdakwah.com)

Apabila tanah sudah diniatkan oleh pemiliknya untuk dijual maka tanah itu dikategorikan ke dalam barang dagangan dan sejak itu mulailah berjalan hitungan haul barang dagangan.

Sebagaimana kita ketahui bahwa barang dagangan wajib dizakati bila telah mencapai nishab dan telah berlalu haul (1 tahun Hijriah).

Bila tanah yang akan dijual harganya menyamai nilai 20 dinar emas (emas 24 karat 85 gram) atau 200 dirham (perak 595 gram) atau lebih maka tanah yang akan dijual itu telah mencapai nishab dan tinggal menghitung haulnya.

Apabila sudah mencapai haul sedangkan barang belum terjual maka zakat tetap dikeluarkan.

Bila tanah itu laku sebelum haulnya lewat dan uangnya tetap disimpan maka haulnya melanjutkan haul tanah dan tidak menghitung dari awal. 

Bila digabung antara haul tanah dan haul uang ternyata menjadi sempurna satu haul maka uang itu dizakati.

Apabila tanah itu terjual sebelum haul berlalu kemudian hasil penjualan dibelikan barang yang tidak kena zakat maka tidak ada zakat atas penjualan tanah itu.

Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa pernah ditanya,

"Seorang laki-laki menyiapkan sebidang tanah untuk dijual dan tanah tersebut sudah beberapa kali mencapai masa haul (satu tahun Hijriah) sebelum berhasil dijual. Lalu, bagaimana cara mengeluarkan zakatnya? Apakah ia harus menghitung harga tanah tersebut setiap tahun, lalu ia keluarkan jumlah yang diwajibkan meskipun belum berhasil ia jual? Apakah ia wajib mengeluarkan zakatnya untuk semua tahun yang telah berlalu setelah ia berhasil menjual dalam rentang waktu bertahun-tahun? Atau ia hanya wajib mengeluarkan zakatnya untuk satu tahun saja? Dan jika yang diwajibkan itu adalah mengeluarkan zakatnya setiap tahun, sementara pemiliknya tidak punya uang untuk dikeluarkan sebagai zakatnya, maka apakah kewajiban zakat tersebut menjadi gugur, atau terhitung sebagai hutang?
Wassalamu`alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh"

Mereka menjawab:

Wajib setiap tahun mengeluarkan zakat tanah yang disiapkan untuk dijual, jika tanah tersebut sudah mencapai masa haul dan juga mencapai nishab (ukuran wajib zakat), baik dengan sendirinya atau ditambah dengan harta lainnya yang juga wajib dizakatkan, berupa emas, perak atau barang dagangan.

Zakat tanah tersebut dikeluarkan berdasarkan kepada harganya pada waktu mencapai masa haul tersebut.

Apabila si pemilik tidak memiliki uang untuk dikeluarkan sebagai zakat tanah tersebut, maka itu tetap menjadi hutangnya sampai ia memiliki uang. Setelah itu, barulah ia keluarkan zakatnya untuk diserahkan kepada para fakir miskin.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Abdullah bin Ghadyan (Anggota)    
Abdurrazzaq `Afifi (Wakil Ketua)    
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)

Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 8/94 Fatwa Nomor: 14670 

Untuk nilai zakat, yang dijadikan adalah nilai tanah saat masa zakat itu tiba.

Ulama' yang duduk di al-Lajnah ad-Daimah pernah ditanya:

“Beberapa bidang tanah yang dibeli untuk diperdagangkan, bagaimana kewajiban menghitung zakatnya, apakah menghitung zakatnya sesuai dengan harga beli atau dengan harga perkiraan pada saat masa haulnya berakhir ?

Mereka menjawab:

“Tanah yang dibeli untuk diperjual belikan termasuk barang dagangan, kaidah umum dalam syari’at Islam bahwa semua barang dagangan diperkirakan harganya pada saat akhir masa satu tahun, tanpa melihat harga pada awal membelinya, baik harganya lebih mahal pada saat diwajibkannya zakat atau lebih murah dari harga belinya. Zakatnya dibayarkan sesuai dengan nilainya, jumlah yang wajib dibayarkan adalah 1/40 atau 2,5 %, jika sebidang tanah harganya 1.000 Riyal misalnya, maka zakatnya adalah 25 Riyal dan demikian seterusnya”.

(Fatawa Lajnah Daimah: 9/324-325)

Wallahu ta'ala a'lam


@WAG Salamdakwah
Jumuah 10 Jumadil Akhir 1440 H / 15 Februari 2019

============================

http://www.salamdakwah.com/forum/12757-apabila-sudah-diniatkan-pemiliknya-untuk-dijual-maka-sejak-itulah-mulai-berjalan-hitungan-haul-barang-dagangan

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com