SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hukum Makan


ummu sekar
ummu sekar
8 years ago

Pada asalnya hukum bejana adalah halal dan mubah dengan dasar firman Allah yang artinya :
Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu. (Qs al-baqarah: 29).
Dalam ayat yang mulia ini Allah menganugerahkan kepada manusia semua yang ada di muka bumi ini. Allah tidak akan menganugerahkan kecuali yang mubah. Karena tidak ada anugerah dalam larangan. Sehingga semua yang Allah ciptakan diatas bumi ini adalah halal untuk kiya kecuali ada larangan Allah dan rasulNya. Oleh karena itu semua bejana baik dari besi, tembaga, kunungan dan lain-lainnya halal dan mubah digunakan kecuali yang Allah larang seperti emas dan perak. Ada bejana yang diharamkan Allah digunakan untuk makan dan minum yaitu bejana emas dan perak

Pengharaman makan dan minum pada bejana emas dan perak.

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُما قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لاَ تَشْرَبُوْا فِيْ آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ، وَلاَ تَأْكُلُوْا فِيْ صِحَافِهِمَا، فَإِنَّهَا لَهُمْ فِي الدُّنْيَا، وَلَكُمْ فِي الآخِرَةِ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Dari Hudzaifah Ibnul Yaman z , ia berkata, Rasulullah n bersabda,”Janganlah kamu minum dengan gelas (yang terbuat) dari emas dan perak, dan jangan pula kamu makan pada piring yang terbuat dari emas dan perak, karena sesungguhnya yang seperti itu adalah untuk mereka (orang kafir) di dunia, dan buat kamu di akhirat.” (Muttafaq ‘alaihi).

Biografi Sahabat Periwayat Hadits.
Beliau adalah Hudzaifah bin al-yamaan bin Jaabir al-‘Abasi –Radhiyallahu ‘anhuma-. Nama al-Yaman adalah Husail sebagaimana ada dalam satu riwayat dalam shahih muslim.
Hudzifah dan bapaknya masuk islam dan keduanya ingin ikut serta dalam perang Badar, namun dihalang-halangi orang-orang musyrik. Namun keduanya akhirnya ikut serta dalam perang Uhud lalu tanpa sengaja kaum muslimin membunuh al-yamaan , karena mereka tidak mengenalnya.
Hudzaifah meriwayatkan banyak hadits dari nabi shalallahu’alaihi wassalam dan beliau dikenal sebagai Shahibussir , karena Nabi shalallahu ‘Alaihi wassalam merahasiakan kepadanya nama-nama orang-orang munafik yang ingin mengadakan makar kepada Nabi shalallahu ‘alahihi wassalam ketika kepulangan beliau dari Tabuuk.
Hudzifah bin al-Yamaan ikut serta dalam perang Khondak dan setelahnya, juga ikut serta dalam menaklukkan Iraaq . Kholifah Umar bin al-Khaththab menganggkatnya sebagai gubernur kota Madaain dan terus tinggal disana hingga wafat tahun 36 H setelah empat puluh malam dari terbunuhnya kholifah Utsman bin Affan.

TAKHRIJUL HADITS
Shahih. Riwayat Bukhari dalam kitab al-Ath’imah bab al-Akl Fi Inaa` Mufadhdhadh no.5426, 5632, 5633, 5831, 5837 dan Muslim, juz 6 hlm.136 dan 137 di kitab Libas) dan lain-lain.

Penjelasan Kosa Kata Hadits.
(لاَ تَشْرَبُوْا) : janganlah minum. Obyek pembicaraannya adalah untuk kaum lelaki yang hadirs dimajlis tersebut, namun juga masuk seluruh lelaki dan wanita baik yang hadirs maupun yang tidak.
(فِيْ صِحَافِهِمَا) kata ash-Shihaaf adalah bentuk plurals dari Shahfah (صحفة) yaitu benajan yang bisa buat mengenyangkan lima orang. Nampaknya hal ini bukan tujuannya, karena bejana yang hanya cukup untuk seorang saja juga diharamkan dipakai buat makan dan minum apabila terbuat dari emas dan perak.
(فَإِنَّهَا لَهُمْ فِي الدُّنْيَا، وَلَكُمْ فِي الآخِرَةِ) kalimat yang menjelaskan sebab larangannya. Pengertiannya adalah orang kafir adalah orang yang menggunakan bejana emas dan perak didunia; karena mereka tidak memiliki agama yang melarang hal tersebut, sehingga kalian wahai kaum muslimin dilarang meniru mereka dan hal itu untuk kalian diakherta sebagai balasan karena kalian tidka menggunakannya didunia. Bejana emas dna perak tidak diberikan pada mereka diakherat sebagai balasan atas kemaksiatan mereka di dunia. Ada juga beberapa hadits lain yang menjelaskan hal ini, diantaranya:
Hadits al-Bara` bin ‘Azib yang diriwayatkan imam Muslim berbunyi:
أمرنا رسول الله صلّى الله عليه وسلّم بسبع ونهانا عن سبع، ومنها: «وعن الشرب في الفضة، فإنه من شرب فيها في الدنيا لم يشرب فيها في الآخرة»
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam memerintahkan kami dalam tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara: diantaranya: dari minum dari bejana perak, karena siapa yang minum darinya di dunia tidak akan minum darinya di akherat.

Ustadz Kholid Syamhudi

Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com