SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Amalan Nisyu Syaban Menurut Islam


Feby ummu maryam
Feby ummu maryam
8 years ago

Pertanyaan:

ana dapat BBM seperti ini :Karena malam minggu ini adalah malam nifsyu sya'ban (tutupnya buku amal)..

Sebelum terlambat..

Saya ijin mengajukan permintaan maaf dengan ikhlas dan tulus kepada semuanya..saudara,rekan,senior,keluarga,sahabat..semua yang terikat tali silaturahmi..

Mohon maaf atas semua kesalahan saya..baik sengaja atau tidak..

NABI MUHAMMAD SAW bersabda: "barang siapa yg mengingatkan kedatangan bulan ini..HARAM API NERAKA bagi nya"O:)

Mohon МƋƌƒ Чα̲̅α̅ atas sala n khilaf ¢ђ∂ dalam berkata maupun cerita. Apa ada hadis nya? Syukron atas perhatiannya...



Jawaban:



Amalan Nisfu Sya’ban Menurut Islam



Bagaimana dengan amalan malam Nisfu Sya’ban yang dilakukan oleh banyak orang? Apakah amalan nisfu sya’ban dibenarkan menurut agama Islam?



Jawaban ustadz mengenai amalam Nisfu Sya’ban Ada beberapa riwayat yang shahih tentang keutamaan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, tetapi tanpa mengkhususkan sebagian hari-harinya, di antaranya:



َّالِإ ُهَّلُك َناَبْعَشُمْوُصَي َناَكَف،َناَبْعَش ْيِفُهْنِم ٍرْهَش ْيِفُهُتْيَأَر اَمَو،َناَضَمَر َّالِإ ُّطَق ٍرْهَش َماَيِص َلَمْكَتْسِا َمَّلَس َو ِهْيَلَعُهللا ىَّلَص ِهللاُلْوُسَر ُتْيَأَر اَم:ْتَلاَق اَهْنَع ُهللا َيِضَر َةَشِئاَع َّنَأ



Sesungguhnya Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Aku tidak pernah sekali pun melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali (pada) bulan Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau (banyak berpuasa -ed) dalam suatu bulan kecuali bulan Sya’ban. Beliau berpuasa pada kebanyakan hari di bulan Sya’ban.” (HR. al-Bukhari: 1868 dan HR. Muslim: 782)



Dalam hadits yang lain, Usamah bin Zaid berkata,



ٌمِئاَص اَنَأ َو ْيِلَمَع َعَفْرُي ْنَأ ُّبِحُأَف،َنْيِمَلاَعْلا ِّبَر ىَلِإ ِهْيِفُلاَمْعَألْا ُعَفْرُت ٌرْهَش َوُه َو،َناَضَمَر َو ٍبَجَر َنْيَب ُهْنَعُساَّنلاُلِفْغَي ٌرْهَش َكاَذ :َلاَق ،َناَبْعَش ْنِمُمْوُصَت اَم ِرْوُهُّشلا َنِمُمْوُصَت َكَرَأ ْمَل



“Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa dalam beberapa bulan seperti puasamu di bulan Sya’ban. Beliau menjawab, ‘Itu adalah satu bulan yang manusia lalai darinya. (Bulan itu adalah) bulan antara Rajab dan Ramadan, dan pada bulan itu amalan-amalan manusia diangkat kepada Rabbul ‘alamin, maka aku ingin supaya amalanku diangkat pada saat aku berpuasa.’ ” (HR. an-Nasa’i: 1/322, dinilai shahih oleh al-Albani dalam Irwa’ al-Ghalil: 4/103)



ADAPUN PENGKHUSUSAN HARI2 T'TENTU pada bulan Sya’ban untuk berpuasa atau qiyamul lail, seperti PADA MALAM NISFU SYA'BAN, maka hadits-HADITSNYA LEMAH BAHKAN PALSU.



Di antaranya adalah hadits:



ُرْجَفْلا َعُلْطَي ىَّتَح اَذَك َالَأ اَذَك َالَأُهَيِفاَعُأَف ىًلَتْبُم َالَأ ُهَقُزْرَأَف ٌقِزْرَتْسُم َالَأُهَل َرِفْغَأَف ْيِل ٍرِفْغَتْسُم ْنِم َالَأ ُلْوُقَيَف اَيْنُّدلا ِءاَمَس ىَلِإ ِسْمَّشلا ِبْوُرُغِل اَهْيِفُلِزْنَي َهللا َّنِإَف اَهَراَهَن اْوُمْوُصَو اَهَلْيَل اْوُمْوُقَف َناَبْعَش ْنِم ُةَلْيَل ْتَناَك اَذِإ



“Jika datang malam pertengahan bulan Sya’ban, maka lakukanlah qiyamul lail, dan berpuasalah di siang harinya, karena Allah turun ke langit dunia saat itu pada waktu matahari tenggelam, lalu Allah berkata, ‘Adakah orang yang minta ampun kepada-Ku, maka Aku akan ampuni dia. Adakah orang yang meminta rezeki kepada-Ku, maka Aku akan memberi rezeki kepadanya. Adakah orang yang diuji, maka Aku akan selamatkan dia. Adakah demikian dan demikian?’ (Allah mengatakan hal ini) sampai terbit fajar.” (HR. Ibnu Majah: 1/421; HR. al-Baihaqi dalam Su’abul Iman: 3/378)



Keterangan (hadits lemah nisfu sya’ban di atas -red):



Hadits ini dari jalan Ibnu Abi Sabrah, dari Ibrahim bin Muhammad, dari Mu’awiyah bin Abdillah bin Ja’far, dari ayahnya, dari Ali bin Abi Thalib, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.



Hadits ini adalah hadits maudhu’/palsu, karena perawi bernama Ibnu Abi Sabrah tertuduh berdusta, sebagaimana dalam Taqrib milik al-Hafidz. Imam Ahmad dan gurunya (Ibnu Ma’in) berkata tentangnya, “Dia adalah perawi yang memalsukan hadits.”[1]



Maka dari sini kita ketahui bahwa hadits tentang fadhilah (keutamaan –ed) menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dan berpuasa di siang harinya tidaklah sah dan tidak bisa dijadikan hujjah (argumentasi). Para ulama menyatakan hal itu sebagai amalan bid’ah dalam agama.[2]



=== Catatan kaki:

[1] Lihat Silsilah Dha’ifah, no. 2132.

[2] Lihat Fatawa Lajnah Da’imah: 4/277, fatwa no. 884.



Dijawab oleh Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali pada Majalah Al-Furqon, Edisi Khusus, tahun ke-9, 1430 H/2009 M.

(Dengan beberapa pengubahan tata bahasa dan aksara oleh redaksi www.konsultasisyariah.com)
Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com