SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hukum Memberikan Pelatihan Kepada Karyawan Di Perusahaan Ribawi


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
1 week ago

Question Answer❓

BAGAIMANA HUKUM MEMBERIKAN PELATIHAN KEPADA KARYAWAN DI PERUSAHAAN RIBAWI ?


Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Ustadz.

Saya bekerja sebagai trainer lepas untuk bidang pelayanan dan marketing. Klien saya beragam mulai dari BUMN sampai swasta. Beberapa kali saya mendapat tawaran untuk memberikan pelatihan pelayanan di perusahaan pembiayaan (leasing dan semacamnya). Saya ragu hendak menerimanya.

Mohon mendapat penjelasan boleh atau tidak saya memberikan pelatihan pelayanan dan marketing kepada karyawan perusahaan ribawi, seperti perusahaan pembiayaan tersebut?

Semoga bisa dibantu.

Jazaakumullahu khairan wabarakallahu fiikum.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

✏Dijawab Ustadz Abu Salma Muhammad

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

1⃣ Semua pekerjaan yang mubah dan halal secara asal adalah juga mubah dan halal. Kecuali apabila ada unsur haram yang dapat memalingkan hukumnya.


2⃣ Di dalam kaidah dikatakan :
الوسائل لها حكم المقاصد

Sarana itu memiliki hukum yang sama dengan tujuannya.
Tapi dengan syarat bahwa sarana (wasilah) ini secara asal memang mubah.


3⃣ Lebih rinci dari kaidah di atas, dikatakan :
وسيلة الواجب واجبة و وسيلة المندوب مندوبة و وسيلة المحروة محرمة

Sarana yang mengantarkan kepada yang wajib maka wajib pula hukumnya, yang mengantarkan ke yang sunnah juga sunnah hukumnya, dan yang mengantarkan kepada keharaman juga haram hukumnya.


4⃣ Hukum sarana terhadap tujuannya, ada 3 kondisi (menurut paparan Abdullah al-Anzî)


➖Kondisi 1 :
ما يكون إفضاؤه إلى المفسدة نادرا قليلا، فالحكم بالإباحة ثابت له بناء على الأصل.

Apabila sarana itu membawa kepada mafsadat yang langka dan sedikit. Maka hukum bolehnya tetap berlaku berdasarkan hukum asal.


Contoh 1 : menanam anggur, tidak mempengaruhi hukumnya apabila ada sebagian orang yang menjadikan anggur itu sehingga khamr.


Contoh 2 : seorang pria yang mengajar kaum wanita saat dibutuhkan selama aman dari fitnah.


Contoh 3 : keluarnya kaum wanita dari rumah untuk kemaslahatan mereka, ke masjid, belajar, dll, selama aman dari fitnah.


Dll.


Kondisi² ini maka ditimbang maslahat dan madharatnya.
فإن كان جانب المصلحة راجحا -وهو الأصل في المباحات- فلا تمنع بدعوى (سد الذرائع) لمجرد ظن المفسدة، أو لورودها لكنها ضعيفة في مقابلة المصلحة.

Jika sisi maslahatnya lebih kuat maka asalnya mubah. Tidak otomatis terlarang hanya karena klaim "menutup pintu keburukan", ada munculnya keburukan namun lebih lemah jika dibandingkan maslahatnya.


➖Kondisi 2 :
ما يكون إفضاؤه إلى المفسدة كثيرا غالبا

Wasilah yang lebih menyebabkan kerusakan lebih besar secara umum.
Jadi, madharatnya lebih nyata dan besar daripada maslahatnya.


Contoh 1 : menjual pedang dan senjata di kala terjadi fitnah kekerasan, tawuran antar warga, dll.


Contoh 2 : menyewakan bangunan yang digunakan untuk maksiat, seperti diskotek, pub, dll.


Contoh 3 : melatih seseorang dan ilmunya diduga kuat atau diketahui digunakan untuk maksiat.


➖Kondisi 3
Yang samar atau syubuhat, maka secara asal boleh namun hendaknya ditinggalkan.

📌Kesimpulan :
Jika ilmu yang diajarkan diduga kuat digunakan untuk maksiat, mengembangkan dan menyebarkan riba, maka tidak boleh mengajarkan ilmu tersebut SAAT KONDISI SEPERTI INI.

Wallâhu a'lam.

✍@abinyasalma
____________________
Dipost Ustadz Abu Salma Muhammad -hafizhahullah- Arbi'a 21 Al-Muharram 1439 H / 11 Oktober 2017

http://www.salamdakwah.com/forum/11113-hukum-memberikan-pelatihan-kepada-karyawan-di-perusahaan-ribawi

Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2017 - Www.SalamDakwah.Com