SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Ukuran Fidyah dan Cara Membayarnya


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
2 months ago

โ“Tanya

Berapakah ukuran fidyah dan bagaimana cara membayarnya?

โž–โž–โž–

๐Ÿ“ Dijawab Oleh Ustadz Amir As Soronji, Lc:

Ukuran fidyah yang wajib dikeluarkan;

โ— Pembayaran fidyah boleh dilakukan dengan cara membuat suatu hidangan, lalu mengundang orang-orang miskin sejumlah hari yang ditinggalkan untuk memakan hidangan tersebut sampai kenyang. Sebagaimana diriwayatkan dari Anas bin Malik radiallahu'anhu:

ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ุถูŽุนูููŽ ุนูŽู†ู ุงู„ุตูŽู‘ูˆู’ู…ู ุนูŽุงู…ู‹ุงุŒ ููŽุตูŽู†ูŽุนูŽ ุฌูŽูู’ู†ูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ุซูŽุฑููŠู’ุฏูุŒ ูˆูŽุฏูŽุนูŽุง ุซูŽู„ูŽุงุซููŠู’ู†ูŽ ู…ูุณู’ูƒููŠู’ู†ู‹ุงุŒ ููŽุฃูŽุดู’ุจูŽุนูŽู‡ูู…ู’.

โ€œBahwasanya ia pernah tidak mampu berpuasa selama setahun (tiga puluh hari di bulan Ramadhan), maka ia pun membuat makanan satu nampan besar dan mengundang tiga puluh orang miskin (untuk makan) sehingga ia membuat mereka semua kenyang.โ€

(H.R Daruquthni dalam Sunannya (no 2390), Syaikh Al-Albani berkata dalam Irwa al-Ghalil (IV/21-22): Sanadnya shahih

โ— Boleh juga membayar fidyah dengan makanan pokok (makanan pokok di negeri kita, seperti beras), sebagaimana diriwayatkan oleh Daruquthni dalam Sunannya dan ia menshahihkannya melalui jalur Manshur, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas radiallahu'anhuma, beliau membaca:

(ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูŠูุทูŽูˆูŽู‘ู‚ููˆู†ูŽู‡ู)ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‡ููˆูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุฎู ุงู„ู’ูƒูŽุจููŠุฑู ุงู„ูŽู‘ุฐูู‰ ู„ุงูŽ ูŠูŽุณู’ุชูŽุทููŠุนู ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ูŽุŒ ููŽูŠููู’ุทูุฑู ูˆูŽูŠูุทู’ุนูู…ู ุนูŽู†ู’ ูƒูŽู„ูู‘ ูŠูŽูˆู’ู…ู ู…ูุณู’ูƒููŠู’ู†ู‹ุง ู†ูุตู’ููŽ ุตูŽุงุนู ู…ูู†ู’ ุญูู†ู’ุทูŽุฉู.

โ€œDan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi Makan seorang miskin.โ€ (Q.S Al'Baqarah: 184)

Lalu Ibnu Abbas radiallahu'anhuma berkata: โ€œYaitu orang yang sudah tua dan tidak mampu menjalankan puasa, maka ia boleh berbuka dan memberi makan satu orang miskin setiap hari sebanyak setengah shaโ€™ gandum.โ€

(H.R Daruquthni dalam Sunannya (no. 2386)

Al-Lajnah ad-Daimah li al-Buhuts al-โ€˜Ilmiyyah wa al-Iftaโ€™ (Komisi Fatwa Saudi Arabia) menetapkan bahwa ukuran fidyah adalah setengah shaโ€™ dari makanan pokok di negeri masing-masing.

(Fatawa al-Lajnah ad-Daimah li al-Buhuts al-โ€˜Ilmiyyah wa al-Iftaโ€™ (X/198, no. 1447)

Satu shaโ€™ sama dengan 4 mud. Ukuran satu shaโ€™ jika diperkirakan dengan ukuran timbangan adalah sekitar 3 kg.

(Lihat Majmuโ€™ Fatawa wa Maqalat Mutanawwiโ€™ah (XIV/201). Berarti setengah shaโ€™ kira-kira 1,5 kg.

Membayar fidyah bisa dilakukan dengan dua cara:

Pertama, dibayar secara satu per satu atau dicicil. Kedua, dibayar secara sekaligus. Yaitu setelah ia melalui semua hari yang ia tidak berpuasa padanya, kemudian ia mengundang orang miskin sesuai jumlah hari yang ia tinggalkan. Misalnya seseorang tidak berpuasa sebulan penuh. Maka dia memberi makan tiga puluh orang miskin, sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Anas bin Malik radiallahu'anhu. Membayar Fidyah boleh dilakukan ketika masih dalam bulan Ramadhan, dan boleh juga dilakukan di luar Ramadhan. Dengan ketentuan dia harus sudah melewati hari yang ia tidak berpuasa padanya.

Lihat Asy-Syarh al-Mumtiโ€™ (VI/326)

Adapun membayar fidyah dalam bentuk uang, maka hukumnya tidak boleh. Karena dalam nash dalil disebutkan dengan lafazh โ€œmemberi makanโ€. Allah Taโ€™ala berfirman:

ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูŠูุทููŠู‚ููˆู†ูŽู‡ู ููุฏู’ูŠูŽุฉูŒ ุทูŽุนูŽุงู…ู ู…ูุณู’ูƒููŠู†ู

โ€œDan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi Makan seorang miskin.โ€ (Q.S Al-Baqarah:184)

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin rahimahullah, ketika ditanya tentang hukum membayar fidyah dengan uang, maka beliau menjawab sebagai berikut:

โ€œWajib atas kita untuk mengetahui salah satu kaidah penting, yaitu bahwa apa yang Allah sebutkan dengan lafazh โ€œAl-Ithโ€™amโ€ atau โ€œAth-Thaโ€™amโ€ (memberikan makan) maka harus benar-benar ditunaikan dalam bentuk makanan. ... Jadi jika disebutkan dalam dalil dengan lafazh โ€œAl-Ithโ€™amโ€ atau โ€œAth Thaโ€™amโ€ (memberikan makan) maka tidak bisa diwakili/diganti dengan dirham (uang). Oleh karena itu orang yang sudah lanjut usia yang berkewajiban memberi makan sebagai ganti dari puasa (yang ia tinggalkan), maka tidak bisa diganti dalam bentuk uang. Walaupun dia membayar dalam bentuk uang senilai dengan harga makanan sebanyak sepuluh kali, maka hal itu tidak bisa menggugurkan kewajibannya. Karena itu merupakan perbuatan melanggar ketentuan yang ditetapkan oleh nash (dalil).โ€

(Majmuโ€™ Fatawa wa Rasaโ€™il Fadhilati as-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (XIX/116-117)

โœ Amir As-Soronji

________________________________

Dipost Ustadz Amir As Soronji, Lc -hafizhahullah- Itsnain 17 Ramadhan 1438 H / 12 Juni 2017

๐ŸŒ http://www.salamdakwah.com/forum/10833-ukuran-fidyah-dan-cara-membayarnya

ixaveju
ixaveju
1 month ago

[url=http://100mg-viagracanada.com/]100mg-viagracanada.com.ankor[/url] sertralinezoloftonline.com.ankor http://20mg-tadalafil-lowest-price.com/

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2017 - Www.SalamDakwah.Com