SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Mengkhitbah, Begini Islam Mengaturnya dan Wajib Ditaati (Pemuda Harus Tahu)


Sijai
Sijai
1 week ago

instagramcom lanaumaisy (1).png

Khitbah adalah proses ketika seorang laki-laki datang kepada keluarga perempuan dan meminang anak perempuannya untuk dinikahi. Proses lamaran adalah awal dan perjanjian untuk menikah.

Kalau keluarga perempuan sudah setuju dan sepakat untuk menikahkan anak perempuannya kepada pelamarnya, maka proses khitbah sudah selesai dan kalau sudah dialamar maka ada beberapa hukum dan aturan yang harus ditaati, yaitu:

  • Perempuan yang dilamar masih tetap sebagai non-mahram bagi laki-laki yang melamarnya

    Lamaran dan tunangan adalah proses persiapan ke arah pernikahan. Walaupun sudah dilamar, maka perempuan itu masih tetap sebagai non-mahram bagi laki-laki yang melamarnya dan haram bagi keduanya untuk berduaan. Laki-laki si pelamar itu juga haram untuk menyentuh perempuan yang ia lamar, dan semua hal yang diharamkan bagi seorang laki-laki terhadap perempuan non-mahram.

  • Laki-laki boleh melihat wanita yang dilamar

    Bagi laki-laki yang melamar dibolehkan untuk melihat wanita yang dia lamar dengan batasan yang biasa dibuka untuk anggota keluarganya seperti wajah, wambut, kedua telapak tangannya, kedua tangannya, kedua kakinya, ujung kakinya dan sejenisnya. Tujuannya adalah untuk mengenal lebih dekat tentang sifat dan dan kecantikan calon istrinya sebelum menikah tetapi hanya boleh dilihat sekilas saja, tidak boleh berulang-ulang  dan harus ditemani keluarganya serta tidak boleh meraba anggota tubuhnya.

    Nabi Muhammad (SAW)  telah menjelaskan sebab diperbolehkannya melihat calon istri, karena kalau seorang laki-laki terpesona melihat perempuan dalam kondisi alami tanpa didandani maka akan menjadikanhubungan keduanya bisa bertahan lama setelah pernikaha  nanti.

    Ketika Nabi Muhammad (SAW)  bertanya kepada kepada seorang sahabatnya setelah melamar seorang wanita, "Apakah engkau melihatnya?" Dia menjawab, "Tidak," Nabi (SAW) menjawab,  "Lihatlah wanita itu karena itu akan membantu melanggengkan pernikahan kalian." (HR. At-Tirmidzi, no 1087)
  • Laki-laki dilarang melamar wanita yang sudah dilamar laki-laki lain

    Seorang laki-laki dilarang melamar wanita yang sudah dilamar laki-laki lain, kecuali jika sudah jelas informasinya bahwa keluarga perempuan menolak laki-laki yang melamarnya lebih dulu, atau mereka sudah membatalkan lamarannya. Nabi Muhammad (SAW) bersabda, "Seorang laki-laki tidak boleh melamar (perempuan) yang sudah dilamar orang lain." (HR. Al-Bukhari, no. 4848)

Keluarga perempuan harus menerima laki-laki yang meminang sebagai menantunya, jika memang laki-laki itu orang yang yang taat beragama dan berakhlak mulia. keluarga perempuan juga harus mempermudah proses pernikahannya sesuai dengan kemampuannya. Nabi Muhammad (SAW) bersabda, 

"Kalau ada seorang laki-laki yang taat agama dan berakhlak mulia datang melamar anak perempuan kalian, maka nikahkanlah kepadanya. Kalau tidak, maka akan terjadi fitanah di atas muka bumi ini dan kehancuran besar." (At-Tirmidzi, no. 1084 dan Ibnu Majah)

 Seorang laki-laki muslim harus memilih seorang perempuan yang shalihah dengan latar belakang pendidikan agama yang kuat dan memperharikan karakter lainnya yang dia inginkan dari perempuan pilihannya. Ini mengingat dia akan menjadi ibu bagi anak-anaknya kelak dan menjadi mitra  dalam membentuk keluarga.

Dalam anjurannya untuk menikahi wanita shalihah sambil mengingatkan akibat baik dari pilihan jodoh. Nabi Muhammad (SAW) bersabda,

"Sesungguhnya seorang perempuan dinikahi atas dasar empat perkara: karena hartanya, karena keturunanya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah karena agama, maka tanganmu (dirimu) akan selamat." (HR. Al-Bukhari, no. 4802)

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2017 - Www.SalamDakwah.Com