SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Mengqodho Puasa Istri Yang Sudah Meninggal atau Sakit


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
2 years ago

❓Tanya

Assalaamu'alaikum Ustadz...

Apakah suami boleh mengqodho puasa istri, apabila istrinya sudah meninggal atau sedang sakit ? Jazaakallahu khayran

➖➖➖

📝 Dijawab Oleh Ustadz Abu Salma Muhammad

بــسم للّٰـه وعلـيكم الســلام ورحمـة اللّٰه وبـركاتـه

Syaikh Ahmad Mamdûh dari Dârul Ifta memperincinya :

👉  Jika sang isteri masih hidup, namun ia sakit atau berhalangan puasa, maka tidak boleh diqodho'kan. Sang isteri sendiri yang wajib mengqodho (jika ia sembuh atau tidak berhalangan), atau mengganti dengan fidyah (jika sudah tidak mampu berpuasa)

👉  Jika sang isteri telah wafat dan meninggalkan hutang puasa yang belum dibayar, maka wali atau ahli warisnya *boleh* mengqodho'kannya, tapi _min bâb istihbâb la wujûb_ (termasuk sesuatu yang disukai tidak bersifat wajib/keharusan). Artinya jika ada yang menggantikan lebih baik, jika tidak ada yang menggantikan juga tidak apa apa. Dengan kata lain, afdholnya diqodho'kan. Dalilnya adalah saat Nabî ditanya seorang sahabat yang ibunya wafat sedangkan beliau memiliki tanggungan (hutang) puasa, apakah boleh berpuasa atasnya? Maka Nabî menjawab :

دين الله أحق أن يقضى

"Hutang Allâh lebih berhak untuk ditunaikan/diqodho".

Hal yang serupa difatwakan pula oleh al-Allamah Ibnu Bâz rahimahullâhu, ketika beliau ditanya :

السؤال:

 رجل توفيت زوجته وعليها قضاء من شهر رمضان، ما حكم القضاء عنها، ومن أحق بالقضاء: زوجها أو أولادها، وهل يجوز تجزئة القضاء على العائلة كل شخص يصوم يومًا، يعني توزع أيام القضاء على العائلة؟ 

الإجابة:

إذا كان منذ أن أفطرت الأيام من شهر رمضان لم تستطعالصيام حتى توفيت فليس عليها شيء، أما إن كانت قد صحت من المرض، ولم تقض، فالمشروع لورثتها وأقاربها قضاء ما عليها من الصيام؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم: «من مات وعليه صيام صام عنه وليه» (متفق على صحته)، ولا بأس بتوزيع الأيام بينهم.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم. 

من نحن خريطة

Artinya :

*PERTANYAAN :*

Seorang pria yang telah wafat isterinya sedangkan isteri trsebut punya tanggungan qodho  puasa Ramadhan. Apa hukum mengqodho'kannya puasa isterinya tersebut? Dan siapa yang lebih berhak mengqodho'kannya : suaminya ataukah Anak²nya? Bolehkah membagi jatah hutang puasanya ke keluarga nya setiap orang berpuasa sehari, yaitu membagikan hari² hutang puasa kepada anggota keluarganya?

*JAWABAN :*

➖Apabila sang isteri tersebut tidak lagi berpuasa saat bulan Ramadhan lantaran memang tidak mampu sampai ia wafat, maka dia tidak memiliki tanggungan hutang (qodho).

➖Namun jika ia pernah sehat setelah sakit, lalu ia belum mengqodhonya (kemudian ia wafat), maka *disyariatkan bagi ahli waris atau kerabatnya* mengqodho'kan puasanya tersebut. Hal ini sebagaimana sabda Nabi : "Barangsiapa yang meninggal sedangkan ia memiliki tanggungan (hutang puasa), maka hendaknya walinya berpuasa atasnya (yang mengqodho'kannya)." (disepakati keshahihannya).

*Tidak mengapa pula membagi hari² (tanggungan hutang puasa) tersebut di antara keluarganya*

Wabillahit taufiq...

*Sumber*: https://ar.islamway.net/

Wallahu a'lam bish showaab

✏ @abinyasalma

___________________

Dipost Ustadz Abu Salma Muhammad -hafizhahullah- Sabtu 16 Syaban 1438 H / 13 Mei 2017

🌏 http://www.salamdakwah.com/forum/10769-mengqodho-puasa-istri-yang-sudah-meninggal-atau-sakit

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com