SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Agarwood atau Kayu Gaharu, Kayu Termahal di Dunia


majrehayuzarsif
majrehayuzarsif
3 years ago

20140504_052148_gaharu.jpg

 

Gaharu ialah kayu berwarna kehitaman serta mengandung resin khas yang dihasilkan oleh sejumlah spesies pohon dari keluarga Aquilaria, terutama A. malaccensis. Resin ini dimanfaatkan dalam pengolahan parfum dan setanggi (aroma terapi) karena mengeluarkan bau harum. Gaharu mulai awal era modern (sekitar 2000 tahun yang lalu) sudah menjadi barang perdagangan dari Indonesia ke Afrika Timur, Persia, Jazirah Arab dan India.

Konservasi

Pada tahun 1994, konvensi CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) di USA menetapkan bahwa pohon gaharu jenis A. malaccensis masuk ke dalam Appendix II, yaitu tanaman yang dibatasi penjualannya. Keputusan tersebut diambil disebabkan karena populasi tanaman penghasil gaharu semakin berkurang di alam dikarenakan para pengusaha gaharu tidak bisa mengenali dengan benar mana tumbuhan yang sudah mengandung gaharu dan siap dipanen. Untuk mencari pohon pemroduksi gaharu, para pengusaha menebang puluhan ribu pohon yang salah (tidak menghasilkan gaharu) sehingga jumlah pohon tersebut sangat menurun. Pada tahun 2000, Indonesia mengajukan agar semua penghasil gaharu alam yaitu keluarga Aquilaria dan Gyrinops dimasukkan ke dalam daftar Appendix untuk membatasi penjualannya sehingga perdagangan gaharu harus memiliki izin dari CITES dan dalam jumlah tertentu. Hal ini dilakukan untuk memastikan spesies pohon gaharu alam dapat tumbuh dan tersebar dengan baik.

Proses Pembentukan
Gaharu diproduksi oleh tumbuhan sebagai respon dari mikroba yang sudah menuju ke dalam jaringan yang mengalami luka. Luka yang dialami tanaman berkayu dapat terjadi secara natural karena terdapatnya cabang dahan yang kulitnya terkelupas atau patah, maupun terjadi secara sengaja disebabkan penggergajian dan pengeboran yang diperbuat oleh manusia. Masuknya mikroba ke dalam jaringan tumbuhan dinilai sebagai benda berbahaya yang menyebabkan sel tanaman tumbuhan akan membuat suatu senyawa fitoaleksin yang berfungsi sebagai perlindungan terhadap patogen dan penyakit. Senyawa fitoaleksin tersebut bisa berupa resin yang aromanya harum serta memiliki warna coklat, dan terdapat pada pembuluh floem dan xilem untuk mencegah melebarnya luka ke jaringan lain. Tapi, apabila mikroba yang menginfeksi tanaman dapat mengalahkan sistem perlindungan tanaman maka kayu gaharu tidak terbentuk dan bagian tumbuhan yang mengalami luka akan membusuk. Ciri-ciri bagian tanaman yang telah menghasilkan gaharu adalah kulit batang menjadi lunak, tajuk tanaman menjadi kuning dan rontok, serta terjadi pembengkakan, pelekukan, atau penebalan pada batang dan cabang tanaman. Senyawa gaharu sanggup menghasilkan bau yang harum karena terdapat senyawa guia dienal, selina-dienone, dan selina dienol. Untuk kepentingan komersil, manusia mengebor batang tanaman yang memproduksi kayu gaharu dan memasukkan inokulum cendawan ke dalamnya. Setiap jenis pohon penghasil gaharu memiliki mikroba khusus untuk menginduksi produksi gaharu dalam jumlah yang besar. Beberapa contoh cendawan yang dapat dimanfaatkan sebagai inokulum adalah

Berbagai Jenis Gubal Gaharu
Tidak semua gubal bernilai sama, ada mutu yang membedakannya. Cara membedakan mana kualitas gubal dari kayu gaharu yang sanggup dibilang "super", "biasa" dan "buruk" yaitu sebagai berikut:

1. Gubal Kayu Gaharu Kelas C =" warna hitam dengan banyak garis putih dengan kepingan tipis dan cenderung rapuh.
2. Gubal Kayu Gaharu Sabah Super = warna hitam kecokelatan, wangi sedang dengan aroma yang ditimbulkan agak kuat.
3. Gubal Kayu Gaharu Super AB = warna hitam kecokelatan, cukup wangi, aroma yang ditimbulkan kuat.
4. Gubal Kayu Gaharu Super = Warna hitam merata, wangi dan aroma yang ditimbulkan kuat.

Selain gubal dari kayu gaharu, kemedangannya juga berharga tinggi.
Berikut merupakan daftar jenis-jenis mutu kemedangan yang dijual di pasaran:

1. Tanggung A = warna cokelat kehitaman, wangi dengan aroma yang kuat.
2. Sabah I = warna cokelat bergaris putih tipis, wanginya sedang dengan aroma yang agak kuat.
3. Tanggung AB = warna cokelat bergaris putih agak tebal, wanginya sedang dengan aroma yang agak kuat.
4. Tanggung C = warna kecokelatan bergaris putih agak tebal, wanginya sedang dengan aroma yang agak kuat.
5. Kemedangan I = warna kecokelatan bergaris putih agak lebih tebal, wanginya sedang dengan aroma yang agak kuat.
6. Kemedangan II. = warna keabu - abuan bergaris hitam yang tipis, wanginya kurang, dengan aroma yang kurang kuat juga.
7. Kemedangan III = warna putih keabu - abuan, wanginya kurang harum, dan aroma kurang kuat juga.
8. Abu dan Nisa = merupakan potongan atau hasil terakhir pengolahan dari kayu gaharu ini.

 

Pengolahan Minyak Gaharu

Sebelum diubah bahan baku parfum, gaharu harus diolah terlebih dulu untuk meperoleh senyawaw aromatik dan minya yang terkandung di dalamnya. Sebagian kayu gaharu bisa dijual ke expert penyulingan minyak yang sebagian besar memakai teknik distilasi uap atau air untuk memperoleh minyak dari kayu tersebut. Untuk memperoleh minyak gaharu menggunakan teknik distilasi air, kayu gaharu dimasukkan dalam air kemudian diletakkan ke dalam suatu tempat untuk menguapkan air sampai minyak yang terdapat di dalamnya keluar ke permukaan. Minyak dan senyawa aromatik yang menguap bisa dikumpulkan secara terpisah. Teknik distilasi uap memakai potongan gaharu yang dimasukkan ke dalam peralatan distilasi uap. Tenaga uap yang menyebabkan sel tanaman bisa terbuka sehingga senyawa dan minyak untuk parfum dapat keluar. Uap air akan membawa senyawa aromatik tersebut menuju tempat pendinginan yang menyebabkan terkondensasi kembali menjadi cairan. Cairan yang berisi campuran air dan minyak akan dipisahkan hingga terbentuk lapisan minyak di bagian atas dan bawah air. Salah satu metode yang dipakai sekarang adalah ekstraksi dengan superkritikal CO, yaitu CO cair yang terbentuk karena tekanan tinggi. CO cair berguna sebagai pelarut aromatik yang digunakan untuk ekstraksi minyak gaharu. Cara ini bagus karena tidak ada residu yang tersisa, CO dapat dengan mudah diuapkan saat berwujud gas pada tekanan dan suhu normal.

Nilai Ekonomi

Kayu gaharu banyak diperdagangkan dengan harga yang luar biasa mahal dibandingkan jenis kayu lainnya. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu jenis kayu termahal di dunia, terutama untuk gaharu dari tanaman famili Themeleaceae dengan jenis Aquilaria spp. yang dalam dunia bisnis disebut sebagai gaharu beringin.

Untuk jenis gaharu dengan value jual yang tidak mahal, biasanya disebut dengan nama gaharu buaya. Selain ditetapkan dari jenis tanaman penghasilnya, kualitas gaharu juga ditentukan dari seberapa banyak kandungan resin dalam jaringan kayunya. Semakin banyak kandungan resin di dalamnya, maka harga gaharu tersebut akan semakin tinggi dan begitu pula sebaliknya. Secara umum perdagangan gaharu dikelompokkan menjadi tiga kelas besar, yaitu kemedagan, gubal dan abu. Gubal merupakan kayu berwarna cokelat gelap yang diperoleh dari bagian pohon gaharu yang mempunyai kandungan damar wangi berbau kuat. Kemedangan adalah kayu gaharu dengan kandungan damar wangi yang beraroma lemah serta memiliki penampakan fisik berwarna kecoklatan hingga abu-abu, mempunyai serat yang kasar, dan kayu lunak. Kelas terakhir adalah abu gaharu yang merupakan serbuk kayu hasil sisa penghancuran atau pengerokan kayu gaharu.

 

majrehayuzarsif
majrehayuzarsif
3 years ago

menjelaskan tentang kayu gaharu, salah satu kayu termahal di dunia.

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com