SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Tanya Jawab ttg Nifas, Aqiqah, Cairan Setelah Jima' dan Safar Wanita (Oleh Ustadz Najmi Umar Bakkar)


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
5 years ago

KUMPULAN PERTANYAAN

DIJAWAB OLEH USTADZ NAJMI UMAR BAKKAR

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

1. Assalamu'alaikum tentang nifas, kalau darahnya masih keluar lebih dari 40 hari, adakah masih disebut nifas atau istihadhah atau haid ? afwan.

Jawab :

(A) Jika darah nifasnya berhenti sebelum 40 hari dan setelah itu sama sekali tidak keluar lagi, maka wanita itu harus mandi, berpuasa (bila bertepatan dengan bulan Ramadhan) dan mengerjakan shalat.

(B) Jika darah nifasnya berhenti sebelum 40 hari, namun beberapa waktu kemudian darahnya keluar lagi sebelum selesai waktu 40 hari, maka wanita itu mandi, puasa dan shalat di saat berhentinya darah.

Namun disaat darah tersebut kembali keluar berarti ia masih terhitung dalam keadaan nifas, sehingga ia harus meninggalkan puasa dan shalat. Ia harus mengqadha puasa Ramadhan yang ditinggalkannya (bila bertepatan dengan bulan Ramadhan).

(C) Jika darahnya terus menerus keluar sampai sempurna waktu 40 hari. Maka dalam jangka waktu 40 hari tersebut, ia tidak shalat dan tidak puasa. Setelah berhenti darahnya, barulah ia mandi, puasa dan shalat.

(D) Jika darahnya keluar sampai lewat 40 hari. Dalam hal ini ada dua gambaran:

- Bisa jadi keluarnya darah setelah 40 hari tersebut bertepatan dengan waktu kebiasaan haidnya, yang berarti ia haid setelah nifas. Maka ia menunggu sampai selesai masa haidnya, baru bersuci.

- Bisa jadi keluarnya darah tidak bertepatan dengan kebiasaan haidnya. Maka ia mandi setelah sempurna nifasnya selama 40 hari, ia mengerjakan puasa dan shalat walaupun darahnya masih keluar.

Mayoritas ulama menegaskan bahwa batas maksimal wanita nifas adalah 40 hari dan jika masih keluar setelah 40 hari, maka itu di anggap darah istihadhah (penyakit), berdasarkan keterangan dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha :

كانت النفساء تجلس على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم أربعين يوماً

"Wanita nifas itu duduk (tidak shalat) pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selama 40 hari". (HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

2. Assalamualaikum, ust. kebetulan saya baru melahirkan anak pertama dan saya mendapati dalil2 mengenai tatacara aqiqah yg afdolnya 7 hari setelah hari kelahiran(dhari k7). Pertanyaan saya apakah boleh apabila saya mengaqiqahkan anak saya di hari kelima (lebih awal) mengingat uzur suami saya yg tdk bisa meninggalkan pekerjaan dihari kerja serta mengundang keluarga besar,jazakallahu khairan

Jawab :

Tidak boleh, karena syariatnya di hari ke 7.

Hukum aqiqah hanya sunnah muakkadah bagi yang mampu menurut jumhur (mayoritas) ulama.

Dilaksanakannya pada hari ke 7, 14 atau 21 dari waktu kelahiran bayi yang dilakukan oleh orang tua si bayi itu, *bukan* hari ke 5, dll.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

"Kambing aqiqah disembelih pada saat anak berusia 7 hari, 14 hari atau 21 hari". (HR. Ath-Thabrani dan adh-Dhiya', lihat Shahiihul Jaami' ash-Shaghiir no.4132, dari sahabat Buraidah, lihat juga Irwaa'ul Gholiil no.1170)

"Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelih (kambing) untuknya pada hari ke 7 dan dicukur (rambutnya) dan diberi nama". (HR. Abu Dawud 2838, at-Tirmidzi 1522, an-Nasaa'i 4231, Ibnu Majah 3165 dan Ahmad 5/7-8, 12, 17, 18 & 22, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Gholiil no.1165, hadits dari Samurah bin Jundub)

3. Assalamu'alaikum wr.wb. ustadz sy mau tanya sedikit pribadi. Apabila selesai berhubungan dng suami, sering kali selesai mandi wajib masih sering ada cairan yg keluar. Pertanyaannya, apakah sy cukup mengganti pakai dalam atau harus mandi wajib lagi. Syukron ustadz.

Jawab :

Tidak perlu mandi lagi, tapi cukup dibersihkan dan berwudhu jika akan mendirikan shalat.

4. Jarak safar yg diperintahkan seorg muslimah didampingi mahrom, min brp dan apakah bila tdk sampai mnginap, spt misalkan dr jakarta ke bandung tdk bemalam itu boleh? kalau perjalanan dr jakarta ke bandung, misalkan 4 jam, disana ada mahram nya (kelg) dia menginap disana, itu ada keringanan? Mhn penjelasannya..syukron jazakumullaahu khoiron.

Jawab :

Jarak safar yang diperintahkan seorang muslimah didampingi mahrom yaitu 85 km (atau berdasarkan 'urf, pen) dan bila tidak sampai menginap, seperti misalkan dari Jakarta ke Bandung tidak bermalam itu tetap dinamakan safar, berarti harus disertai mahram.

Jika perjalanan dari jakarta ke bandung, misalkan 4 jam, disana ada mahramnya (keluarga) dan dia menginap disana maka tidak mengapa, yang penting perjalanannya dari Jakarta ke Bandung disertai dengan mahram.

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

[A] "Janganlah wanita safar (bepergian jauh) kecuali bersama dengan mahramnya, dan janganlah seorang (laki-laki) menemuinya melainkan wanita itu disertai mahramnya. Maka seseorang berkata : “Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sesungguhnya aku ingin pergi mengikuti perang anu dan anu, sedangkan istriku ingin menunaikan ibadah haji.” Beliau bersabda : “Keluarlah (pergilah berhaji) bersamanya (istrimu)". [HR. Bukhari no.1862, Muslim no.1341 dan Ahmad I/222, 246, hadits dari Ibnu Abbas]

[B] "Janganlah seorang wanita safar sejauh tiga hari (perjalanan) melainkan bersama dengan mahramnya". [HR. Bukhari no.1087, Muslim hal. 970 dan Ahmad II/13, 19, 142-143, 182, hadits dari Ibnu Umar]

(C) "Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir bersafar selama sehari semalam (perjalanan) kecuali dengan mahram (yang menyertainya)". [HR. Bukhari no.1088, Muslim no.1339 dan Ahmad II/437, 445, 493 dan 506, hadits dari Abu Hurairah]

Zlata Jewelry
Zlata Jewelry
4 years ago

Assalammu'alaikum Ustadz saya mau tanya, darah nifas saya hanya keluar beberapa minggu saja, setelah itu hanya seperti cairan-cairan saja dan kadang keluar kadang ngga, karena saya berpikir itu bagian dari nifas maka saya mau menggenapkan nifas saya 40 hari, tapi sebelum 40 hari ternyata saya haid.yang mau saya tanyakan adalah

Apakah mandi nifas dan haid bisa disatukan ataukah saat haid ini saya bisa mandi nifas dulu lalu setelah beres haid saya mandi lagi untuk haidnya?

terimakasih

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com