SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Tahlilan, Hukum Asal Ibadah Itu Terlarang Sampai Ada Dalilnya (Oleh Ustadz Muhammad Sulhan Jauhari, Lc, MHI)


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
3 years ago

Dijawab Oleh : Ustadz Muhammad Sulhan Jauhari, Lc, MHI

Tahlilan, hukum asal ibadah itu terlarang sampai ada dalilnya

Tanya:

Assalamu'alaikum, afwaan ustad, mau bertanya, saya punya teman masih sangat kental dgn kebiasaan apabila ada org meninggal kemudian mengadakan acara sperti 3,9hari bahkan smpai 100 harinya, saya ingin tahu dalil yg menguatkan bhwa 3-100hari itu tidak ada tuntunan dari Rasulullah, mohon dijelaskan hukumnya, syukroon ustadz atas jawabannya. Wassalamu'alaikum

Jawab:

Waalaikumsalam warahmatullahi wa barokatuh. Secara kaidah usul fikih disampaikan bahwa, hukum asal ibadah itu terlarang sampai ada dalilnya. Maksudnya, ibadah apa saja harus berdasarkan kepada dalil, baik al quran maupun as-sunnah. Kita sholat karena ada dalilnya, kita wudhu juga karena ada dalilnya. Kalau tidak ada dalilnya maka akan tertolak, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan bahwa, "Barang siapa beramal suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka amalan tersebut tertolak". (HR. Muslim)

Jadi, semestinya yang masih mengamalkan amalan tersebut harus mendatangkan dalilnya. Jadi, hendaknya mereka yang ditanya "mana dalilnya?" Dan yang benar, hal tsb tidak ada *dalil jelas* yang membolehkannya. Allahu a'lam.

Tanya:

Syukraan jawabannya ustad, teman itu mengeluarkan dalil, katanya sangat banyak dalil yg menuju ttg masalah ini, saya sebagai org yg belum banyak mengetahui menjadi tdk bsa bnyak berkomentar, tapi yg saya tegaskan kpd dia " kalau Rasulullah tdk pernah ajarkan dan tdk ada tuntunannya maka tdk boleh dilakukan " dan teman itu blg para shahabat atau para ulama pernah mengkiaskan ttg masalah ini. Dan pertanyaannya, apa yg harus sya lakukan ustad? Afwaan banyak bertanya ustadz

Jawab:

Afwan. Dalil yang biasa dibawakan adalah dalil-dalil yang umum yang bisa dibawa kesana kemari. Sementara jika diminta dalil jelas atau dalil khusus yang menjelaskan langsung masalah tsb secara menjurus, maka tidak ada dalilnya. Minta saja dalilnya, juga sekalian kias dari sahabat dan ulama ttg itu. Kedustaan nyata jika sampai menyandarkan bahwa sahabat punya kias ttg itu. Doakan saja semoga dia dapat hidayah kepada sunnah. Allahu a'lam.

___________________________________

Tsulasa 17 al-Muharram 1438 / 18 Oktober 2016

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com