SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Tempat Penyimpanan ASI Perah Yang Benar


annas
annas
3 years ago

Ada berbagai pilihan tempat untuk menyimpan ASI perah, misalnya botol kaca, botol plastik dengan label bebas bahan berbahaya, ataupun kemasan plastik khusus untuk ASI. Sebaiknya hindari menyimpan ASI perah dalam kemasan botol yang sering digunakan untuk keperluan umum.

Penting untuk terlebih dahulu melakukan sterilisasi botol ASI perah yang akan dibekukan. Lakukan sterilisasi dengan merebus botol dengan air panas mendidih selama 5-10 menit. Selain itu, dapat digunakan alat sterilisasi elektrik. Namun, cek terkait ketahanan kemasan pada label. Hati-hati ketika melakukan sterilisasi botol yang terbuat dari kaca, karena kemungkinan pecah.

Yang tak kalah penting untuk menghindari perkembangan bakteri dari ASI perah diantaranya menjaga kebersihan tangan ketika menyimpan ASI dalam kemasan. Gunakan sabun ketika mencuci tangan sebelum memerah baik menggunakan tangan atau pompa ASI, lalu cuci bersih botol kemasan ASI sebelum dilakukan pembersihan lanjut.

Untuk ASI perah yang akan dibekukan, lebih baiknya dimasukkan segera ke bagian lemari pembeku. Namun, jangan isi penuh botol kemasan, ASI perah biasanya akan mengembang dalam keadaan membeku.

Khusus untuk kemasan plastik penyimpan ASI perah yang lebih berisiko rusak, sebaiknya tempatkan lagi dalam kotak kemasan lain sebelum memasukkannya ke dalam lemari pendingin.

Jangan lupa untuk memberikan nama berisi tanggal ASI diperah pada botol kemasan. Dahulukan ASI dalam kemasan yang lebih lama.

Waktu Penyimpanan
Penyimpanan ASI perah lebih baiknya disesuaikan dengan penggunaannya. ASI yang akan digunakan beberapa hari kemudian, lebih baik disimpan ke dalam bagian kulkas yang tidak akan membuat beku.

ASI perah dapat disimpan mulai dari beberapa jam hingga beberapa bulan, tergantung dari suhu penempatannya.

Tips Mencairkan ASI Perah
ASI perah beku yang dicairkan mungkin akan mengalami perubahan pada warna, bau, dan konsistensinya dibandingkan ASI segar. Sebagian bayi ada yang menolak ASI perah beku, apabila demikian sebaiknya memperpendek masa simpan ASI.

Untuk mencairkan ASI perah yang dibekukan, bisa menggunakan penghangat ASI elektrik yang bisa digunakan di rumah atau di mobil. Apabila tidak tersedia, maka Anda bisa menempatkan botol penyimpan ASI perah ke dalam panci berisi air hangat. Tunggu beberapa menit. Ingat, jangan menaruh baskom tadi di atas kompor yang menyala.

ASI perah yang dibekukan, sebaiknya tidak langsung dikeluarkan dalam suhu ruang. Beberapa penelitian menyatakan perubahan suhu yang cepat dapat memengaruhi kandungan antibodi yang terdapat dalam ASI yang bermanfaat untuk bayi.

ASI perah beku dari kulkas bisa diletakkan terlebih dahulu di ruang pendingin pada freezer, lalu hangatkan seperti cara di atas. Yang juga penting diketahui yaitu jangan membekukan ulang ASI perah yang sudah dicairkan.

Jika ASI perah dibutuhkan segera, maka Anda dapat meletakannya di bawah air mengalir dengan suhu biasa. Kemudian lanjutkan mengairi dengan air hangat. Jika belum cukup hangat, simpan botol di dalam mangkuk berisi air hangat. Untuk memeriksa apakah suhu ASI sudah cocok untuk bayi, teteskan ke pergelangan tangan. Jika suhu sudah sesuai, bisa langsung diberikan pada si kecil.

Untuk mengatasi produksi ASI yang kurang melimpah, bunda bisa mencoba menggunakan ASI Booster Tea. Meskipun tampaknya mudah, jauhi menghangatkan ASI perah dengan microwave. Alat ini kemungkinan bisa menciptakan bintik-bintik pada botol ASI perah yang mungkin berbahaya bagi bayi. Sekali lagi, perubahan susu yang terlalu cepat pada ASI perah bisa menghilangkan kandungan antibodi yang diperlukan oleh bayi Anda.

Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com