SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Cara Budidaya Lobster Air Laut Yang Mudah


Denny Septian Ar-Rayyan
Denny Septian Ar-Rayyan
3 years ago

Cooking-Corner (1).png

Budidaya Lobster Air Laut – Lobster atau udang berukuran jumbo ini memang sudah sangat dikenal di Indonesia, citarasanya yang khas membuat lobster ini banyak disajikan dalam bentuk hidangan dan banyak sebagai lobster hias. Terlebih lagi Indonesia yang kaya dengan laut dan sumber dayanya membuat lobster ini banyak ditemukan diberbagai tempat.

Selain mempunyai citarasa yang khas, harga lobster ini juga tinggi lho, seiring permintaan pasar yang meningkat membuat para nelayan harus bekerja keras untuk mencarinya di laut lepas. Akan tetapi untuk mendapatkan lobster dengan jumlah yang banyak tidaklah mudah.

Nah, daripada kita harus bersusah-payah menangkap lobster di laut, mending kita membudidayakan lobster sendiri. Karena sudah banyak para nelayan yang membudidayakan udang jumbo tersebut, untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat.

Cara Budidaya Lobster Air Laut

1. Memilih Lokasi Yang Tepat

Sebelum memulai, langkah yang pertama adalah menentukan tempat yang aman dan mudah terjangkau, supaya tidak terlalu repot saat proses reproduksi. Pilih tempat yang sekiranya tidak akan terkena badai dan cuaca ekstrim.

2. Pembuatan Kolam Jaring Apung (KJA)

Setelah lokasi untuk budidaya lobster air laut sudah siap dan memenuhi kriteria, langkah selanjutnya yaitu membuat penangkaran atau kolam yang terapung dengan menggunakan jaring. Buatlah sesuai kebutuhan untuk bisa menampung jumlah lobster antara 20 sampai 50 ekor/ kolam.

Setelah jaring sudah terpasang dengan rapat, berilah shelter (tempat persembunyian), guna menghindari terjadinya kanibalisme saat lobster berganti kulit (molting). Untuk membuat shelter, bisa menggunakan sebuah bambu yang ditenggelamkan didasar jaring, atau bisa juga menggunakan rumput laut sebagai shelter.

3. Pemilihan Bibit dan Proses Penebaran

Ukuran bibit lobster biasanya 0,5 – 10 gram/ekor. Tapi ukuran minimal yang ideal sebuah bibit lobster sekitar 4 gram/ekor. Akan lebih bagus jika memilih benih yang sudah mempunyai berat antara 10-30 gram/ekor.

Agar dalam pemeliharaannya tidak terlalu susah dan dapat dipanen secara cepat. Atau kamu juga bisa membeli bibit lobster langsung dari nelayan yang menjualnya, dan jangan lupa untuk memperhatikan kualitas bibit tersebut.

4. Pemberian Pakan Lobster

Berikan ikan rucah segar, bekicot, tiram dan lain-lain. Saat memberikan pakan, ikan rucah dan bekicot terlebih dahulu dipotong kecil-kecil. Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari saat pagi dan sore.

5. Masa Panen

Ketika masa panen, kamu dapat melakukannya saat lobster memiliki ukuran yang besar dan sudah bisa diperjual belikan dipasaran sekitar 120-200 gram/ekor. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, untuk masalah waktu, tergantung saat penebaran benih dilakukan.

Semakin besar bibit yang ditebar saat awal pemilihan, maka semakin cepat masa panen lobster. Untuk meminimalisir gagal panen, bisa melakukan pemeriksaan kolam apung secara berkala, serta pemilihan lokasi kolam agar selalu ada arus air laut di dalamnya.

Saat masa panen, harus dengan berhati-hati. Karena jika lobster lecet sedikit saja, harganya bisa turun, tentu sangat disayangkan bukan, jika hanya luka sedikit saja bisa menurunkan harga jualnya. Untuk harga jualnya sendiri, harga rata-rata lobster sekitar Rp 200.000 hingga Rp 300.000 per kilogramnya.

Sumber : Disiniaja.net

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com