SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Manfaat Besar Wood Pellet Bagi Lingkungan


saviradewi
saviradewi
2 years ago

Pelet kayu merupakan kayu yang dihaluskan kasar lalu dipadatkan, sehingga mampu menghasilkan energi kalor yang setara dengan batubara. Wood pellets sama seperti briket kayu, yang beda adalah bahan perekat, kerapatan dan bentuknya. Saat ini, telah begitu ramai riset yang jalani agar pelet kayu dapat menghasilkan tingkat kalor yang diharapkan.

Dan hasilnya, setelah ditemukan formula yang cukup, akhirnya industri wood pellets menjadi sebuah solusi dalam perluasan kebutuhan energi di masa datang. Diakui, banyak fungsi dan manfaat dengan adanya wood pellets ini. Selain dikarenakan berbahan biomassa kayu, yang diyakini lebih bersahabat dengan, wood pellets juga mempunyai nilai ekonomi yang sangat baik.

Namun, jika tidak ditemukan dan disadari sebuah sistem managemen yang pro pada rakyat, pada gilirannya wood pellets bisa menjadi suatu musibah baru bagi rakyat. Jenis kayu yang bisa mengeluarkan kalor tinggi globalnya adalah jenis-jenis kayu yang tumbuh di sisa-sisa tempat perladangan masyarakat. Sebagian besar adalah kayu yang tumbuh sebagai tumbuhan di hutan sekunder, yang tengah menghadapi suksesinya menuju perbaikan hutan.
Belum lengkap banyak riset yang ditekuni untuk membudidayakan tipe-tipe pepohonan tersebut. Kurang bervalue ekonomi, menjadi sebuah problem mengapa hingga sekarang ini masih jarang dilakukan. Tungku Wood Pellets - Foto H. Raab Akhirnya, untuk memenuhi permintaan produksi pelet kayu, masih memerlukan sedikit waktu, atau pilihannya menjadikan kawasan hutan primer sebagai wilayah terbuka, yang diharapkan dapat subur pepohonan pioner.

Sebuah sumber energi yang diinginkan bersahabat dengan lingkungan, harus bersaing dengan permasalahan ekologis itu. Pun ketika semakin banyak tipe pepohonan tersebut ditebang, maka masyarakat akan sangat sukar untuk menemukan kayu-kayu bakar untuk menghangatkan tungku dapurnya. Lalu akibatnya sebuah pertarungan di tungku dapur, yang tentunya tidak akan mampu ditangani oleh masyarakat.

Tidak perlu untuk mengubahnya dengan gas LPG atau dengan bahan bakar fosil lainnya. Masyarakat di desa telah cukup tahu kebutuhan akan energinya, dan mampu memenuhkan itu. Jikalau saja tidak ada gangguan dari pertambangan, perkebunan dan hutan tanaman skala besar.

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2018 - Www.SalamDakwah.Com