SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Berbagai Pengertian Tentang Hidroponik yang Wajib Kamu Tahu


neo1024
neo1024
4 years ago

Pengertian Hidroponik
Hidroponik atau disebut hydroponic dalam bahasa inggris berasal dari bahasa Yunani yakni hydro (air) dan ponos (daya).
Selain itu hidroponik dikenal pula sebagai soilless culture yang berarti pemudidayaan tanaman tanpa tanah.
Jadi jika disimpulkan, hidroponik adalah sebuah metode pemudidayaan tanaman yang memanfaatkan unsur air, dan menghilangkan tanah pada media tanamnya.
Ini bisa diterapkan, karena metode ini mampu memenuhi nutrisi pokok bagi tanaman, yaitu melalui pengaliran unsur air yang maksimal, sedangkan untuk pengganti tanahnya Anda bisa memanfaatkan beberapa pilihan berikut seperti: pecahan batu, pasir, batu apung, serabut kelapa, potongan kayu, dan alternatif-alternatif yang bisa menyimpan unsur air.
Namun, meskipun metode hidroponik sangat menekankan pada pengaliran unsur air yang maksimal, itu bukan berarti bahwa budidaya tanaman ini harus menggunakan air yang banyak.
Hidroponik Anda tetap bisa berkembang meski di letakan pada lingkungan rendah air.
Anda cukup menyesuaikan cara pengairannya agar proses pengairan bisa maksimal.
Hebat kan?
Karena kelebihan itulah, metode hidroponik secara masif digunakan dan dihandalkan oleh banyak negara, seperti: Jerman, Jepang, Belanda, Inggris, Indonesia, dan negara-negara lainnya.
Di Indonesia sendiri, tanaman yang dibudidayakan dengan metode hidroponik hanya tanaman yang memiliki nilai jual tinggi, di antaranya adalah: timun, paprika, tomat, terong jepang, melon, dan selada.
Walaupun demikian, banyak masyarakat negara Indonesia yang belum tau tentang metode ini, sehingga peluang usaha untuk hidroponik masih terbuka lebar, apalagi jika dibandikan dengan negara lain, seperti: Jerman, Jepang, Belanda dan Inggris yang saat ini semakin giat berinovasi dalam perkembangan teknik ini.

Prinsip Hidroponik
Hidroponik berawal dari bahasa Yunani ialah hydro yang memiliki arti air dan ponos yang mana artinya adalah daya. Hidroponik pula disebut sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tidak menggunakan tanah. Maka hidroponik adalah budidaya tanaman yang menggunakan air dan tidak memanfaatkan tanah untuk media tanam atau soilless.
1. Sinar Matahari
Seperti pada umumnya tanaman yang hidup dikebun atau media tanah, tanaman hidroponik membutuhkan penerangan 8-10 jam cahaya matahari untuk setiap harinya, supaya menghasilkan perkembangan tanaman yang maksimal. Bisa juga memakai lampu yang berkemampuan baik sejenis lampu LED bercahaya tinggi yang bisa dimanfaatkan jika tidak terdapat cahaya matahari.
2. Udara (Oksigen dan Karbon Dioksida).
Dissolved Oxygen atau oksigen telah larut dalam air seharusnya ada pada kisaran lebih dari 6 ppm. Memantau ukuran oksigen telah larut dengan memakai Dissolved Oxygen meter. Kita dapat memakai pompa udara dan airstone (batu berpori lembut) yang pada umumnya dipakai dalam akuarium untuk membikin sirkulasi udara dalam air dirubah agar menjadi lebih baik. tidak hanya Oksigen, tanaman juga membutuhkan karbon dioksida yang untuk bisa berfotosintesis secara maksimal.
3. Air.
Hampir semua tipe air dapat dipakai didalam budidaya tanaman semacam hidroponik. Air yang difilter menggunakan Reserve Osmosis (OS) merupakan sumber paling tepat di 15-60 EC atau air yang jernih. Air berkadar EC yang rendah PH atau hampir 0, adalah air pilihan untuk dilarutkan atau penggabung nutrisi bagi tanaman hidroponik. Anda bisa mentakar kadar EC air memakai alat TDS/ EC Meter.
4. pH Level.
pH adalah bagian dari Hidrogen yang terdapat didalam air. pH Nutrisi merupakan salah satu poin yang sangat diperhatikan dalam bertanam hidroponik. Apabila pH nutrisi menjauh dari kisaran maksimum, nutrisi itu akan menjadi lenyap untuk sayuran. Kadar pH yang sesuai bagi tiap macam tumbuhan beraneka ragam, tidak sama antara satu jenis tumbuhan dengan jenis yang lain. Namun rentang yang bagus untuk kebanyakan sayuran hidroponik yaitu 5.5-6.5.
5. Suhu Udara.
Suhu udara mempunyai fungsi pokok terhadap proses tumbuhnya buah-buahan. Ada berbagai macam sayuran yang dapat tumbuh kembang dengan maksimal di lokasi beriklim dingin, namun ada pula sayuran yang tidak bisa tumbuh subur di lokasi beriklim dingin maupun kebalikannya. Bagi sayuran beriklim dingin, akan dapat tumbuh maksimal di suhu 16-28 derajat celcius. Sedangkan bagi sayuran bersuhu panas, akan dapat tumbuh dengan baik di suhu 20-32 derajat celcius.
6. Nutrisi.
Buah-buahan hidroponik juga membutuhkan nutrisi banyak layaknya tumbuhan yang dibudidaya ladang, yakni enam unsur nutrisi makro + tiga belas unsur nutrisi mikro. Apabila ingin memperoleh panen tanaman atau buah yang optimal, maka disarankan memberikan nutrisi hidroponik berkualitas. Gantilah isi wadah nutrisi antara dua belas hingga empat belas hari dengan nutrisi yang baru. Supaya buah-buahan bisa berkembang baik dan fresh. Setarakan juga nilai ppm nutrisi dan sesuaikan dengan keperluan tumbuhan yang kita tanam.

Keuntungan Hidroponik.

Kelebihan Hidroponik dibanding Bercocok Tanam dengan Media Tanah
Jika Anda sudah bercocok tanam dengan sistem hidroponik, Anda pasti sudah merasakan berbagai keuntungan dari hidroponik. Adapun kelebihan menggunakan teknik hidroponik adalah sebagai berikut:.
- Tidak membutuhkan tanah, hal ini karena teknik hidroponik tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Hal tersebut juga menyebabkan tempat bercocok tanam Anda menjadi semakin bersih, karena tidak menyentuh tanah sama sekali.
- Pertumbuhan tanaman menjadi lebih cepat, hal ini karena nutrisi yang dibutuhkan lebih cepat terserap karena berbentuk cair.
- Lebih fisien dalam menggunakan air, tentu saja karena Anda tidak perlu menyiram tanaman Anda seperti Anda melakukan bercocok tanam di media tanah.
- Cukup membutuhkan tenaga kerja yang ringan, dengan menggunakan cara hidroponik Anda tidak perlu tenaga banyak orang untuk mengolah lahan, melakukan penanaman serta memanen.
- Mudah dalam proses memanen hasil tanaman.
- Hasil panen dengan cara hidroponik lebih banyak.
- Penggunaan lahan bisa efisien, tentu saja hal tersebut karena Anda tidak perlu lahan hingga berhektar-hektar.
- Steril, sayur atau buah yang Anda hasilkan akan lebih terjaga kebersihannya daripada yang ditanam di lahan persawahan.
- Mudah dalam mengendalikan hama dan penyakit sehingga kecil resiko terserang hama dan penyakit.
- Tidak tergantung cuaca.
- Penggunaan air dan pupuk bisa efisien dan hemat.
- Kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi dan lebih bersih.

Tempat dan Peralatan.

Aneka media tanam hidroponik bisa kita gunakan untuk berkebun. Media tanam tersebut mempunyai fungsi untuk mendukung penyerapan terhadap nutrisi oleh tanaman, dengan maksud untuk memperkuat akar dari tanaman tersebut.
Media tanam hidroponik adalah material atau bahan non tanah yang digunakan sebagai lokasi tumbuh dan berkembangnya akar tanaman. Media tanam berfungsi sebagai pendukung agar tanaman dapat berdiri tegak dan tidak mudah roboh. Salah satu perbedaan yang mencolok antara menanam konvensional dengan sistem hidroponik terletak pada media tanam yang digunakan.
Secara konvensional, media tanam yang lazim adalah tanah, sedangkan pada sistem hidroponik menggunakan media non tanah. Beberapa jenis media tanam yang biasa digunakan pada sistem hidroponik antara lain; Sekam Bakar atau Arang Sekam, Expanded Clay, Spons, Cocopeat, Rockwool, Perlite, Pumice, Vermiculite, atau Akar Pakis.

Cara Membuat Media Tanam Hidroponik Sederhana 1.
a). Langkah awal dengan menyiapkan terlebih dahulu alat ¬ alat yang dibutuhkan, Anda dapat menggunakan bahan bekas seperti:.
- Botol plastik air mineral yang sudah tidak terpakai
- Gelas plastik bekas air mineral
- Tabung plastik bekas minyak goreng
- Kain untuk sumbu (kain panel).
- Nutrisi hidroponik.
- Media tanam.

b). Langakah ke ¬ 2 cara membuat media tanam hidroponik sederhana.
- Potong botol menjadi dua bagian atas dan bawah.
- Lubangi botol bagian atas di daerah leher botol untuk pemasangan sumbu dan aliran udara.
- Pasang sumbu pada bawah botol.
- Kemudian masukkan bagian atas botol ke bagian bawah botol dengan cara dibalik
- Isi bagian atas botol dengan wadah tanam yang sudah disediakan, fungsi media ini hanya untuk pijakan akar agar tidak rebah
- Tanam bibit atau taburkan 2 hingga 3 biji bibit tanaman ke dalam media tanam.
- Siram dengan menggunakan larutan nutrisi hidroponik.

c). Langkah terakhir simpan di tempat yang tidak terkena hujan namun masih dapat mendapatkan penyinaran dari sinar matahari.

Alat hidroponik sangat diperlukan untuk menanam tanaman hidroponik terlebih lagi untuk orang yang tidak mempunyai cukup banyak uang. Harga alat hidroponik juga terjangkau. Seperti yang Anda lihat bahwa menanam dengan cara hidroponik ialah kultur tanaman dengan memaksimalkan air yang banyak unsur hara tanpa menggunakan tanah.
Dengan menerapkan sistem metode hidroponik, keperluan air pada tanaman akan lebih sedikit dari pada pasokan air pada budidaya air dengan menggunakan tanah. Sehingga teknik hidroponik cocok diaplikasikan di tempat yang sumber tanah yang sedikit.
Alat yang dipakai untuk membudidayakan hidroponik adalah benih, rockwool, netpot, kain panel, bak, steorofom. ke-7 alat-alat ini wajib dipenuhi agar tanaman hidroponik yang kita terapkan berjalan dengan baik.

Ada banyak keutamaan yang disajikan untuk melestarikan tanamanan dengan teknik hidroponik. Alasan utama adalah dalam menamam hidropnik tidak perlu membutuhkan arera atau pekarangan yang lebar.
Dan hal semacam ini sangat cocok diaplikasikan bagi para ibu rumah tangga. Dimana mereka dapat memaksimalkan arera atau pekarangan rumahnya untuk melestarikan tanaman dengan menggunakan sistem hidroponik.
berikut ini beberapa keutamaan serta alasan untuk menguatkan animo kamu belajar menanam tanaman dengan teknik hidroponik, antara lain:.

- Bercocok tanam hidroponik terbukti tidak memerlukan banyak biaya apabila dikaitkan dengan menanam teknik biasa di atas tanah karena tidak perlu menyiramkan air tiap hari karena cairan nutrisi/media larutan mineral yang digunakan telah tertampung di dalam ember yang dipakai, sehingga kita hanya tinggal melakukan pengamtatan saja.
- Bercocok tanam hidroponik bisa mengoptimalkan ruangan yang terbatas sebab tidak memerlukan lahan yang banyak, bahkan media tanaman dapat dibuat dengan cara anak tangga.
- Bercocok tanam hidroponik terbukti ramah lingkungan sebab tidak menggunakan cairan kimia atau obat hama yang bisa mengkontaminasi tanah, menggunakan air hanya 1/20 dari tanaman biasa, dan mengurangi CO2 sebab tidak perlu menggunakan kendaraan atau mesin.
- Tanaman hidroponik tidak mengkontaminasi tanah sebab tidak memakai media tanah serta juga tidak memerlukan tempat yang lebar.
- Hasil tanaman hidroponik dapat dimakan secara menyeluruh termasuk akar karena terhindar dari kotoran dan penyakit.
- Dapat mengecek akar tanaman dengan jelas secara berkala untuk mengatur pertumbuhannya.

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com