Logo

Islamic Calendar Widgets by Alhabib

TANYA USTADZ

Zakat untuk masjid

Selasa, 26 Februari 2013 , 08:38:04
Penanya : Ikhwan
Daerah Asal : magetan

Follow:

saya pernah menemui sebuah desa yg mana ketika pbagian zakat tidak di habiskan untuk pihak yg b'hak mendapatkannya. Tetapi kelebihannya di berikan ke masjid.

Pertanyaannya,
1. masih mendapat dosakah seseorang yg telah memperingati agar tidak memberlakukan itu semua ? 2. Dan harus bagaimanakah cara menghilangkan kebiasaan buruk tersebut tanpa menimbulkan p'pecahan?

Untuk p'hatian dan jawabannya saya ucapkan beribu trima kasih.

Jawab :

Allah telah menentukan orang-orang yang berhak menerima zakat Mal. Allah ta'ala berfirman:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاِبْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ (التوبة:٦٠

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang fakir, orang miskin, pengurus zakat, Para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Pada ayat di atas disebutkan Fii Sabiilillah: dalam jalan Allah ta'ala diantara penerima zakat. Ulama' berbeda pendapat pada point ini, ada yang membatasi maknanya hanya pada Jihad di jalan Allah ta'ala dan ada ulama' yang meluaskan maknanya ke selain itu, sehingga ia memasukkan semua kegiatan baik yang berorientasi akhirat bisa dimasukkan dalam golongan yang berhak menerima zakat, termasuk untuk maslahat masjid.

Pendapat yang kuat adalah pendapat yang membatasinya pada jalan Allah ta'ala. Syaikh Ibnu Baz pernah ditanya:
Apa hukum menyalurkan zakat untuk membangun masjid yang hampir selesai pembangunannya (sekarang pembangunannya sedang berhenti).
Jawaban:
Pendapat yang dikenal oleh seluruh ulama’ (pendapat yang dipilih kebanyakan ulama’ dan bisa dikatakan sebagai ijma’ ulama’ salafusshalih yang pertama): bahwa zakat tidak disalurkan untuk pembangunan masjid,  pembelian kitab dan semacamnya. Akan tetapi zakat disalurkan kepada 8 kelompok yang disebutkan di surat At-Taubah, yaitu: fakir, miskin, pengurus zakat, muallaf (orang yg lemah imannya karena baru memeluk Islam atau yang diharapkan untuk memeluk Islam), budak, orang yang memiliki hutang, orang yang berada di jalan Allah dan musafir yang kehabisan bekal.
Dan maksud orang yang berada di jalan Allah adalah khusus untuk orang yang berjihad. Majmu’ Fatawa Ibnu Baz juz.14 hal.294

Oleh karena itu, sikap yang tepat adalah menjelaskan kepada orang yang menyalurkan uang zakat untuk kemaslahatan masjid bahwa tindakannya belumlah tepat karena itu pendapat yang lemah. Apabila semua metode sudah ditempuh untuk menerangkan yang benar tapi tidak diterima oleh objek dakwah maka orang yang memperingatkan sudah terlepas dari beban untuk mendakwahi karena hidayah taufiq di tangan Allah dan orang yang menjelaskan sudah mengeluarkan seluruh upaya yang bisa untuk membuka tabir kebenaran. Allah ta'ala berfirman:

لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Q.S. Al-Baqarah:286

Sebelum mundur dari menjelaskan masalah ini kami sarankan kepada orang yang tahu kebenaran ini beberapa hal:
1. Ajaklah orang yang memiliki kebijakan mengatur uang zakat untuk berkomunikasi secara pribadi dalam rangka membicarakan masalah tersebut.
2. Pakailah dalil dari contoh amalan salaf sholeh sebagaimana yang diketengahkan oleh syaikh Ibnu Baz.

3. Gunakanlah logika untuk membantah argumennya. Diantara dalil akal yang mendukung pendapat syaikh Ibnu baz diatas adalah:
- Seandainya Fii Sabilillah maknanya luas niscaya kelompok-kelompok penerima zakat lainnya tidak perlu disebutkan karena kesemuanya tercakup dalam makna Fii Sabilillah yang luas, semua golongan diatas bisa masuk di jalan Allah ta'ala.
- Kita tahu kesenjangan sosial di Negara kita cukuplah tinggi, angka kemiskinan juga begitu besar, bahkan sebagian saudara kita terpaksa mencuri untuk bisa bertahan hidup, apakah masjid yang sudah megah tersebut lebih kita utamakan dari pada saudara-saudara kita yang kekurangan, dan kami punya persangkaan kuat bahwa masih ada orang yang kekurangan di sekitar atau di dekat masjid itu yang lebih berhak menerima zakat dibanding masjid yang insyaallah akan tetap eksis dengan bantuan dan sumbangan tanpa harus mengambil dana zakat.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Oleh : Redaksi salamdakwah.com
Sudah dibaca oleh 461 orang

Sharing: