Logo

Islamic Calendar Widgets by Alhabib

TANYA USTADZ

Tentang jamak dan qasar

Senin, 29 Oktober 2012 , 19:26:55
Penanya : Ikhwan

Follow:

Assalamualaikum, mohon ustadz sampaikan pendapat terkuat mengenai jamak dan qasar :
1. Apakah Bersyarat dengan dengan jarak?
2. Apakah Dibatasi dengan waktu muqim?
3. Dengan kasus sbb : satu hari sy menempuh perjalanan menjenguk anak yg sekolah di kota A yg berjarak 40 km dari rumah" saat waktu dluhur tiba sy berjamaah dluhur dan setelahnya langsung menjamak dan meng- qasar asar, setelahnya pulang dan sampai rumah sebelum asar , saat asar tiba tentu saya tidak menjalankan asar lagi, apakah tindakan saya ini benar?

Jawab :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Berikut ini kami tuliskan pendapat yang dipilih oleh syaikh Utsaimin:
1. pelaksanaan Qashar shalat tidak menuntut jarak safar tertentu (dalam kilometer atau yang semacamnya), akan tetapi itu dikembalikan kepada adat Masyarakat setempat, jarak yang mereka anggap safar maka itu dihukumi safar, dan dengan begitu boleh melaksanakan Qashar, dan apa yang tidak mereka anggap safar maka itu tidak dihukumi safar.

Pendapat ini juga pendapat syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, hujjahnya adalah: Allah ta'ala dan Rasulnya shallallahu alaihi wa sallam tidak menentukan jarak safar tertentu (seperti dalam Burd atau kilometer) untuk dibolehkannya Qashar shalat, sehingga pendapat yang kuat adalah menyerahkannya kepada kepada kebiasaan masyarakat.
Ketika ada perbedaan pandangan kebiasaan masyarakat dalam menghukumi safar jarak tertentu maka boleh mengambil pendapat ulama' yang membatasi safar yang boleh Qashar dengan jarak tertentu, seperti safar dalam jarak 80 KM

2. Menjama' shalat tidak terkait dengan safar secara khusus, tapi itu terkait dengan kebutuhan dan keperluan, Ketika seseorang perlu menjama' shalat, maka dibolehkan baginya menjama' shalat baik dia dalam keadaan Bepergian atau Muqim, oleh karena itu boleh Menjama' Shalat ketika terjadi hujan deras atau hawa yang sangat dingin yang menyulitkan orang untuk kembali ke Masjid

3. Kalau seorang musafir singgah di suatu tempat dan berniat untuk tinggal sampai masuk waktu shalat yang lain maka yang utama adalah tidak menjamak shalat, akan tetapi melaksanakan shalat pada waktunya dengan tetap mengqashar (Qashar tanpa Jama')

lih. Majmu' Fatawa wa Rasail Al-Utsaimin 15/259, 265-266

Syaikh Ibnu Baz menerangkan: bahwa Musafir yang sendirian jika sampai di satu kota dan kala itu didirikan shalat Jama'ah maka wajib bagi Musafir tersebut untuk mengikuti shalat jama'ah penduduk setempat tanpa Qashar . Adapun jika Jumlah Musafirnya lebih dari satu maka mereka diberi pilihan antara ikut Jama'ah dengan penduduk setempat atau mendirikan jama'ah sendiri dan melaksanakan shalat secara Qashar. Lih. Fatawa Nur 'Ala Ad-Darb 12/194-195

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

Oleh : Redaksi salamdakwah.com
Sudah dibaca oleh 504 orang

Sharing:

POLLING HARI INI

Menurut anda, bagaimana design baru salamdakwah ini?