SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Barpacaran Yang Baik


Akhwat (bandung)
6 years ago

assalam'mualaikum ustad,
ana mau tanya ustad, apakah hukum'nya berpacaran dan adakah pacaran yang baik secara agama...?

terimakasih ustad,
wasalamualaikum
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Apabila maksud Anda tentang pacaran adalah hubungan yang banyak dikenal pada masa kini, di mana para pemuda-pemudi yang belum menikah menjalin ikatan kasih sayang dan cinta serta melakukan komunikasi, dan melakukan kontak badan dengan pasangannya seperti bergandengan tangan, berciuman dan yang lebih parah dari itu, maka hubungan semacam ini adalah hubungan terlarang karena menyelisihi syariat, diantaranya:

1. Khalwat, yaitu berduaan tanpa ada mahram yang menemani, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ


“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.”HR. Bukhari no.5233 dan Muslim no.1341

2. Melihat kepada lawan jenis yang bukan mahram dengan sengaja tanpa alasan yang syar'i, Allah ta'ala berfirman dalam surat An-Nur ayat 30-31:


قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ.....


“Katakanlah kepada laki – laki yang beriman :”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya


وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ.


“Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya”

3. Bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram, Rasulullah shallallahu alihi wa sallam bersabda:


كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ


“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagiannya untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” HR. Muslim no.2657

Meski zina Tangan tidak seperti zina Farj tapi itu tetaplah dosa sebagaimana yang disebutkan dalam hadits, karena julukan untuk perbuatan tertentu dengan julukan yang sama dengan julukan perbuatan yang haram, maka yang pertama dihukumi dengan hukum kedua (haram)

4. Secara umum pacaran mengantarkan dua sejoli ke arah perzinahan, dan semua yang mengantarkan kepada zina dilarang oleh Allah ta'ala dalam surat Al-Isra' ayat 32:


وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا


“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”

Kalau dikatakan: jika point-point diatas bisa dihindari maka pacaran tersebut boleh. Kami katakan bahwa itu tidak mungkin karena kalaupun amalan anggota badan dhohir bisa dijaga tapi syahwat yang ada dalam batin tidak bisa dihindari ketika dua sejoli sedang dimabuk asmara, dan jika demikian maka perbuatan itu bisa dikategorikan zina hati sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.

Kalau memang dua sejoli sudah benar-benar saling mencintai maka tidak ada jalan keluar yang benar untuk menyatukan keduanya kecuali pernikahan dan bukannya berhubungan di luar pernikahan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ


“Kami tidak pernah mengetahui sesuatu yang terbaik untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.”HR. Ibnu Majah no.1847 Dishahihkan oleh Al-Albani

Apabila maksud Anda dengan berpacaran adalah sebagaimana yang didefinisikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Online: ber•pa•car•an v bercintaan; berkasih-kasihan. http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php
Maka ada berpacaran yang baik dalam agama, yaitu berpacaran setelah seorang pria sudah melafalkan akad nikah di depan wali atau penghulu dan sudah menjadi pasangan yang sah bagi seorang wanita.

Kami sering merasa heran terhadap wanita-wanita yang rela menjadi pasangan seorang laki-laki dalam hubungan diluar pernikahan. Wanita tersebut rela untuk dipermainkan hatinya, ia rela badannya disentuh, diraba dan dipegang oleh laki-laki asing yang belum tentu akan menjadi suaminya. Sungguh hina dirinya, dan sungguh rendah kehormatannya.
Semoga Allah ta'ala menjauhkan wanita-wanita sholehah dan keluarga wanita kita dari pria-pria yang takut bertanggung jawab dan yang hanya ingin memperturutkan hawa nafsunya.


وبالله التوفيق

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com