Logo

Mobile APP:

Stay in touch with us:

Islamic Calendar Widgets by Alhabib

TANYA USTADZ

infaq buat qurban di sekolah

Rabu, 24 Oktober 2012 , 14:39:00
Penanya : Ikhwan
Daerah Asal : salopa-tasikmalaya

Follow:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
ya ust, disekolahan ana ada yg disebut infaq buat qurban. apakah hukumnya?
jika diadakan kocokan agar hewan qurban itu ada atas nama siswa, bolehkah hal itu dilaksanakan?
jazakumullohu khoeron...!!!

Jawab :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Berserikat dalam memiliki hewan kurban terbatas, Kambing hanya boleh dimiliki satu orang, Sapi dan Unta boleh dimiliki 7 orang, dan tidak boleh lebih dari itu. Lihat Majmu' fatawa wa rasail Al-Utsaimin 25/22 dan mp3 keterangan syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad http://ar.islamway.com/fatwa/33096

Sedangkan dalam beberapa kasus, uang yang dikumpulkan di sekolahan untuk tujuan pembelian hewan kurban dimaksudkan untuk dimiliki oleh si penyumbang dan dimiliki bersama, untuk kemudian disembelih atas nama bersama, sehingga ini menyelisihi aturan batasan kepemilikan.

Jika yang dimaksud penanya adalah mengumpulkan uang dari siswa, kemudian uang yang terkumpul diatasnamakan satu orang maka hukumnya adalah sama dengan berhutang untuk berkurban, karena hakikatnya adalah seperti arisan, dimana anggota yang mendapatkan jatah akan mengeluarkan uang pada pengumpulan uang berikutnya sampai uang yang dia keluarkan senilai jatah yang dia ambil. Hanya anggota paling akhir yang menerima jatah yang hakikatnya tidak berhutang.

Berikut ini keterangan syaikh Utsaimin yang kami terjemahkan mengenai hukum berhutang untuk berkurban:
Jika seseorang tida memiliki uang senilai harga hewan kurban ketika Idul Adha akan tetapi dia berharap (memperkirakan.pent) akan mendapatkan uang tersebut dalam waktu dekat, sebagaimana seorang pegawai yang tidak memiliki uang sepeserpun ketika Idul Adha, namun dia perkirakan ketika dia menerima gaji mudah baginya untuk membayar hutang senilai hewan kurban tadi maka pada keadaan seperti ini boleh baginya untuk berhutang.
Adapun orang yang tidak mengharapkan bisa mendapatkan uang seharga kambing dalam waktu dekat maka tidak selayaknya berhutang untuk kurban. Majmu' Fatawa wa Rasail Al-utsaimin 25/110

Oleh : Redaksi salamdakwah.com
Sudah dibaca oleh 443 orang

Sharing: