SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Berhubungan Dengan Hamba Sahaya


Ikhwan (bogor)
5 years ago

Assalamualaykum,,tolong ustadz jelaskan tentang boleh menyetubuhi budak tanpa dinikahi,,,sy kurang faham,,syukron
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Orang yang memiliki budak wanita dengan cara yang sah dibolehkan baginya untuk berhubungan intim dengan budak tersebut tanpa harus didahului oleh pernikahan, mengingat ar-Riq (perbudakan) statusnya lebih kuat dari pada pernikahan, dan maksud dari pada perbudakan serta pernikahan tidaklah sama sehingga keduanya tidak bisa dikompromikan. Lih adz-Dzakhiroh oleh al-Qarafi 4/341-342

Berikut ini keterangan dari Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa yang ada hubungannya dengan pertanyaan:

Seorang muslim tidak boleh menikahi budak wanita kecuali bila ia tidak memiliki mahar yang cukup untuk menikahi wanita mu'min yang merdeka dan menjaga kehormatannya. Diperbolehkan baginya menikahi budak wanita dengan izin tuannya, dengan syarat budak itu beriman dan menjaga kehormatannya . Tidak boleh menikahi budak kafir dari golongan ahli kitab ataupun selain mereka. Begitu pula budak yang tidak menjaga kehormatannya. Allah ta'ala berfirman:

وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ مِنْكُمْ طَوْلًا أَنْ يَنْكِحَ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ فَمِنْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ مِنْ فَتَيَاتِكُمُ الْمُؤْمِنَاتِ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِكُمْ بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ فَانْكِحُوهُنَّ بِإِذْنِ أَهْلِهِنَّ وَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ مُحْصَنَاتٍ غَيْرَ مُسَافِحَاتٍ وَلَا مُتَّخِذَاتِ أَخْدَانٍ

Dan Barangsiapa diantara kalian (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kalian miliki. Allah mengetahui keimanan kalian; sebagian kalian adalah dari sebagian yang lain, karena itu nikahilah mereka dengan seizin tuan mereka, dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya.

Apabila seorang muslim memiliki budak wanita dibolehkan baginya untuk berhubungan intim dengannya berdasarkan kepemilikan - yakni Tanpa akad nikah – inilah arti berhubungan intim dengan budak berdasarkan milkul yamin, Allah ta'ala berfirman dalam al-Qur'an memuji orang mukmin yang beruntung:
 
وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ

Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
 
إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki  Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dahulu berhubungan intim dengan Maria al-Qibtiah berdasarkan milkul yamin, dan dari nya lahirlah Ibrahim, padahal wanita itu bukanlah termasuk istri-istri Beliau, dan ia pun bukan termasuk Ummahat al-Mukminin...Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 18/272-273 Pertanyaan pertama dari fatwa no. 5729

Perlakuan yang demikian ini diterapkan terhadap budak yang memang diperoleh dengan cara yang dibenarkan dalam syariat, dan Termasuk cara memperoleh budak yang dibenarkan dalam Syariat adalah: Memperoleh budak dari peperangan dengan orang kafir, Membeli dari orang yang memilikinya dengan cara yang syar'i, anak budak yang bapaknya bukanlah tuannya dll

Perlakuan yang demikian juga dibolehkan bila tidak ada penghalang, contoh dari penghalang tersebut diantaranya: Budak wanita tersebut statusnya adalah istri sah seseorang atau ia statusnya adalah saudari sepersusuan tuannya.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com