Logo

Islamic Calendar Widgets by Alhabib

TANYA USTADZ

Penjelasan hadist tentang bersumpah untuk melariskan barang dagangan

Senin, 17 Desember 2012 , 23:00:16
Penanya : Ikhwan
Daerah Asal : Kota Medan

Follow:

Asslmlkm,
Kemarin Saya pernah di Broadcast oleh seorang teman mengenai sebuah hadist ya ustadz, yg seperti ini:

Dalam hadits dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ?alaihi wa sallam bersabda,
????????? ??????????? ???????????? ?????????? ????????????
"Sumpah itu akan menjadikan barang dagangan menjadi laris manis, (akan tetapi) menghapuskan keberkahan." (HR. Bukhari no. 2087 dan Muslim no. 1606).
Dari Abu Qotadah Al Anshori, Nabi shallallahu ?alaihi wa sallam bersabda,
?????????? ?????????? ????????? ??? ????????? ????????? ????????? ????? ????????
?Hati-hatilah dengan banyak bersumpah dalam menjual dagangan karena ia memang melariskan dagangan, namun malah menghapuskan keberkahan.? (HR. Muslim no. 1607).
Imam Nawawi rahimahullah berkata, ?Hadits di atas berisi larangan banyak bersumpah dalam menjual dagangan. Karena sumpah tanpa ada hajat dihukumi terlarang. Tujuan sumpah ini hanya ingin melariskan dagangan, namun maksud sebenarnya adalah ingin mengelabui si pembeli dengan sumpahnya. Wallahu a?lam.? (Al Minhaj Syarh Muslim, 11: 44).

Apakah hadis tsb shahih ustadz,, dan jika benar apa kah maksud daru hadist tsb. Krn teman saya sendiri tdk mengerti menjelaskannya. Terima kasih

Jawab :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Untuk mendapatkan penjelasan yang tepat mengenai dua hadits yang ditanyakan kami akan membawakan dan menerjemahkan keterangan ulama' untuk hadits tadi

Hadits pertama:

الْحَلِفُ مُنَفِّقَةٌ لِلسِّلْعَةِ مُمْحِقَةٌ لِلْبَرَكَةِ

"Sumpah itu akan menjadikan barang dagangan menjadi laris, (akan tetapi.pent) menghapuskan keberkahan."

Hadits ini maknanya adalah bersumpah palsu atau banyak bersumpah untuk melariskan penjualan (dalam perkiraan orang yang menjual) akan menghilangkan berkah penjualan. Hilangnya berkah bisa dengan kerusakan hartanya atau ia membelanjakan hartanya dalam hal yang tidak bermanfaat untuknya di dunia dan akhirat, atau hartanya tetap tapi tidak bisa dimanfaatkan, atau harta itu diwarisi oleh orang yang tidak ia suka. ini yang diungkapkan oleh syaikh Ali bin Sulthon Muhammad al-Qori di dalam kitab beliau Mirqot al-Mashobih 5/1909 Dar al-Fikr Beirut

Adapun hadits kedua:

إِيَّاكُمْ وَكَثْرَةَ الْحَلِفِ فِى الْبَيْعِ فَإِنَّهُ يُنَفِّقُ ثُمَّ يَمْحَقُ

“Berhati-hatilah dengan banyak bersumpah dalam menjual dagangan karena ia melariskan dagangan, kemudian menghapuskan (keberkahan).”

Imam Nawawi mengomentari hadits ini: ada larangan banyak bersumpah pada penjualan dalam hadits ini, sesungguhnya banyak bersumpah tanpa ada keperluan adalah Makruh hukumnya, termasuk untuk melariskan barang dagangan, dan bisa jadi pembeli tertipu karena sumpah tersebut wallahu a'lam. Syarh an-Nawawi 'Ala Shohih al-Muslim 11/44-45 Dar Ihya' at-Turots al-'Arabi Beirut.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Oleh : Redaksi salamdakwah.com
Sudah dibaca oleh 859 orang

Sharing:

POLLING HARI INI

Menurut anda, bagaimana design baru salamdakwah ini?