Logo

Islamic Calendar Widgets by Alhabib

TANYA USTADZ

Bacaan Makmum

Jum'at, 10 Mey 2013 , 13:28:40
Penanya : Ikhwan
Daerah Asal : lenteng agung, jaksel

Follow:

assalamu'alaikum ust,

ana mau tanya , di dalam sholat pada saat bacaan jahr apakah bagi ma'mum diharuskan untuk membaca surat lain atau tidak? ana pernah baca dan mendengar bahwa ketika sholat dan imam membaca bacaan dengan jahr, maka apa yg dibaca imam sudah mewakili ma'mum. termasuk bacaan alfatihah. dan apa benar membaca surat lain pada rokaat ke-3 dan ke-4 dalam sholat fardhu adalah bagian dari sunah? mohon bimbinginnya ust. jazakallah khoir..

Jawab :


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Masalah yang ditanyakan adalah masalah yang diperselisihkan oleh Ulama'. Berikut ini kami terjemahkan perkataan Ibnu Baz terkait masalah yang ditanyakan:

Pertama;
Adapun makmum, maka disyariatkan atasnya untuk membaca Al-Fatihah saat-saat imam terdiam dari bacaan Al-Qur’an, (itu kalau imam terdiam beberapa waktu).
Kalau kesempatan itu tidak ada, maka makmum membaca Al-Fatihah secara lirih meskipun imam sedang membaca Al-Qur’an. Setelah makmum selesai membaca Al-Fatihah maka dia diam dan menyimak bacaan Imam. Perbuatan ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam:


لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الكِتَابِ


Tidak ada shalat bagi yang tidak membaca surat Al-Fatihah. HR. Bukhari no.756 dan Muslim no.394 Majmu’ Fatawa Ibnu Baz Juz.11 hal.235

Kedua:
Dan ia (makmum.pen) diam mendengarkan bacaan imam pada shalat Fajar, Maghrib, dan Isya'. Jika imam membaca maka ia diam. Ia wajib membaca Al-Fatihah saja di shalat Jahriyah (Maghrib, Isya' dan Shubuh), ia membaca dengan lirih kemudian diam mendengarkan sesudahnya. Ini berdasarkan riwayat:


عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ، قَالَ: كُنَّا خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ فَقَرَأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَثَقُلَتْ عَلَيْهِ الْقِرَاءَةُ، فَلَمَّا فَرَغَ قَالَ: «لَعَلَّكُمْ تَقْرَءُونَ خَلْفَ إِمَامِكُمْ» قُلْنَا: نَعَمْ هَذًّا يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: «لَا تَفْعَلُوا إِلَّا بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَإِنَّهُ لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِهَا


Dari 'Ubadah bin As Shamit dia berkata; "Kami shalat shubuh di belakang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sepertinya bacaan beliau terasa berat. Seusai shalat, beliau bersabda: "Sepengetahuanku, kalian membaca di belakang imam kalian." Mereka menjawab; "Ya, wahai Rasulullah! (hingga) Kami menyusul bacaanmu dengan cepat." Beliau bersabda: "Jangan kalian lakukan kecuali Fatihatul Kitab (Al Fatihah) karena tidak sah shalat seseorang yang tidak membacanya." HR. Abu Daud no. 823. Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lih. Misykat Al-Masabih 1/269

Dan di dua rakaat terakhir dari shalat Isya' ia membaca Al-Fatihah saja, dan pada raka'at terakhir shalat Maghrib membaca Al-fatihah saja. Adapun pada shalat Dhuhur dan Ashar, pada raka'at pertama dan kedua membaca Al-fatihah dan surat lain yang ringan dibaca, karena ini termasuk shalat sirriyah...rakaat ketiga dan keempat dari shalat Dhuhur dan Ashar membaca Al-Fatihah. Apabila membaca surat lain sebagai tambahan Al-Fatihah pada raka'at ketiga dan keempat shalat Dhuhur maka itu dibolehkan (kadang-kadang dilakukan.pen) Fatawa Nur Ala Ad-Darbi Ibnu Baz 12/358-359 no.184


والله تعالى أعلم بالحق والصواب

Oleh : Redaksi salamdakwah.com
Sudah dibaca oleh 637 orang

Sharing: