FORUM - Kompilasi Tanya Jawab

BOLEHKAH MERUBAH NIAT QODHO, BAYAR HUTANG PUASA ROMADHON MENJADI PUASA SUNNAH SYAWAL?

Kamis, 13 September 2012 , 23:12:32
Oleh : Ummu Adam

Pertanyaan :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ
Ustadz, ada yg tanya dari MHA 23, jawabannya ditunggu..

بسْم اللّه
Afwan, ana mau tanya, apakah kita boleh merubah niat puasa bayar hutang Romadhon yg telah kita kerjakan menjadi niat puasa Syawwal? karena bulan Syawwal sudah akan berakhir, sedangkan hutang puasa belum semua terbayar?
Ditunggu jawabannya segera ya,....
شكرا
جَزَاك اللّهُ خَيْرًا

Jawaban Oleh Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc,MA :
(Disusun Di BBG Majlis Hadits: Tanya Jawab Masalah 239)

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. Merubah niat Qodho (mengganti/membayar hutang) puasa Romadhon menjadi puasa sunnah 6 hari Syawwal hukumnya BOLEH, karena puasa sunnah tidak disyaratkan penetapan niat di waktu malam. Yakni boleh menetapkan niat puasa sunnah di pagi hari setelah terbit fajar selagi belum makan dan minum, atau belum melakukan pembatal2 puasa lainnya.

Hal ini sbgmana disebutkan didlm hadits, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah masuk ke rumah Aisyah radhiyallahu anha di pagi hari, lalu beliau bertanya:
"Wahai Aisyah, apakah engkau punya makanan? Ia jawab; tidak punya. Maka Nabi berkata: Kalau begitu aku puasa (pd hari ini, pent).

Adapun sebaliknya, merubah niat puasa sunnah di pagi/siang hari menjadi puasa wajib, yakni berniat Qodho (bayar hutang) puasa Romadhon maka hukumnya TIDAK BOLEH, karena puasa wajib (Qodho Romadhon) disyaratkan adanya penentuan niat di waktu malam.

Hal ini sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:
(Man lam yubayyit bish-shiyaami min al-laili fa La shiyaama lahu)
Artinya: "Barangsiapa tidak menetapkan niat puasa (wajib, pent) di waktu malam maka puasanya tidak sah."

Demikian jawaban yg dapat kami sampaikan. Smg bermanfaat.
Wallahu a'lam bish-showab. Wabillahi at-taufiq.