Logo

Mobile APP:

Stay in touch with us:

Islamic Calendar Widgets by Alhabib

FORUM - Kompilasi Tanya Jawab

BOLEHKAH BERPUASA SUNNAH SYAWWAL 6 HARI SEBELUM MENGQODHO, MENGGANTI HUTANG PUASA RAMADHAN?

Kamis, 13 September 2012 , 10:39:54
Oleh : Ummu Adam

Pertanyaan :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ustadz ana mau tanya, istri ana mau puasa syawal tp beliau masih punya hutang puasa ramadhan, apakah beliau boleh puasa syawal dulu karena waktunya terbatas, baru byr hutang puasa ramadhan, شُكْرًا جَزِيْلاً atas jawabannya ya ustadz..

Jawaban Oleh Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc,MA :
(Disusun Di BBG Majlis Hadits: Tanya Jawab Masalah 228)

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. Dalam hal ini yg lebih baik dan utama adalah mendahulukan Qodho (ganti hutang) puasa Ramadhan, karena ibadah yg wajib harus lebih didahulukan daripada ibadah sunnah. Dan yg demikian ini lebih dicintai Allah, sbgmana firman Allah didlm hadits Qudsy:
(Wa ma taqorroba 'abdi bi syai-in ahabba illaiyya mimma iftarodhtuhu)
Artinya: "Dan hamba-Ku tidaklah bertaqorrub (mendekatkan dirinya) kepada-Ku dengan suatu amalan yg lebih Aku cintai daripada amalan-amalan yg telah Aku wajibkan kepadanya."

Apalagi jika jumlah hari dari bulan Syawal masih memungkinkan atau cukup untuk menggabungkan pelaksanaan puasa yg wajib (Qodho puasa Romadhan) dengan puasa sunnah (6 hari dari bulan Syawal), maka ini yg paling utama dan lebih baik utk dikerjakan.

Namun meskipun demikian, sebagian ulama berpendapat BOLEH mendahulukan puasa sunnah 6 hari dari bulan Syawwal drpd Qodho puasa Ramadhan, apalagi jika hari-hari dari bulan Syawal akan segera habis (berakhir). Mereka (para ulama) juga beralasan bahwa mengQodho puasa Ramadhan waktunya cukup luas (panjang), yakni selama 11 bulan hingga sebelum tiba bulan Ramadhan pd tahun berikutnya.

Diantara dalil syar'i yg menguatkan pendapat ini, ialah perbuatan Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa ia pernah mempunyai hutang puasa Ramadhan, dan ia baru sempat melunasi hutang puasanya tsb pd bulan Sya'ban seblm tiba bulan Ramadhan tahun berikutnya.

Demikian jawaban yg dapat kami sampaikan. Smg bermanfaat.
Wallahu a'lam bish-showab. Wabillahi at-taufiq.