Logo

FORUM - Kompilasi Tanya Jawab

Bidah Bidah Seputar Haji dan Umroh

Ahad, 29 April 2012 , 07:54:35
Oleh : Feby ummu maryam

Pertanyaan:
Klo haji/umroh syarat syafar berlaku yaitu ditemani mahrom. Kenapa bnyk biro haji yg bisa memberangkatkan wanita yg umroh hny bersama teman/saudara wanitanya? Apakah surat mahrom itu bisa dibeli? Biro haji memalsukan dokumen mahrom? Atau krn orang mengganggap syarat mahrom itu peraturan negara arab jd bisa di akal2in?... Setau ana, kewajiban haji/umroh itu gugur bila wanita ada udzur yaitu tdk adanya mahrom. (Apalagi jika syafarnya selain haji/umroh). Untuk menjadi haji/umroh yg mabrur hrs memenuhi semua syarat bukan?

Jawaban:
BID'AH-BIDA'H DI DALAM HAJI & UMROH DAN YANG BERKAITAN DENGAN KEDUANYA
Di bawah ini saya turunkan sejumlah bid'ah-bid'ah di dalam haji dan 'umroh dan
Ziarah ke Masjid Nabawi:

1.. Sholat dua roka'at ketika akan keluar menunaikan ibadah haji
2.. Atau sholat empat roka'at
3.. Walimatus safar ketika akan berangkat dengan upacara selamatan kematian
(tahlilan)
4.. Selamatan seperti selamatan kematian selama kepergian keluarga menunaikan
ibadah haji sampai pulang
5.. Melarang anak-anak menunaikan ibadah haji
6.. Keyakinan mereka bahwa barang siapa yang nikah sebelum haji niscaya ia
telah mulai mengerjakan maksiyat
7.. Mengazankan orang yang akan berangkat haji.
8.. Mengiringi orang-orang yang akan berangkat haji dengan zikir-zikir, yang
umumnya mereka kerjakan dengan suara keras dan berjamaah
9.. Safar tanpa membawa bekal dengan alasan tawakal
10.. 'Umroh pariwisata, yakni dengan niat jalan-jalan bukan karena Allooh
subhanahuwata'ala.
11.. 'Umroh tahun baru.
12.. Menunaikan ibadah haji agar orang-orang memanggilnya dengan gelar haji
atau hajjah.
13.. Tidak ragu lagi bagi ahli ilmu bahwa sebutan haji di depan nama adalah
bid'ah karena Nabi Shollalloohu 'alaihi wasallaam tidak pernah memanggil para
shahabat dengan sebutan haji (Haji Abu Bakar, Haji Umar, dst)
14.. Membuat mahrom palsu...

Sumber: Buku Panduan praktis Haji dan umroh, , Bab 3
Penulis : ustdz Abdul hakim bin amir abdat, pustaka Abdullah,cetakan ke 3 th 2007