Logo

Mobile APP:

Stay in touch with us:

Islamic Calendar Widgets by Alhabib

FORUM - Kompilasi Tanya Jawab

APAKAH ORANG YANG BARU MASUK ISLAM, MUALLAF WAJIB DIKHITAN?

Kamis, 13 September 2012 , 17:00:33
Oleh : Ummu Adam

Pertanyaan :

Mohon tanya adik perempuan saya insyaAllah akan segera menikah, dg seorg mualaf, dan calon suaminya blm/tdk dikhitan. Pertanyaannya: Apakah semua laki2 Muslim wajib dikhitan atau sifatnya sunnah?
Mohon penjelasan. Jazaakallahu khoir.

Jawaban Oleh Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc,MA :
(Disusun Di BBG Majlis Ilmu: Tanya Jawab Masalah 232)

Bismillah. Hukum Khitan bagi LAKI2 Muslim adalah WAJIB. Sedangkan bagi WANITA Muslimah adalah SUNNAH.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

أَلْقِ عَنْكَ شَعْرَ الْكُفْرِ وَاخْتَتِنْ

“Hilangkan darimu rambut kekufuran (yakni yang menjadi ciri orang kafir) dan berkhitanlah.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, dan dinyatakan HASAN oleh Syaikh Al-Albani).

Dan juga berdasarkan sabda beliau juga tentang khitannya Nabi Ibrahim 'alaihissalam:

اخْتَتَنَ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَام وَهُوَ ابْنُ ثَمَانِينَ سَنَةً بِالْقَدُومِ

“(Nabi) Ibrahim ‘alaihissalam telah berkhitan dengan qadum (nama sebuah alat pemotong) sedangkan beliau telah berumur 80 tahun.” (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim).

Jadi, jika ada seorang yg baru masuk Islam (muallaf) dan ia belum dikhitan, maka hendaknya segera dikhitan meskipun umurnya sdh tua (Lansia), karena khitan di dlm syariat Islam termasuk perkara fithroh bagi manusia.

Adapun dalil syar'i yg menunjukkan disunnahkannya khitan bagi wanita adalah hadits berikut ini:

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ummu ‘Athiyah radhiyallahu 'anha (wanita tukang khitan) :

اخْفِضِي، وَلا تُنْهِكِي، فَإِنَّهُ أَنْضَرُ لِلْوَجْهِ، وَأَحْظَى عِنْدَ الزَّوْجِ

“Apabila engkau mengkhitan wanita potonglang sedikit, dan janganlah berlebihan (dalam memotong bagian yang dikhitan), karena itu lebih bisa membuat ceria wajah dan lebih menyenangkan (memberi semangat) bagi suami.” (Diriwayatkan oleh Abu Daud, Al-Hakim, Ibnu Ady dalam Al-Kamil dan Al-Khatib dalam Tarikhnya).

Demikian jawaban yg dapat kami sampaikan. Smg bermanfaat.
Wallahu a'lam bish-showab.