Logo

Islamic Calendar Widgets by Alhabib

FORUM - Kompilasi Tanya Jawab

APA DALIL YANG MENUNJUKKAN BAHWA NIAT IBADAH SHOLAT, PUASA DAN SELAINNYA ITU TEMPATNYA DI DALAM HATI, DAN TIDAK DIUCAPKAN DENGAN LISAN?

Rabu, 25 Juli 2012 , 12:17:52
Oleh : Ummu Adam

Pertanyaan :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ada pertanyaan Ustadz dari Al-Ilmu 95 :
Assalamu'alaikum ustadz, mohon info link or share dalil bahwa niat sholat cukup didlm hati tdk perlu dilafazkan / diucapkan dg bacaan contoh: Usholli fardhu magribi.....

Ana pernah mengetahui dari kajian namun tdk mencatat dalil or hujahnya kalau tdk keberatan mungkin antum ada catatannya. Begitu pula niat puasa bulan Ramadhan yg di lafazkan, ana ketehui dari kecil....contoh: Nawaitu samagodin anadais fardhu.....etc, bagaimana dalil shohihnya.... شكرا ​جَزَاك اللهُ خَيْرًا

Jawaban Oleh Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc,MA :
(Disusun Di BBG Majlis Hadits: Tanya Jawab Masalah 202)

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. Akhi fillah A... + P.... yg smg dirahmati Allah, dalil yg menunjukkan bahwa niat ibadah apapun spt sholat, puasa dan selainnya itu tempatnya di dalam hati dan tidak diucapkan dengan lisan adalah TIDAK ADANYA DALIL yg Shohih dan Jelas yg menunjukkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah melafazhkan niat dengan lisan beliau. Demikian pula tidak ada satu riwayat pun dari kalangan para Sahabat radhiyallahu anhum yg menunjukkan demikian.

Sehingga dengan demikian, melafazhkan niat ibadah sholat, puasa dan selainnya dengan lisan adalah bukan termasuk dari ajaran Islam, karena tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Di dalam hadits yg shohih, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: wa khoirul hadyi hadyu muhammad. Artinya: "dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam."

Dan di dlm riwayat yg lain, beliau bersabda pula: 'alaikum bi sunnati wa sunnati al-khulafa' ar-rosyidiin al-mahdiyyiin min ba'di. Artinya: "wajib atas kalian berpegang teguh dengan tuntunanku dan tuntunan para kholifah sesudahku yg lurus dan mendapat petunjuk (dari Allah)."

Di dlm sebuah kaedah fiqih disebutkan: al-ashlu fil 'ibadati al-man'u au at-tahriim hatta yarida ad-dalilu 'ala syar'iyyatiha. Artinya: hukum asal ibadah adalah terlarang atau haram, kecuali jika ada dalil yg mensyari'atkannya.
Dan dalam hal melafazhkan niat dengan lisan ini memang benar2 tidak ada dalilnya yg shohih dan jelas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Sehingga dengan demikian, yg dituntut mendatangkan dan menyebutkan dalil adalah orang yg terbiasa melafazhkan niat ibadah dengan lisan. Bukan orang yg tidak melafazhkannya.

Demikian jawaban yg dapat saya sampaikan. Smg mudah dipahami, dan menjadi tambahan ilmu yg bermanfaat.
Wallahu a'lam bish-showab, wabillahi at-taufiq.