Logo

Islamic Calendar Widgets by Alhabib

FORUM - Fawaid Ilmiah

Al Masaiil: Tentang cara mengerjakan Shalat Qiyamul lail 4 rakaat

Kamis, 12 Juli 2012 , 22:14:02
Oleh : abumandala

Setiap Shalat sunnah , baik siang ataupun malam pada asalnya dikerjakan setiap dua rakaat salam, sebagaimana Nabi shallallahu'alaihi wa sallam :
" Shalat (sunnah) malam dan siang itu 2 rakaat 2 rakaat( maksudnya 2 rakaat salam).( Shahih Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi , an Nasai, Ibn MajahIbn Khuzaimah & Ibn Hibban dari jalan Ibn Umar)
Hadits ini dijadikan sebagai pokok pengembalian setiap shalat sunnah 2 rakaat salam baik shalat sunnah siang maupun malam, jadi kalau misalnya dlm riwayat diterangkan bahwa Nabi shalat delapan rakaat atau enam rakaat dapatlah dipahami bahwa setiap 2 rakaat salam , karena riwayat itu hanya mau menerangkan jumlahnya bukan caranya.
Setelah kita mengetahui hukum ini maka baru kita bertanya adakah pengecualian dari ketentuanyang asal ini? Ternyata ada dalil , yaitu:
1. Shalat witir yang 3 rakaat dan 5 rakaat dikerjakan satu salam dengan satu tahiyat& satu salam, shalat witir yang 7 rakaat & 9 rakaat dikerjakan dengan 1 salam dan dengan 2 tahiyyat ( yaitu dirakaat ke 6 dan ke 9)
2. shalat tahajud yang 4 rakaat boleh dikerjakan dengan 1 kali salam sebagaimana keterangan Aisyah " Tidak pernah Rasulullah shalat di bulan Ramadhan dan tidak dibulan lainnya lebih 11 rakaat ( yaitu ) beliau shalat 4 rakaat , maka jangan engkau tanyakan bagus lamanya KEMUDIAN beliau shalat 4 rakaat lagi , maka jangan engkau tanyakan tentang bagus dan lamanya , KEMUDIAN beliau shalat (witir ) 3 rakaat" ( Shahih Bukhori & Muslim )
Perkataan Aisyah " Beliau shalat 4 rakaat " ini menunjukan 4 rakaat yang dikerjakan Nabi dengan 1 kali salam , karena sesudah itu Aisyah mengatakan TSUMMA yang artinya KEMUDIAN. perkataan tsumman diletakan sesudah menyebutkan 4 rakaat , menunjukan bahwa 4 rakaat itu dikerjakan dengan 1 kali salam.
3. Setiap Hadits yang menerangkan bahwa Nabi shalat sunnah 4 rakaat , makan boleh dikerjakan dengan 1 kali salam seperti riwayat diatas atau setiap 2 rakaat salam, contoh lain seperti 4 rakaat sebelum dan sesudah sahalat dhuhur, 4 rakaat sesudah shalat Jumat, 4 rakaat ba'da Ashar 4 rakaat shalat
dhuha.
Itulah beberapa pengecualian yang ada dalilnya dari Hadits hadits yang telah sah .
lalu tentang pengecualian diatas seperti shalat tahajud yg 4 rakaat dan lain lain dengan 1 kali salam timbull pertanyaan , Bagaimana sifat 4 rakaat yang 1 kali salam itu , apakah dengan 1 tahiyyyat saja atau dengan 2 tahiyyat yakni tahiyyat awal dan akhir sama seperti shalat dhuhur, ashar dan isya?
Jika dikatakan harus dikerjakan dengan 1 tahiyyat karena Aisyah tidak menerangkan bahwa Nabi mengerjakan mengerjakan 2 tahiyyat.
Dijawab: Tidak diterangkan oleh Aisyah bukan berarti tidak ada tahiyyat awal , sebagaimana Aisyah juga tidak menerangkan bacaan iftitah, Alfatehah, bacaan ruku dan lain lainnya, apakah bacaan tsb tidak ada? tidak demikian ! karena maksud shalat tahajud yg 4 rakaat dg 1 kali sallam , adapun ttg sifat shalat tsb dikembalikan kepada sifat yg biasa , yaitu dengan takbiratul ikhram , Doa iftitah , alfethah dst, Demikian juga ttg adanya tahiyyat awal dishalat tahajud yg 4 rakaat itu kita kembalikan kepada sifat shalat biasa ,adanya takbirotulikhrom, doa iftitah alfatehah dst, demikian juga ttg adanya tahiyyat awal dishalat tahajud yg 4 rakaat itu kita kembalikan kepada pokok asal shalat yg 4 rakaat ( dhuhur, ashar & Isya ) yg wajib mengerjakan tahiyyat awal, ini berdasarkan keterangan Aisyah sendiri yg menjelaskan sifat Shalat Nabi, Berkata Aisyah:
" ... dan beliau ( Rasulullah) mengucapkan pada setiap dua rakaat : AT TAHIYYAT, ( Shahih Muslim( 2/54 ) Abu Dawud (783) Ahmad dan yang lainnya)
dan hadits hadits yg lainnya mengenai hal tsb.
Hadits Aisyah itu dg tegas dan jelas mengatakan : Bahwa setiap shalat yg 4 rakaat itu ajib ada tahiyyat awalnya, karena Nabi setiap 2 rakaat membaca tahiyyat. Demikian juga Hadits Ibn Mas'ud & Hadits Rifaa'ah bin Raafi..
Sekarang kita bertanya : Apakah keterangan Aisyah ttg sifat shalat Nabi dari Takbir hingga salam tertentu itu khusus untuk shalat wajib saja tidak untuk shalat sunnah ? tidak ada seorang pun Ulama yang mengatakan demikian ! bahkan Hadits Aisyah itu berbentuk 'am (( umum) baik shalat wajib maupun shalat sunnah , demikian cara berdalil yang sesuai dengan kaidah ushul.
Adalagi yg membantah : Kalau kita memakai dua tahiyyat niscaya akan serupa dengan shalat wajib"
Al Jawab; Cobalah saudara menjawab pertanyaan ini : Shalat sunnah yg 2 rakaat itu apakah bedanya dengan shalat subuh / shalat Jumat yang biasa kita kerjakan ? tentunya saudara akan menjawab : Ya Niatnya! jika jawaban saudara tsb itu menjadi jawaban bantahan jawaban saudara sendiri.
Datang lagi bantahan :" Nabi melarang kita shalat sunnah menyerupai shalat wajib"
Alidak ada larangan yg bersifat umum begitu ? yang ada hanya Nabi melarangkita shalat WITIR tiga rakaat dg menyerupai shalat magrib, yakni memakai 2 tahiyyat , yang benar shalat witir yg 3 rakaat dg 1 kali salam dengan 1tahiyyat saja ., Dalam hal ini tidak bisa kita kiaskan ( samakan hukumnya ), dan yang kita bahas adalah shalat tahajud jadi berbeda hukumnya.( jika dalil tsb digunakan untuk umum pada shalat sunnah( tidak boleh menyerupai shalat wajib) bagaimana jika digunakan dalil tsb pada shalat sunnah yang 2 rakaat ? lalu bagaiman sifatnya jika tidak boleh menyerupai shalat Subuh / shalat Jumat?)
dalil tsb khusus untuk shalat witir saja bukan untuk shalat shalat sunnah yang lainnya .
Ketahuilah ! Tidak ada keterangan yg menunjukan bahwa shalat tahajud yg 4 rakaat itu dg satu tahiyyat sebagaimana yg biasa dikerjakan oleh saudara saudara kita , namun demikian KAMI - Insya Allah - bukanlah orang yang jumud yg tidak mau menarik kembali keputusan yang kami ruju" jika ada dalil yg shahih dan sharih / tegas yg menunjukan bahwa shalat tahajud yg 4 rakaat itu dg 1 tahiyyat saja, jika tidak ada bukanlah sudah sepantasnya saudara-saudara ruju' yaitu dengan menggunakan 2 tahiyyat , semoga Allah menghidupkan dan mematikan kita diatas dasar Islam dan Sunnah .
Allahumma Amin.
ma'roji : Al masaiil Al ustad Abu Unaisah ( 3/164-169
namun ada beberapa ustad yang mentafsirkan Hadits Aisyah bahwa 4 rakaat itu maksudnya adalah ( 2 rakaat 2 rakaat), bukan 4 rakaat 1 salam.
ana dalam hal ini, setelah membaca Al Masaiil ( Ust Abdul Hakim Amir Abdat Hafidzahullah)dan mendengarkan (dari pertanyaan-pertanyaan( di radio rodja ) oleh ust Abu Yahya Badrussalam hafidzahullah) seputar masaiil ini) menurut ana inilah yg paling rojih. Allahu'alam

  • Sabtu, 29 Desember 2012 , 15:18:42
    Oleh : Tantular

    Bagaimana dengan sholat Tarwih di bulan Ramadhan oleh sebagian umat Islam yang memakai pola 4-4-3 (termasuk Witir 3 rakaat), dimana metode yang digunakan adalah 1 kali salam dan 1 kali Tahiyyat (serta tetap membaca surah setelah membaca Al Fatihah), untuk tiap 4 rakaat yang dikerjakan itu? Apakah pembahasannya kurang lebih sama dengan penjelasan Ustadz tersebut di atas? Mohon pencerahannya Ustadz. Jazakallah khoir.

POLLING HARI INI

Menurut anda, bagaimana design baru salamdakwah ini?