Logo

Mobile APP:

Stay in touch with us:

Islamic Calendar Widgets by Alhabib

AKTUALITA - Ustadz Nuzul Dzikry

Pentingnya Mempelajari Akhlaq

Selasa, 17 Januari 2012 , 09:17:00
Oleh : Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc

Follow:

Pentingnya Mempelajari Akhlaq
 
Diantara yang menunjukkan pentingnya pembahasan mengenai akhlaq adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: (albirr adalah akhlaq yg baik…)
Hadits yang mulia ini mununjukkan bahwa beradab kepada ALLAH dan beriman kepadaNya serta beribadah hanya kepadaNya termasuk ke dalam akhlaq yang mulia karena kata “albirr” mencakup seluruh ketaatan kepada ALLAH baik amalan hati atau batin maupun amalan zhahir atau anggota badan sebagaimana firman ALLAH : (Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan(albirr), akan tetapi sesungguhnya kebajikan (albirr) itu adalah beriman kepada ALLAH, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan memerdekakan hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dlm peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa) QS albaqarah 177, ayat ini menjelaskan bahwa albirr meliputi rukun-rukun iman, ibadah seperti shalat dan berbuat baik kepada manusia dan makhluk.
 
Inilah makna perkataan ‘Aisyah (akhlaq Nabi adalah alquran) HR ahmad, maksudnya Nabi beradab dengan adab Alquran, mengerjakan seluruh perintah ALLAH dan menjauhi laranganNya, maka ‘Aisyah menjadikan beramal dengan alquran sebuah akhlaq yang mulia.
Inilah makna akhlak yang dipahami salafusshalih (shahabat,tabiin,tabi’ut tabi’in), mereka membagi akhlak menjadi 2:
1.Akhlak kepada ALLAH
2.Akhlak kepada makhluk
 
Berangkat dari makna akhlak ini, kita mengetahui bahwa barang siapa yang selalu berbuat baik kepada manusia dan gemar membantu sesama tapi ia melakukan kesyirikan atau ia tidak mengerjakan shalat atau ibadah yang lainnya maka dia belum memiliki akhlak yang mulia,dia tidak berakhlak kepada Rabbnya dan ALLAHlah dzat yang paling berhak untuk dipersembahkan dengan akhlak yang mulia, bukankah Dia yang telah menciptakan kita? Dia yang telah memberikan kita rizki? Dia yang telah memberikan kita kebahagian dan kesempatan menghamba kepadaNya di dunia ini? Marilah kita menjadi hamba yang berakhlak kepada Rabbnya dan menjadi manusia yang berakhlak kepada sesama.
(disarikan dari penjelasan Ibnu Rojab dalam Jamiil Ulum & Ibnu Qoyyim dalam tahdzibissunan dengan perubahan redaksi)
 
Sudah dibaca oleh 850 orang

Sharing:

comments powered by Disqus