Logo

Islamic Calendar Widgets by Alhabib

AKTUALITA - Ustadz Badrusalam

Makna Tauhid

Rabu, 09 November 2011 , 15:41:28
Oleh : Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc

Follow:

Makna Tauhid

disusun oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam


Tauhid secara istilah adalah :” Mengesakan Allah dengan sesuatu yang merupakan kehususan-Nya “. (Al Qulul Mufid, hal. 5).

Tauhid terbagi menjadi tiga :

1. Tauhid Rububiyyah yaitu mengesakan Allah dalam perbuatan-perbuatan-Nya, seperti tidak ada yang mematikan, menghidupkan, memberi rizki, mengetahui yang ghaib, menciptakan, mengatur alam kecuali Allah saja.

2. Tauhid Asma wassifat yaitu mengimani bahwa Allah mempunyai nama-nama dan sifat yang sempurna yang tidak terbilang jumlahnya.

3. Tauhid Uluhiyah yaitu mengesakan Allah dalam perbuatan hamba seperti do’a, tawakkal, shalat, puasa, dan ibadah lainnya yang merupakan perbuatan hamba.

Kedudukan tauhid.

Tauhid mempunyai kedudukan yang sangat agung dalam agama islam, diantara kehebatan-kehebatan tauhid adalah antara lain :

1.Tauhid adalah hikmah diciptakannya langit dan bumi

Ibnul Qayyim berkata setelah membawakan beberapa Ayat :” Allah memberitakan bahwa tujuan penciptaan adalah agar dikenal nama-nama dan sifat-Nya, hanya Dia yang disembah dan tidak disekutukan “. (Ad Da’ waddawa, hal 196).

2. Tauhid adalah sebab diutusnya para Rosul, pembuka dan inti dakwah mereka. Firman Allah :

 

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُوْلاً أَنِ اعْبُدُوْا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَ

Dan sesungguhnya kami telah rosul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) :” sembahlah Allah saja dan jauhi thoghut…”. (QS 16:36).

3. Tauhid adalah sebab diturunkannya kitab-kitab Allah. Firman-Nya :

 

الر كِتاَبٌ أُحْكِمَتْ ءَايَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَدُنْ حَكِيْمٍ خَبِيْرٍ . أَلاَّ تَعْبُدُوْا إِلاَّ اللهَ ِإنَّنِيْ لَكُمْ مِنْهُ نَذِيْرٌ وَبَشِيْرٌ.

Alif laam raa. (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu. Agar kamu tidak menyembah selain Allah, sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepada kalian”. (QS 11:1-2).

4. Tauhid adalah tujuan penciptaan manusia.

وَمَا خَلَقْتُ الجِنَّ وَالإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ

Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar Mereka menyembahku (saja) “. (QS 51:56).

Ibnu Katsir berkata pada tafsir ayat ini :” Makna ayat ini, bahwa Allah Ta’ala menciptakan seluruh hamba agar mereka beribadah kepada-Nya semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. barang siapa yang mentaati-Nya niscaya Dia membalasnya dengan balasan yang paling sempurna. Tetapi barang siapa bermaksiat kepada-Nya, niscaya Dia menyiksanya dengan siksaan yang sangat pedih”.

5. Tauhid adalah ruh dari syari’at seluruh Nabi.

Seluruh Nabi dan Rosul semenjak zaman Nabi Adam sampai Nabi Muhammad sallallahu’alaihi wasallam menyeru kepada tauhid, walaupun syari’at mereka berbeda (QS 16:36 lihat point kedua).

6. Tauhid adalah kewajiban pertama dan terakhir kali atas mukallaf.

Rosulullah Sallalahu’alaihi wasalam bersabda yang artinya :” Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersyahadat laailahaillallah dan muhamad rosulullah, mendirikan shalat, dan membayar zakat. Jika mereka telah melakukannya, mereka telah menjaga darah, dan harta meeka dariku, kecuali dengan hak islam dan perhitungan mereka disisi Allah”. (Mutafaq ‘alaih).

Imam Ibnu Abil’Izz berkata :” Oleh sebab inilah yang benar bahwa kewajiban pertama kali atas seorang mukallaf adalah syahadat “ laa ilaaha illallaah” Sehingga tauhid merupakan kewajiban pertama kali dan terakhir kali sebagaimana sabda Nabi Sallallahu ’alaihi Wasalam:

             من كان أخر كلامه لا إله إلا الله دخل الجنة                                                                                                                           

Barang siapa akhir perkataannya laa ilaaha illallah niscaya dia masuk surga “. (HR Muslim). (Minhatul ilahiyyah hal 45).

7. Tauhid merupakan syarat diterimanya amalan.

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman :

وَلَوْ أَشْرَكُوْا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Seandainya mereka menyekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan”. (QS 6:88)

Syeikh Abdurrahman bin Nashr As Sa’dy berkata dalam menafsirkan ayat ini :” Sesungguhnya syirik itu melenyapkan amalan dan menyebabkan kekal di dalam neraka”. (Taisiir karimir Rahman).

8. Tauhid menjadikan harta dan darah seseorang terjaga.

Rosulullah Sallallahu ’alaihi wasallam bersabda :” Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersyahadat laa ilaaha illallah dan Muhammad Rosulullah, menegakkan shalat dan membayar zakat, jika mereka telah melakukannya, terjagalah harta dan darah mereka dariku kecuali dengan hak islam dan hisabnya disisi Allah (Muttafaq ‘alaih).

9. Orang yang bertauhid akan mendapatkan syafa’at Rosulullah.

Abu Hurairah berkata :” ya Rosulallah , siapakah orang yang paling berbahagia mendapatkan syafa’at anda pada hari kiamat ? Beliau bersabda :” Aku telah menyangka hai Abu Hurairah bahwa tidak ada seorangpun mendahuluimu bertanya kepadaku tentang hadits ini, karena aku telah melhat semagatmu terhadap hadits , orang yang paling berbahagia mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat adalah orang yang mengatakan laa ilaaha illallah secara ikhlas dari hatinya “. (HR Bukhary).

10. Tauhid adalah hak Allah yang menjadi kewajiban hamba.

Rosulullah Sallallahu ’alaihi wasallam bertanya kepada Mu’adz :” Tahukah engkau apakah hak Alah yang menjadi kewajiban seluruh hamba ? jawab mu’adz :” Allah dan Rosul-Nya lebih Tahu”. Beliau bersabda :” Sesuangguhnya hak Allah yang menjadi kewajiban seluruh hamba adalah agar mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun “. (Muttafaq ‘alaih).

11. Tauhid merupakan sarana jalan menuju surga.

Nabi bersabda :” Barang siapa bersaksi laa ilaaha illallah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rosul-Nya, dan bahwa Isa adalah hamba-Nya dan Rosul-Nya dan kalimat-Nya yang Dia berikan kepada Maryam, serta Ruh ciptaan-Nya, dan bahwa sorga benar-benar ada, dan bahwa neraka benar-benar ada, niscaya Allah masukkan ke dalam sorga sesuai dengan amalannya “. (HR Bukhary).

12. Tauhid merupakan jalan keselamatan dari api neraka.

Nabi Sallallahu ’alaihi wa sallama bersabda :

فإن الله حرم على النار من قال لا إله إلا الله يبتغي بذلك وجه الله

Sesungguhnya Allah mengharamkan atas neraka terhadap orang yang berkata laa ilaaha illallah karena berharap wajah Allah “. (Muttafaq ‘alaih).

13. Tauhid merupakan perkara pertama kali yang harus didakwahkan.

Perkara yang pertama kali didakwahkan oleh setiap Nabi dan Rosul adalah memurnikan kalimat laa ilaaha illallah, Nabi Sallallahu’alaihi wasallam pertama kali dakwah di makkah adalah memurnikan tauhid, dan itu pula yang beliau perintahkan kepada para sahabatnya, beliau bersabda kepada Mu’adz ketika hendak mengutusnya ke Yaman :” Sesungguhnya engkau akan mendatangi kaum ahli kitab, maa jadikanlah yang pertama kali engkau serukan adalah laa ilaaha illallah…. “. (Muttafaq ‘alaih).

Mungkin ada orang berkata kepada anda :” bukankah pada zaman sekarang kita berdakwah kepada kaum muslimin ?” maka jawablah :” betul, akan tetapi banyak kaum muslimin yang tidak memahami kalimat Laa illaha illallah, apa konskwensinya, syarat-syarat dan pembatal-pembatalnya, justru banyak kaum muslimin yang jatuh kedalam pembatal laa ilaaha illalah.

Kenyataan membuktikan banyak kaum muslimin yang mengambil jimat-jimat untuk menolak marabahaya, perdukunanpun merajalela, banyak pula yang berdo’a dikuburan, thawaf disekitarnya dan berharap keberkahan dari tanahnya, diantara mereka ada yang memberikan sesajen kepada para jin, menyembelih untuk para arwah dan fenomena kesyirikan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak memahami yang diinginkan oleh laa ilaaha illallah.

Kaum musyrikin terdahulu tidak mau mengucapkan laa ilaaha illallah karena mereka mengetahui dan memahami apa yang diinginkan dari kalimat laa ilaha illalah, bahkan ketika ditimpa marabahaya mereka mengihlaskan do’a kepada Allah. Berbeda dengan kaum muslimin zaman sekarang yang setiap harinya mengucapkan laa ilaaha illalah lebih dari 10 kali tapi ketika ditimpa musibah atau kesenangan mereka pergi ke dukun, tempat-tempat keramat, kuburan dan tempat lainnya dengan hati yang khusyu’ dan tunduk, dimana kekhusyuan dan ketundukkan tersebut tidak didapati pada mereka ketika di masjid atau shalat atau ibadah lainnya yang ditujukan hanya kepada Allah dan sesuai dengan syari’at Rosulullah.

Hal ini menunjukkan bahwa dakwah tauhid Pada zaman ini harus di utamakan dan diseruakan ketengah-tengah kaum muslimin.

14. Tauhid adalah millah nabi Ibrahim yang luruh yang harus diikuti.

ثُمَّ أَوْحَيْناَ إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفاً وَمَا كَانَ مِنَ المُشْرِكِيْنَ                                                                                                              .   

Kemudian Kami wahyukan kepadamu (muhammad) :” Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif dan dia bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan (Allah) “. (An Nahl : 123).

15. Syirik adalah perkara yang dikhawatirkan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam.

     وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيْمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا البَلَدَ ءَامِنًا وَاجْنُبْنِيْ وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الأَصْناَمَ                                                                                                  

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata :” Ya Rabbku, jadikanlah negri ini (makah) negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala “. (QS 14 : 35).

Perhatikanlah, apabila Nabi Ibrahim yang telah Allah jamin masih takut terjerumus ke dalam kesyirikan, bagaimana halnya dengan kita yang tidak dijamin, maka hendaknya kita lebih takut lagi dan jangan merasa aman dari makar iblis dan tentaranya. Karena makar iblis itu lebih lembut dari sutra, menggiring seorang hamba sedikit demi sedikit hingga terjerumus kedalamnya. Wallahul musta’an.

16. Tauhid adalah keadilan yang terbesar, sebagaimana syirik adalah kezaliman yang terbesar.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :” Allah memberitakan bahwa Dia telah mengutus Rasul-rasul-Nya dan menurunkan Kitab-kitabNya supaya manusia dapat melaksanakan al qisth yaitu keadilan, termasuk keadilan yang terbesar adalah tauhid, ini adalah puncak dan tonggak keadilan. Sedangkan syirik adalah kezaliman, Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ

Sesungguhnya syirik itu adalah benar-benar kezaliman yang besar “. (QS 31 : 13).

Maka syirik adalah kezaliman yang terbesar sedangkan tauhid adalah keadilan yang paling adil “. (Ad Daa Wad Dawaa, hal. 196-197).

17. Tauhid menggugurkan dosa-dosa.

Dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu dia berkata : Aku mendengar Rosulullah Sallallahu’alaihi wasallam bersabda :” Allah Tabaraka wata’ala berfirman :” Wahai anak Adam, sesungguhnya selama kamu berdo’a dan mengharap kepadaKu, niscaya Aku mengampuni dosa yang ada padamu, dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai awan dilangit, kemudian kamu memohon ampun kepadaKu niscaya Aku mengampunimu. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika kamu menghadapku dengan membawa dosa sepenuh bumi, kemudian menemuiKu dalam keadaan kamu tidak menyekutukan sesuatupun denganKu niscaya Aku menemuimu dengan ampunan seperti itu juga “.(HSR Tirmidzy).

18. Orang yang merealisasikan tauhid secara sempurna akan masuk surga tanpa hisab dan adzab.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhary dan Muslim, Rosulullah sallalahu’alaihi wasallam mengabarkan bahwa akan ada 70.000 orang dari umatnya yang masuk surga tanpa hisab dan adzab, kemudian beliau menyebutkan sifat-sifatnya yaitu :

tidak minta dirukyah (jampi).

Tidak thathoyyur (meyakini kesialan pada sesuatu baik berupa benda, burung ataupun lainnya).

Tidak berobat dengan cara kayy (besi yang panaskan).

Hanya bertawakkal kepada Allah.

Hadits tersebut menunjukkan bahwa tauhid mereka benar-benar sempurna tauhidnya karena, jika perkara-perkara kecil tersebut ditinggalkan lebih lebih perkara yang lebih besar dari hal tersebut.

19. orang yang bertauhid akan mendapatkan petunjuk dan keamanan.

الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا وَلَمْ يَلْبِسُوْا إِيْمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُوْنَ                                                                                                         .

Orang-orang beriman dan tidak mencampur adukkan Iman mereka dengan kezaliman (syirik), maka itulah orang-orang yang mendapatkan keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk”.

(QS Al An’am : 82).

20. orang yang mati dalam keadaan syirik dan tidak bertauhid tidak akan diampuni oleh Allah dan kekal selama-lamanya di dalam neraka.

إِنَّ اللهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيْماً                                                                             

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan mengampuni segala dosa yang lebih rendah dari syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, sungguh ia telah berbuat dosa yang besar “. (QS An Nisa : 48).

Rosulullah sallallahu ‘alaihi wa sallama bersabda :” Kezaliman itu ada tiga ; kezaliman yang tidak diampuni oleh Allah, kezaliman yang akan Allah ampuni dan kezaliman yang tidak akan Allah tinggalkan.

(1).adapun kezaliman yang tidak akan diampuni oleh Allah adalah syirik, lalu beliau membaca :” Sesungguhnya syirik itu kezaliman yang besar “. (QS 31 :13).

(2).Adapun kezaliman yang akan Allah ampuni adalah kezaliman hamba terhadap dirinya sendiri di dalam (hak-hak) antara dia dengan Allah.

(3).Adapun kezaliman yang tidak akan Allah tinggalkan adalah kezaliman hamba terhadap hamba lainnya sampai Allah urus perkara itu untuk sebagian mereka dari sebagian yang lain “. (HR Thayalisy dan Al Bazzar dan dihasankan oleh Syeikh Al Bany).

21. Seluruh al qur’an memuat tauhid.

Ibnul Qayyim berkata :” Sesungguhnya al qur’an itu memuat berita tentang Allah Ta’ala, nama-namaNya, sifat-sifatNya, perbuatan dan perkataannya.

Memuat seruan untuk beribadah kepadaNya dan meninggalkan kesyirikan, memuat perintah dan larangan dan ini adalah penyempurna tauhid, memuat berita tentang kemuliaan yang Allah berikan kepada ahli tauhid di dunia dan akhirat, dan kehinaan serta siksaan bagi mereka yang berbuat syirik dan meninggalkan tauhid, dan ini adalah balasan tauhid dan bahaya syirik.

Maka al qur’an itu seluruhnya tentang tauhid, hak-haknya, balasannya, dan tentang perkara syirik dan pelakunya serta balasannya “. (madarijussalikin 3/449).

22. Dan lain-lain.

Keterangan diatas menunjukkan kepada kita semua akan pentingnya masalah tauhid. Meremehkan masalah tauhid sama saja merapuhkan pondasi islam, maka ilmu tauhid adalah ilmu yang paling mulia karena didalamnya dipelajari tentang Allah pencipta alam semesta , dan kewajiban hamba kepada-Nya.

 

 
Sudah dibaca oleh 797 orang

Sharing:

comments powered by Disqus