SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Tidak Meremehkan Dosa

Redaksi SalamDakwah - 3 years ago

Tidak Meremehkan Dosa

TIDAK MEREMEHKAN DOSA

Penulis: Al-Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, Msc -hafidzahullah-

 

Meremehkan dosa malah membuat dosa tersebut menjadi besar di sisi Allah, ditambah lagi jika terus menerus melakukan dosa walau itu awalnya dosa yang ringan.

Disebutkan hadits dalam Shahih Bukhari,

 

عَنْ أَنَسٍ – رضى الله عنه – قَالَ إِنَّكُمْ لَتَعْمَلُونَ أَعْمَالاً هِىَ أَدَقُّ فِى أَعْيُنِكُمْ مِنَ الشَّعَرِ ، إِنْ كُنَّا نَعُدُّهَا عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – الْمُوبِقَاتِ

 

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Sesungguhnya kalian melakukan suatu amalan dan menyangka bahwa itu lebih tipis dari rambut. Namun kami menganggapnya di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai sesuatu yang membinasakan.” (HR. Bukhari no. 6492)

 

Jika disebutkan bahwa ia sangka suatu dosa itu lebih tipis dari rambut, itu tanda meremehkan dosa. Padahal sesuatu yang dianggap sepele seperti ini di sisi Allah begitu besar.

 

Disebutkan dari jalur Ibrahim bin Al Hajjaj dari Mahdi, “Kami menganggapnya sebagai dosa kala bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

 

Ibnu Batthol mengatakan,

 

الْمُحَقَّرَاتُ إِذَا كَثُرَتْ صَارَتْ كِبَارًا مَعَ الْإِصْرَار

 

“Sesuatu dosa yang dianggap remeh bisa menjadi dosa besar, ditambah lagi jika terus menerus melakukan dosa.”

 

Abu Ayyub Al Anshori berkata,

 

إِنَّ الرَّجُل لَيَعْمَلُ الْحَسَنَةَ فَيَثِقُ بِهَا وَيَنْسَى الْمُحَقَّرَاتِ فَيَلْقَى اللَّهَ وَقَدْ أَحَاطَتْ بِهِ ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ السَّيِّئَةَ فَلَا يَزَالُ مِنْهَا مُشْفِقًا حَتَّى يَلْقَى اللَّه آمِنًا

 

“Sesungguhnya seseorang melakukan kebaikan dan terlalu percaya diri dengannya dan meremehkan dosa-dosa, maka ia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan ia penuh dengan dosa. Sesungguhnya seseorang melakukan kejeleken dalam keadaan terus merasa bersalah, maka ia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan aman.”

 

Perkataan-perkataan di atas diringkas dan disarikan dari Fathul Bari, 11: 330.

Semoga faedah singkat dari Rumaysho.Com di malam ini bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

 

Referensi:

Fathul Bari bi Syarh Shahih Al Bukhari, Ibnu Hajar Al Asqolani, terbitan Dar Thiybah, cetakan keempat, tahun 1432 H

 

6 Jumadal Ula 1435 / 7 Maret 2014


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Lisanmu, Kau Gunakan Untuk Apa ?
Lisanmu, Kau Gunakan Untuk Apa ?
Ustadz Nuruddin Abu Faynan. Lc - 1 year ago
Tilawatil Quran
Tilawatil Quran
Redaksi SalamDakwah - 3 years ago
Memanjakan Anak Bukan Tanda Sayang
Memanjakan Anak Bukan Tanda Sayang
Ustadz Abdullah Zein Lc MA - 11 months ago
Wanita Menyusun Shaf Shalat Dari Belakang ?
Wanita Menyusun Shaf Shalat Dari Belakang ?
Ustadz Ammi Nur Baits - 1 year ago
Musibah Agama adalah Musibah Paling Besar
Musibah Agama adalah Musibah Paling Besar
Ustadz Zainal Abidin. Lc - 3 weeks ago
Sumpah Serapah di Pasar Kaget
Sumpah Serapah di Pasar Kaget
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 1 year ago
© 2017 - Www.SalamDakwah.Com