SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Saat Kaab Bin Malik Didiamkan Oleh Sang Nabi (1)

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 6 years ago

Saat Kaab Bin Malik Didiamkan Oleh Sang Nabi (1)

SAAT KA'AB BIN MALIK DIDIAMKAN OLEH SANG NABI (1)  

(Merujuk pada buku Ensiklopedi Adab Islam Jilid 1, Penulis: Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada) 

 

Hukum asal menghajr boleh dan maksimum adalah 3 hari sesuai dalil yang menyatakan bahwa dosa besar bagi seorg muslim yang memutuskan silaturahmi lebih dari 3 hari. 

Bukan menghajar ya, hati-hati. Tapi menghajr, mendiamkan, tidak bicara dengannya.

 

Kisah berikut adalah hal yang berbeda tentang pemboikotan Nabi dan seluruh penduduk Madinah terhadap Kaab bin Malik, Muroroh bin Robiah dan Hilal bin Umayah selama 50 hari karena mereka absen mengikuti perang tanpa alasan yang syar'i.

 

Kisahnya diceritakan langsung oleh Kaab bin Malik dan di sohihkan oleh al Imam al Bukhari.

 

Berkata Kaab bin Malik : 

 

Aku tidak pernah absen dari setiap peperangan kecuali di peperangan Tabuk, perang Badar tidak ikut karena ia tidak tahu bahwa itu akan berperang, dan Allah tidak pernah menghukum. Kenapa demikian? Karena awalnya tidak untuk perang, hanya untuk mengambil barang mereka yang dulu dirampas kaum quraisy. Aku pun ikut saat terjadi baiat sumpah setia kepada Nabi, dan aku tidak mau mengganti pengalamanku meski itu adalah perang yang paling terkenal. 

 

Lalu Kaab mulai bercerita, 

 

Kejadiannya di perang Tabuk, 

ketika itu ia tidak prnah sekuat itu dan tidak pernah sebaik itu posisinya, ia sedang sehat, bugar, dan mampu berangkat perang, di perang Uhud ia hanya punya 1 kuda, di Tabuk ia akan membawa 2 kuda. Saat itu perang modal sendiri, tidak di fasilitasi seperti sekarang. 

 

Perang saat musim panas sekali, dan harus safar yang sangat jauh, ratusan kilometer, dan harus melewati mafaza yaitu gurun yang memiliki gunung pasir, medan terangker, sangat sulit ditaklukkan karena tidak ada patokannya, gurunnya tergantung angin, bisa berubah posisi setiap saat. Mudah sekali tersesat. Lalu ketika tiba di Tabuk lawannya Romawi dengan kekuatan yang sangat besar pada saat itu. 

 

Kesulitan perang Tabuk adalah:

- di musim yang sangat panas 

- dengan rute/medan yang sangat jauh dan sangat berat 

- dengan lawan yang sangat berat yaitu bangsa Romawi

- perang berlangsung tidak di Madinah, sementara di Madinah sedang musim kurma, musim yang ditunggu setiap orang saat itu.

 

Nabi mengumumkan perang tersebut dengan penjelasan yang sangat rinci langsung melalui lisan beliau tidak melalui yang lain karena ini perang yang sangat berat. Pada saat itu umat Islam yang ikut perang bersama Nabi sangat banyak, saking banyaknya tidak bisa didata dengan pasti, lebih dari 10.000 orang, riwayat lain ada 30.000 orang, sangat sulit mengaturnya. Saking banyaknya apabila ada yang tidak ikut perang tidak akan ketahuan. Pada saat Nabi berangkat, persis saat panen kurma. Kurma tidak akan berbuah kecuali di atas 50○ C. Kondisinya sangat panas, perjalanan sangat jauh, rutenya rawan, lawannya berat, di Madinah saat enak-enaknya karena musim kurma, kurma lebih dari segalanya karena makanan pokok mereka. 

 

Dan Kaab bin Malik sangat ingin sekali tidak ikut perang. Godaannya luarbiasa. Persiapan harus sangat serius. Awalnya Kaab sangat semangat, tapi kemudian bisikan untuk menunda-nundanya sangat kuat, taswif luar biasa, sampai tiba hari keberangkatan ia terus menunda, sampai di hari H pun demikian. Kaab belum siap sama sekali saat itu. Ia bicara pada dirinya sendri, ia bukannya panik tapi malah berkata nanti bisa menyusul karena punya 2 kuda. Begitupun kita suka menunda setiap amalan. Seperti menunda berhijab syar'i, menunda amal apapun, itulah yang senantiasa meliputi diri manusia. Yang akhirnya disesali.

 

Kaab menunda sampai Nabi menyelesaikan perang mereka.  

Kaab ia ingin berangkat saat mendengar Nabi akan kembali ke Madinah, tapi untuk apa? 

 

Akhirnya ia tidak pergi sama sekali, lalu ia melakukan survey siapa yang tinggal di Madinah seperti dirinya dan tidak ikut perang. Dan ia sangat syok ternyata ia tidak menemukan seorang pun kecuali orang munafik, dhuafa, sakit, cacat, anak-anak kecil dan para wanita, orang yang tidak mampu. Itu membuat Kaab syok dan sedih.. 

Mau cari teman dengan kesalahan yang sama namun tidak ada. 

Saat itu, Nabi tidak tahu Kaab tidak ikut, sampai tiba di Madinah. Padahal Kaab adalah salah satu yang ber-Islam (memeluk agama Islam, pent-) pertama kali. 

 

Lalu Nabi bertanya tentang Kaab.. 

Dan dijawab oleh Bani Salimah, Kaab tidak ikut karena terlena harta dan dunianya, Nabi terdiam dan tidak membantah, Nabi tahu Kaab tidak pernah absen perang.

 

Saat itu hening lalu tiba-tiba Muad bin Jabal berteriak membela.. : 

"Tutup mulutmu wahai Bani Salimah ! 

Tidak pernah ada berita buruk, aib dan cacat tentang Kaab. Dia ikut perang Uhud dimana orang-orang munafik mundur. Nabi pun diam ketika Muad membela sahabatnya saat Kaab dijelek-jelekkan. 

 

Sebagai seorang sahabat contohlah Muad bin Jabal, tidak ikut menjelekkan saat seorang sahabat kita dijelekkan, ini yang harus kita lakukan, karena dijanjikan surga saat ada teman difitnah orang lain lalu kita segera membelanya. 

 

Namun Nabi diam saja. Kata Ibnul Qayim karena Nabi belum memastikan siapa yang benar?

 

Kaab berkata, ketika tahu Nabi akan pulang ia sangat sedih dan menyesal. Dan menunda kebaikan pasti akan menyesal. Beramallah segera karena anda dianggap manusia hari ini, siapa bisa jamin besok kita masih hidup. 

 

Ia sangat menyesal karena menunda-nunda.. Ia mulai berfikir untuk berbohong bagaimana caranya supaya ia tidak dimarahi Nabi dan menghindar dari Nabi. Lalu ia bicara dengan keluarganya mencari solusi dan alasan, agar Nabi tidak marah. Namun ketika Nabi tiba semua alasan itu tiba-tiba hilang dari pikirannya, dan ia yakin ia tidak akan selamat dengan cara berdusta karena bohong tidak akan menyelamatkannya, ia berjanji tidak akan menipu Nabi, karena Nabi lah ia punya peluang ke surga, dan lagipula Allah pasti tahu kebohongannya meski Nabi tidak.

 

Maka Nabi tiba di pagi hari, lalu menuju ke masjid, ini sunnah beliau yang harus kita amalkan saat bersafar bagi laki-laki. Usahakan pilih penerbangan yang pagi untuk tiba di rumah setelah bersafar, itu sunnah. Beliau langsung menuju masjid untuk shalat sunnah. Setelah selesai Nabi duduk dihadapan warga Madinah, satu persatu yang absen perang menyampaikan alasan mereka, semua beralasan, mereka tidak segan-segan bersumpah untuk meyakinkan alasannya. Kurang lebih jumlahnya ada 80 orang, dan mereka munafik semua. 

 

Nabi menerima alasan mereka dan berdo'a semoga Allah mengampuni mereka. Nabi tahu mereka munafik dan Nabi serahkan batin dan hati mereka kepada Allah. 

 

Ingatlah ini !! 

 

Jika teman berbohong, jangan dibongkar kebohongannya. Jangan menelanjangi mereka, tidak perlu diperpanjng karena hanya Allah yang layak menghakimi mereka. Contohlah Nabi dalam setiap kata dan sikapnya dalam memutuskan apapun.

 

Tibalah giliran Kaab menghadap Nabi.. 

 

Kaab mengucapkan Salam dan dibalas dengan senyuman yang tidak seperti biasanya, Nabi marah tapi masih berusaha tersenyum meski senyum yang aneh. 

 

Lalu Nabi bertanya alasannya... 

Bukankah Kaab tidak punya alasan apapun. Dan Kaab berkata, jika saat itu dihadapan Kaab bukan Nabi ia bisa dengan mudah berbohong. Kaab itu pandai mencari alasan, pandai komunikasi, ia adalah negosiator handal, tapi Kaab tahu jika ia berbohong maka Allah akan tahu meski Nabi tidak, Allah pasti beritahu Nabi. 

 

Ini yang harus kita lakukan dalam kondisi apapun, 

Berusaha JUJUR apa adanya... 

Allah Maha Tahu, 

Ingatlah setiap kebohongan pasti terbongkar, 

Allah mampu membalikkan hati orang yang kita bohongi menjadi membenci kita. 

 

Kaab berpikir jika ia jujur, Nabi mungkin kecewa tapi ia berharap Allah memaafkan dan merubah hati Nabi untuk tidak benci kepadanya, karena hati manusia berada di 2 jari jemari Allah, ini yang diharapkan Kaab, yaitu ampunan Allah. 

 

Lalu dia jujur memberi alasan yang sebenarnya bahwa ia lalai, ia khilaf. Ia katakan sejujurnya murni kejujuran tanpa dusta sedikitpun. Ia tidak berusaha membela diri.

 

Nabi berkata: 

Ya kamu telah jujur dan pulanglah sampai Allah memutuskan perkaramu. 

 

Ketika Kaab pulang, ada beberapa orang dari Bani Salimah yang mengiringinya dan selama perjalanan pulang mereka terus menerus memprovokasi Kaab. 

 

Mereka berkata kepada Kaab.....

"Demi Allah engkau belum pernah berdosa sebelum ini, kenapa engkau tidak cari-cari alasan seperti orang-orang munafik yang tidak ikut perang itu. Kenapa engkau tidak berbohong saja, bukankah Nabi selalu mendo'akan kebaikan. Mereka semua menyalahkan Kaab karena tidak berbohong, sampai-sampai Kaab ingin berbalik memberi alasan lain karena diprovokasi.

 

Itulah bahaya teman yang buruk, mampu merubah ke-istiqomah-an hati dan menggoyahkan iman, kita harus sangat berhati-hati memilih teman, jauhi teman seperti itu.

 

Sebelum berbalik Kaab lebih dulu bertanya...

 

Wahai teman-temanku adakah yang bernasib sepertiku?

Ada ! Jawab mereka.. 

Ada 2 orang, mereka tidak ikut perang sepertimu dan berkata jujur kepada Nabi. 

 

Siapa mereka itu? 

Dijawab, mereka adalah ...

1. Muroroh bin Robiah 

2. Hilal bin Umayah

 

Mereka adalah dua sahabat besarnya yang ikut perang badar, maka Kaab urungkn niatnya untuk merevisi alasannya karena ternyata ia tidak sendiri. 

 

Itulah pentingnya sahabat yang soleh, bagaimanapun mereka mampu menguatkan hati dan membuat bisa bertahan di tengah badai ujian apapun. Karena istiqomah dalam kebaikan itu tidak mungkin sendirian. Jangan bermimpi kita bisa istiqomah dalam kebenaran/kebaikan seorang diri. 

Nabi Musa bersama Harun. 

Nabi Isa bersama Khawariyah. 

Bersama untuk istiqomah karena ada teman yang sholeh. 

Agar kita semakin banyak berdzikir kepadaNya. 

 

Lalu datanglah keputusan hukuman untuk Kaab dan 2 sahabat yang lain. 

Yaitu, mereka dihajr (diboikot) selama 50 hari. Selama itu seluruh penduduk Madinah tidak ada yang boleh bicara dengan mereka bertiga. 

Tidak boleh menjawab Salam mereka, 

Tidak boleh menjawab pertanyaaan mereka. 

Mulai detik itu mulai saat itu seluruh manusia menjauh dan berubah kepada mereka bertiga. Seakan mereka hidup di dunia lain di bumi yang lain

 

Sementara Muroroh dan Hilal memutuskn diam di rumah. Kaab memaksakan diri untuk tetap keluar, pergi shalat ke masjid, masuk ke pasar, dan benar tidak ada satupun orang yang mau bicara kepada Kaab. 

Hingga ia menemui Nabi yang sedang shalat di masjid, mengucapkan Salam kepada Nabi, namun Nabi menjawabnya tanpa suara. Kaab begitu ingin melihat ekspresi wajah Nabi saat menjawab Salamnya hingga ia berusaha mencari posisi yang pas untuk dapat melihat gerakan mulut Nabi. Betapa sedihnya Kaab dengan kenyataan itu ternyata Nabi menjawabnya tanpa suara, meskipun terlihat mulutnya bergerak.

 

Selesai shalat Nabi menatap Kaab, ternyata Kaab baru tahu ketika sesudah shalat Nabi sempat meliriknya namun memalingkan wajahnya. Dan tidak ada katapun yang terucap. Dengan sangat sedih Kaab pergi meninggalkn Nabi dan menemui sahabatnya yang lain, yang ia yakini tidak mungkin mendiamkannya karena ia dan sahabat tersebut sangat saling menyayangi, siapakah dia? Ya dia adalah Abu Qatadah yang masih sepupu Kaab.

 

Kaab pergi menemui Abu Qatadah, ia harus meloncat pagar rumah Abu Qatadah karena tidak ada yang mau membukakan pintu untuk Kaab. 

Abu Qatadah adalah sepupunya juga.. Namun Abu Qatadah pun tidak mau menjwabnya, tidak mau berbicara dengannya.

 

Kaab pun berkata dengan mata yang berkaca-kaca, apa ia pantas diboikot seperti itu? Abu Qatadah tetap diam, dan Kaab pun pulang dengan linangan air mata. 

 

Lalu ada kabilah yang berjualan datang meminta ditunjukkan dimana Kaab, namun tidak ada yang bicara, mereka hanya menunjuk saja ke arah Kaab. 

 

Ternyata ada surat dari raja gosan yang tahu tentang keadaan Kaab yang tidak diajak bicara karena diboikot. Raja tersebut menjanjikan kedudukan untuk Kaab. Mereka memancing di air keruh, menggunting di dalam lipatan. Menguji kesetiaan Kaab kepada Nabi. Kaab diajak meninggalkan Nabi persis setelah dia didiamkan Nabi. 

 

Bersediakah Kaab menerima tawaran tersebut ???

 

Tunggu jawabannya di kajian yang berikutnyaa... 

 

Bersambung Bagian (2)  

 

16 Jumadal Ula 1435 / 18 Maret 2014


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Apakah Engkau Ingin Didoakan Malaikat??
Apakah Engkau Ingin Didoakan Malaikat??
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 6 years ago
Ramadhan Akan Berlalu...
Ramadhan Akan Berlalu...
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 5 years ago
Keutamaan Akhlak Mulia
Keutamaan Akhlak Mulia
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 8 years ago
Lumbung Pahala Dibalik Kehilangan Pembantu
Lumbung Pahala Dibalik Kehilangan Pembantu
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 7 years ago
Kecintaan Ali kepada Abu Bakar dan Umar
Kecintaan Ali kepada Abu Bakar dan Umar
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 8 years ago
Tanda-tanda Hati yang Sakit
Tanda-tanda Hati yang Sakit
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 8 years ago
Andai Mereka Tahu
Andai Mereka Tahu
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 3 years ago
Kerdilkan dan Rendahkan Mereka
Kerdilkan dan Rendahkan Mereka
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 3 years ago
Menyampaikan Hidayah
Menyampaikan Hidayah
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 8 years ago
Menyeru dan Mengajak Manusia Pada Kebenaran
Menyeru dan Mengajak Manusia Pada Kebenaran
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 3 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com