SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Solusi Kejayaan Islam - Bagian 2

Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago

Solusi Kejayaan Islam - Bagian 2

Realitas Umat Dalam Hadits Nabi



Jika kita melihat kenyataan umat Islam ini dengan pandangan agama Islam, kita akan mendapati realita umat yang terpuruk. Sesungguhnya, hal ini telah diberitakan oleh Nabi. Inilah di antara realita umat Islam ini.

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ اْلأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

Dari Tsauban, dia berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam bersabda, ‘Hampir-hampir bangsa-bangsa (kafir) saling mengajak untuk memerangi kalian sebagaimana orang-orang yang hendak makan saling mengajak menuju piring besar mereka.’ Seorang sahabat bertanya, ‘Apakah itu disebabkan sedikitnya jumlah kami pada hari itu?’ Beliau shalallahu ‘alaihi wassallam menjawab, ’Tidak, bahkan pada hari itu kalian banyak, tetapi kalian adalah buih/sampah bagaikan buih/sampah banjir. Dan Allah akan menghilangkan rasa gentar/takut dari dada musuh-musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah akan menimpakan ‘wahn’ (kelemahan) di dalam hati kalian.’ Seorang sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah yang menyebabkan kelemahan itu?’ Beliau menjawab, ‘Cinta dunia dan membenci kematian.’." (Riwayat Abu Daud: no. 4297; Ahmad: 5/278; Abu Nu'aim di dalam Hilyatul Auliya': 1/182. Hadits ini berderajat shahih lighairihi)

Syekh Salim bin 'Ied al-Hilali hafizhahullahu Ta’ala menjelaskan sebagian kandungan hadits yang mulia ini, “Bahwa umat Islam telah menjadikan dunia sebagai keinginannya yang terbesar dan sebagai puncak ilmunya. Oleh karena itu, mereka membenci kematian dan mencintai kehidupan (dunia), karena mereka membangun dunia tetapi tidak berbekal untuk akhirat.” (Limaadza Ikhtartu al-Manhajas Salafii, hlm.11) Ini yang Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam takutkan, yaitu bila umat ini telah sampai pada keadaan seperti ini.

Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wassallam , beliau shalallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

 إِذَا فُتِحَتْ عَلَيْكُمْ فَارِسُ وَالرُّومُ أَيُّ قَوْمٍ أَنْتُمْ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ نَقُولُ كَمَا أَمَرَنَا اللَّهُ قَالَ أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ تَتَنَافَسُونَ ثُمَّ تَتَحَاسَدُونَ ثُمَّ تَتَدَابَرُونَ ثُمَّ تَتَبَاغَضُونَ أَوْ نَحْوَ ذَلِكَ ثُمَّ تَنْطَلِقُونَ فِي مَسَاكِينِ الْمُهَاجِرِينَ فَتَجْعَلُونَ بَعْضَهُمْ عَلَى رِقَابِ بَعْضٍ

“Jika negara Parsi dan Romawi telah ditaklukan untuk kalian, kaum apakah kalian?” Abdurrahman bin Auf berkata, “Kami berbuat sebagaimana yang Allah perintahkan kepada kami.” Beliau shalallahu ‘alaihi wassallam berkata, “Tidak seperti itu, kalian akan berlomba-lomba kemudian saling hasad (iri hati), kemudian saling membenci lalu saling bermusuhan. Kemudian kalian berangkat ke tempat-tempat tinggal kaum muhajirin dan kalian menjadikan sebagian mereka  membunuh sebagian yang lain.” (Riwayat Muslim)

Oleh karena itu, ketika gudang harta Kisra (Raja Parsi) ditaklukkan, Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu menangis dan berkata :

إِنَّ هَذَا لَمْ يَفْتَحْ عَلَى قَوْمٍ قَطْ إِلاَّ جَعَلَ الله ِبَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ

 “Sesungguhnya ini tidak dibukakan bagi suatu kaum, kecuali Allah menjadikan peperangan di antara mereka.”

Apa yang ditakutkan oleh khalifah Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu ini pun akhirnya terjadi. Mulailah bermunculan perpecahan yang membuat kaum kafir mampu menghancurkan kaum muslimin. Sebagaimana telah disebutkan dengan jelas dalam hadits Tsauban Radhiyallahu 'anhu :

Dari Tsauban, dia berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam bersabda, ‘Sesungguhnya aku memohon kepada Robbku untuk umatku agar Dia tidak membinasakan umatku dengan paceklik yang merata, dan agar Dia tidak menjadikan musuh dari selain mereka menguasai mereka, sehingga musuh itu akan merampas daerah mereka. Dan sesungguhnya Rabbku berkata kepadaku,’Wahai Muhammad, sesungguhnya jika Aku telah menetapkan satu keputusan, maka itu tidak akan ditolak. Dan Aku tidak akan membinasakan mereka (umatmu) dengan paceklik yang merata. Dan Aku tidak akan menjadikan musuh dari selain mereka menguasai mereka, sehingga musuh itu akan merampas daerah mereka, walaupun musuh berkumpul dari berbagai penjuru bumi, sampai sebagian mereka (umatmu) membinasakan sebagian yang lain, dan  sampai sebagian mereka (umatmu) menjadikan tawanan sebagian yang lain.’.” (Riwayat Abu Daud: no.4252; Ahmad: 5/278, 284; Al-Baihaqi: no.3952. Dishahihkan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani)

Lalu apa yang membuat kekuatan kaum muslimin dan bentengnya runtuh sehingga mereka terjangkit penyakit cinta dunia dan takut mati? Jawabannya kita dapatkan pada petunjuk kenabian yang ada pada hadits Hudzaifah bin al-Yaman. beliau Radhiyallahu ‘anhu berkata:“Orang-orang bertanya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam tentang kebaikan sedangkan aku bertanya kepadanya tentang keburukan karena aku takut jangan-jangan keburukan itu akan menimpaku. Maka aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kami dahulu berada di zaman jahiliyah dan keburukan, lalu Allah memberikan kami kebaikan ini, apakah setelah kebaikan ini ada keburukan?’ Beliau menjawab, ‘Ya.’ Aku bertanya, ‘Dan apakah setelah keburukan itu ada kebaikan?’ Beliau menjawab, ‘Ya, dan padanya ada kabut (dakhan).’ Aku bertanya lagi, ‘Apa kabut (dakhan) tersebut?’ Beliau menjawab, ‘Satu kaum yang mengikuti teladan selain sunnah (ajaran)ku, dan mengambil petunjuk selain petunjukku, kamu menganggap baik dari mereka dan kamu pun mengingkarinya.’ Aku bertanya lagi, ‘Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan lagi.’ Beliau menjawab, ‘Ya, para da’i yang mengajak ke pintu-pintu neraka (jahanam). Barangsiapa yang menerima ajakan mereka, niscaya mereka jerumuskan ke dalam neraka.’ Aku bertanya lagi, ‘Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepada kami tentang sifat-sifat mereka?’ Beliau menjawab, ‘Mereka dari kaum kita dan berbicara dengan bahasa kita.’ Aku bertanya lagi, ‘Wahai Rasulullah, apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya?’ Beliau menjawab, ‘Berpegang teguhlah pada jamaah kaum muslimin dan imamnya,’ Aku bertanya lagi, ‘Bagaimana jika tidak ada jamaah maupun imam?’ Beliau menjawab, ‘Hindarilah semua kelompok-kelompok itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga kematian menjemputmu dalam keadaan seperti itu.’.” (Riwayat Muslim)

Syekh Salim bin ‘Ied al-Hilalihafizhahullahu Ta’ala menyatakan, “Sesungguhnya racun berbahaya yang menghancurkan kekuatan kaum muslimin, melumpuhkan gerakan mereka, dan merenggut berkahnya, bukanlah pedang-pedang orang kafir yang berkumpul mengadakan tipu daya terhadap Islam, pemeluknya, dan negaranya. Akan tetapi, dia adalah bakteri penyakit yang keji yang merebak di dalam tubuh Islam yang besar dalam waktu yang sangat lambat tetapi terus menerus dan efektif (berdaya guna). Hal ini menegaskan bahwa penamaan orang-orang Yahudi terhadap negara Islam dengan nama “laki-laki yang sakit” (the sickman) sangat tepat sekali, karena merekalah yang menanamkan bakteri syahwat dan virus syubhat (kerancuan -ed) ke dalam tatanan negara Islam, kemudian tumbuh dan berkembang di bawah pemeliharaan dan pembinaan mereka.” (Limaadza Ikhtartu al-Manhajas Salafii)

Dalam hadits di atas telah jelaslah bahwa penyebab kehancuran kaum muslimin adalah kebid’ahan dan da’i-da’i sesat. Kemudian, da’i-da’i sesat pembuat fitnah sangat semangat dalam melancarkan program-programnya. Sebaliknya, orang-orang yang berada dalam kebenaran, lengah dan terlelap. Buktinya adalah dakhan (kabut) ini membesar sampai mengalahkan kebenaran, menyerang kebenaran dan ahlinya, menyerahkan urusan kepada selain ahlinya, serta meletakkan kebenaran bukan pada tempatnya.  

 


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 1
Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 1
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Pengaruh Perbaikan Jiwa
Pengaruh Perbaikan Jiwa
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Teguh di Jalan Sunnah
Teguh di Jalan Sunnah
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Kisah Persusuan Nabi shallallahu alaihi wasallam
Kisah Persusuan Nabi shallallahu alaihi wasallam
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Menghadapi Fitnah
Menghadapi Fitnah
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Cara Mengqodho Sholat
Cara Mengqodho Sholat
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 4 years ago
Iman Kepada Hari Kiamat
Iman Kepada Hari Kiamat
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Harus Selalu Bersyukur
Harus Selalu Bersyukur
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 6 years ago
Hati-Hati Dengan Foto Anda...!
Hati-Hati Dengan Foto Anda...!
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 5 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com