SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bagaimana Islam Dalam Mendidik Istri Yang Nusyuz?

Ustadz Ferry Nasution - 5 years ago

Bagaimana Islam Dalam Mendidik Istri Yang Nusyuz?

ALLAH subhaanahu wa taala berfirman:

 

Dan istri-istri yang kalian khawatirkan nusyuz mereka maka berilah mau’izhah kepada mereka, boikotlah mereka di tempat tidur, dan pukullah mereka. Namun bila kemudian mereka mentaati kalian maka tidak boleh bagi kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka.” (An-Nisa`: 34)

 

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di t dalam tafsirnya berkata, “ALLAH berfirman, ‘Dan istri-istri yang kalian khawatirkan nusyuz mereka’, maksudnya mereka menarik diri dari mentaati suami mereka dengan bermaksiat (tidak patuh) kepada suami, baik dengan ucapan ataupun perbuatan, maka suami hendaknya memberikan pengajaran/adab kepada si istri dengan cara yang paling mudah/ringan. Yang dimaksud dengan cara yang paling mudah/ringan: 

 

Pertama; 

“berilah mau’izhah/nasehat kepada mereka” (Nasehat yang baik serta lemah lembut dalam menasehatinya), dengan menerangkan hukum Allah dalam perkara ketaatan dan maksiat kepada suami dan memberikan anjuran untuk taat kepada suami serta menakuti-nakuti dengan akibat yang didapatkan apabila bermaksiat kepada suami. Bila si istri berhenti dari perbuatannya maka itulah yang diinginkan. Namun bila tetap terus dalam perbuatan nusyuznya, dalam artian nasihat yang sudah disampaikan tidak mempan, maka tahapan berikutnya yaitu: 

 

Kedua: 

Diboikot/didiamkan di tempat tidur mereka dengan tidak mau “tidur” bersamanya, serta tidak menggaulinya sekadar waktu yang dengannya tercapai maksud (istri menjadi sadar akan perbuatannya). 

 

Ketiga:

Apabila tidak berhasil juga, barulah pindah ke tahap selanjutnya yaitu dipukul dengan pukulan yang tidak keras (pukulan yang tidak memberikan bekas dan tidak memukul wajahnya).

 

Apabila telah tercapai tujuan (istri tidak lagi berbuat nusyuz) dengan salah satu dari beberapa tahapan di atas dan istri kalian kembali mentaati kalian, “maka tidak boleh bagi kalian (para suami) mencari-cari jalan untuk menyusahkan/menyulitkan mereka”, maksudnya adalah telah tercapai apa yang kalian sukai/inginkan, maka janganlah kalian mencela dan mencerca mereka dalam kesalahan-kesalahan mereka yang telah lalu, dan jangan menyelidiki/mencari-cari kesalahan yang akan bermudharat bila disebutkan serta menjadi sebab timbulnya kejelekan. 

 

(Taisir Al-Karimir Rahman, hal. 166) 

 

Untuk itu ikhwah sekalian bersabarlah dengannya, bergaulah dengan baik serta nasehatilah mereka dengan lemah lembut serta do'akan mereka dengan kebaikan, sebagaimana Nabi mendo'akan kebaikan untuk istri-istrinya (ini yang kita sering lupakan, yaitu mendo'akannya) dan didiklah mereka dengan bimbingan Al Qur'an dan Sunnah, tentunya yang demikian bisa tercapai apabila dirimu (para suami) terdidik diatas bimbingan alqur'an dan sunnah.

 

4 Rabbi'ul Akhir 1435 H / 4 Februari 2014

 


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Wahai Para Bapak, Nikahkanlah Anak Wanitamu
Wahai Para Bapak, Nikahkanlah Anak Wanitamu
Ustadz Ferry Nasution - 3 years ago
Luapan Hati Seorang Sahabat...
Luapan Hati Seorang Sahabat...
Ustadz Ferry Nasution - 5 years ago
Ketika Seorang Ahli Hadits Berbicara
Ketika Seorang Ahli Hadits Berbicara
Ustadz Ferry Nasution - 3 years ago
Kekhawatiran Seorang Beriman Ketika Terjadi Gerhana
Kekhawatiran Seorang Beriman Ketika Terjadi Gerhana
Ustadz Ferry Nasution - 3 years ago
Seperti Inilah Semestinya Seorang Mukmin Bersikap!
Seperti Inilah Semestinya Seorang Mukmin Bersikap!
Ustadz Ferry Nasution - 5 years ago
Cara Yang Benar Dalam Memahami Alquran dan Sunnah
Cara Yang Benar Dalam Memahami Alquran dan Sunnah
Ustadz Ferry Nasution - 3 years ago
Ujian / Musibah
Ujian / Musibah
Ustadz Ferry Nasution - 5 years ago
Luapan Hati Seorang Sahabat...
Luapan Hati Seorang Sahabat...
Ustadz Ferry Nasution - 5 years ago
Untukmu Wahai Sahabatku...!
Untukmu Wahai Sahabatku...!
Ustadz Ferry Nasution - 5 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com